Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti
Season 2: 8


__ADS_3

Akad dan resepsi yang diadakan di rumah sudah selesai. Para tamu dan kerabat sudah pada berpulangan, hanya tinggal saudara dekat saja.


Zakira bersama beberapa saudara, membereskan bagian dapur. Sedangkan bagian tempat resepsi tadi, sudah ada orang yang ayah Daren bayar untuk membereskannya.


Selesai membantu, Zakira pamit untuk pergi ke kamar. Gadis itu sangat lelah, terlihat dari wajahnya yang kusut. Karena gerah, Zakira memilih untuk mandi lebih dulu barulah tidur.


Malam ini, malam pengantin untuk adiknya dan sang sahabat. Zakira tidak ingin memikirkan lebih jauh, karena takut sakitnya kembali hadir. Namun, tak ayal dia juga bingung, apakah tinggal bersama mereka bisa membuatnya mave on? Zakira takut perasaannya masih tetap sama.


Apalagi mengingat ucapan Zanira tadi, yang meminta tinggal di rumah orang tua untuk sementara.


“Lebih baik aku tidur. Pikirkan besok tentang pindah dari sini,” ujar Zakira pada dirinya sendiri seraya menutup selimut ke tubuh.


🌸🌸🌸


Semua orang di rumah itu, kumpul di ruang makan untuk memulai sarapan. Wajah-wajah berseri masih tampak, apalagi pada sepasang pengantin baru, yang menempel dan saling tersenyum satu sama lain.


Seperti biasa, suara Aaron yang menggoda sang kakak tentu saja terus terdengar. Memang seperti itu hobi anak bungsu Daren dan Dera.


“Ngobrolnya nanti lagi, sekarang kita sarapan dulu,” instruksi bunda Dera. Semuanya mengangguk setuju.


 Selama waktu sarapan, hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring, yang terdengar. Sepertinya mereka memang mengikuti keinginan bunda, untuk tidak mengobrol sampai acara sarapan pagi selesai.


Yang pertama pergi dari ruang makan, adalah pengantin baru. Mereka telah selesai, bunda melarang Zanira untuk membantu dan memintanya membawa sang suami jalan-jalan. Hanya tinggal ayah, bunda, Aaron, nenek dan Zakira saja.


Gadis cantik itu sejak tadi ingin mengutarakan niatnya, tetapi tertahan karena harus membantu bunda dan nenek. Setelah semua selesai, barulah Zakira berdehem untuk mengalihkan atensi semuanya.


“Kenapa, Kak?” tanya ayah dengan raut bingung.

__ADS_1


“Kira mau ngomong sesuatu.”


“Ngomong apa?” Kali ini bunda yang menyahuti.


Zakira menghela napasnya pelan, setelah itu kembali menatap semuanya secara bergantian.


“Kira mau ikut Nenek pulang. Kira mau tinggal di sana,” ujar Zakira.


“Tumben, Sayang?” tanya nenek.


“Kira berpikir, kasihan Nenek kalau harus tinggal sendirian. Jadi, Kira pengen nemenin masa-masa tua Nenek di rumah. Kan, Nenek juga jago desain, nanti Kita minta ajarin.”


“Bunda kaget, loh, kamu minta tinggal sama Nenek.”


“Melihat Nenek datang dengan taksi, sendirian pula. Kira kasihan, Bun. Nenek pasti kesepian di rumah, makanya Kira minta izin buat tinggal sama Nenek,” jelas Zakira.


Ayah Daren tampak menghela napas, jemari lelaki paruh baya itu memijat keningnya pelan.


“Kalau memang itu keinginan kamu, Ayah setuju saja. Kamu benar, kasihan Nenek kalau sendirian, pasti sangat kesepian.”


“Terima kasih, Yah.”


“Nenek senang loh, akhirnya Kaka Kira mau menemani Nenek. Nggak sepi lagi, deh, nanti,” ujar nenek Hamidah.


“Kalau begitu, Bunda juga setuju,” tukas bunda Dera.


“Aaron juga. Hehehe.”

__ADS_1


Lalu suasana kembali hening, mereka kembali pada aktivitas di ruangan makan itu. Ayah Daren masih memperhatikan gerak gerik putri sulungnya, merasa ada yang gadis itu sembunyikan.


“Tapi kalau kamu tinggal di rumah Nenek, harus ada sopir pribadi yang akan mengantar jemput kamu.” Ayah kembali membuka suara.


“Nggak usah, Yah. Kira nggak mau ngerepotin Ayah, apalagi orang,” tolak gadis itu lembut.


“Tidak, Sayang. Ayah dan Bunda nggak mau kamu lelah, apalagi jarak rumah Nenek dan butik kamu lumayan jauh. Pokoknya nanti Ayah dan Bunda Carikan sopir pribadi.”


“Ya udah, terserah Ayah aja. Kira nurut.”


Zakira benar-benar yakin, tinggal bersama sang nenek akan membuat dia melupakan Arfan. Gadis itu kembali menyemangati dirinya sendiri.


“Maaf kalau Bunda nggak peka sama perasaanmu.”


“Bunda?”


 🌸🌸


Kira-kira bunda nggak peka soal apa, ya? Jangan lupa like dan komennya ygy😁


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2