Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti
Season 2: 23


__ADS_3

Zakira menunggu kepulangan Alden sampai jam sembilan malam. Wanita itu terus mondar mandir sambil melihat jam. Baru saja Zakira akan berbalik, bel rumah berbunyi. Zakira langsung berlari untuk membukanya.


“Kamu dari mana? Kenapa pulangnya malam banget?” Zakira langsung mencerca Alden, bahkan pria itu belum masuk ke dalam rumah.


 “Sabar, Sayang. Aku masuk dulu,” ujar Alden lembut.


Zakira mengekor ke mana pun Alden pergi, membuat sang empu bingung.


“Kamu tunggu di kamar aja, sebentar lagi aku ke sana,” titah Alden.


“Gak mau.” Zakira tetap di belakang Alden yang sedang mengambil minum.


Menghela napas kasar, Alden meletakkan kembali botol yang dia ambil tadi. Setelah itu berbalik demi melihat wajah sang istri.


“Zanira,” panggil Alden.


“Apa? Mau ngusir lagi? Kamu nggak sayang aku, ya?” Zakira menatap Alden dengan sewot. Lalu berbalik memunggungi Alden.


“Ya, udah, terserah kamu.”


Wanita itu langsung pergi meninggalkan Alden sendirian di dapur. Bukannya mengejar, Alden malah tertawa. Tingkah Zakira selalu sukses membuatnya gemas.


Sedangkan di kamar, Zakira menunggu sambil menggerutu kesal. Dia terus melihat ke arah pintu, tapi tidak ada tanda-tanda kedatangan Alden.


“Pria itu ke mana, apa jangan-jangan pergi lagi,” tanya Zakira pada dirinya sendiri.


Baru saja akan beranjak, kenop pintu bergerak. Zakira kembali duduk bersandar, pura-pura main ponsel dan tidak peduli dengan kedatangan Alden.

__ADS_1


“Sayang,” panggil Alden sambil berjalan ke arahnya.


Dipanggil dengan sebutan itu, Zakira tidak tahan rasanya. Hatinya berbunga-bunga, sudah pasti rona merah merona menjalar ke pipinya.


“Jangan ngambek,” ucap Alden.


“Nggak. Siapa juga yang ngambek,” jawab Zakira jutek.


Lagi-lagi Alden ingin tertawa, tetapi dia tahan karena tidak ingin membuat Zakira kesal. Pria itu memilih menghampiri istri cantiknya, ikut duduk bersandar di sana.


“Mandi dulu, kamu bau.” Itu hanya alasan Zakira saja, agar tidak berdekatan dengan Alden yang akan membuat jantungnya berdisko.


“Perasaan wangi,” kata Alden sambil mengendus ketiaknya. “Tuh, kan, wangi gini dibilang bau.”


“Pokoknya mandi dulu sana. Kamu, kan, baru dari luar, bawa kuman.”


“Tapi aku mau jelasin yang tadi, tentang dari mana aku. Nggak jadi, ya?”


“Bujuk dulu, pake kata-kata romantis,” pinta Alden sambil tersenyum-senyum.


Entahlah, Alden merasa beban pikirannya mulai berkurang dengan menjahili Zakira seperti ini. Dirinya merasa terhibur dengan tingkah lucu sang istri.


“Aku nggak bisa bujuk orang,” kata Zakira.


“Bisa. Cuma kamu aja yang malas, iya, kan?”


“Nggak, Sayang. Beneran aku gak bisa.”

__ADS_1


“Apa tadi? Kamu manggil aku apa?” tanya Alden sambil menarik turunkan sebelah alisnya.


Zakira membuang wajah ke samping, merutuki dirinya yang sangat ceplas-ceplos.


“Nggak, kok. Nggak ada,” jawab Zakira.


“Sayang. Kamu tadi panggil aku sayang, kan?” Alden menggeser duduknya agar merapat dengan Zakira, sukses membuat wanita itu kelimpungan.


Hahaha. Tawa Alden mengudara ke seisi ruangan saat melihat wajah cemas Zakira. Itu sungguh sangat menggemaskan di matanya, karena dia melihat bibir yang melengkung lucu dengan mata terbuka lebar.


“Aku mandi dulu.”


Lelah menjahili Zakira, akhirnya Alden beranjak pergi ke kamar mandi. Cukup lama dia berada di sana karena merasa segar dan tenang, Alden keluar sudah lengkap dengan pakaian tidurnya.


“Loh, sudah tidur. Katanya tadi mau dengar penjelasanku,” ucap Alden sambil menyelimuti tubuh Zakira.


“Selamat tidur, Sayang,” bisik Alden diakhiri dengan kecupan lama di kening Zakira.


 🌺🌺


Ternyata Mas Alden bisa romantis juga, ygy. Maaf, ya, kita fokus ke mereka dulu, soalnya mereka udah buat othor gemas👉👈☺️🤸


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2