Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti
Bab 46. Teror?


__ADS_3

Jam dua malam baru keduanya berhenti bercocok tanam ketika sudah sama- sama mencapai puncaknya. Daren menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Dera sudah tidur karena kelelahan.


Daren sendiri, tidak jadi memejamkan mata. Pria itu bangun, mengambil bokser dan ****** ******** untuk dipakai. Berjalan ke balkon kamar, Daren menatap ponselnya yang mati. Setelah itu dia menghidupkan benda pipi persegi panjang itu.


“Halo.”


“Halo, Tuan. Dia ada di Indonesia. Tepatnya di Jakarta, tidak jauh dari tempat kita berada.”


Tut


Genggaman pada ponsel semakin mengerat, gemeletuk gigi terdengar jelas. Daren menengadahkan kepalanya pada langit dengan mata tertutup, seketika semilir angin menerpa wajah dan tubuhnya yang polos.


“Kenapa kembali?” lirihnya.


**


Seperti biasa, Dera akan berangkat ke butik untuk bekerja. Dia dan Daren sedang dalam perjalanan, wanita itu tampak ceria karena akan memulai aktivitas seperti biasa setelah seminggu libur.


Sejak tadi Dera terus menatap luar jendela, pada gedung-gedung yang tinggi dan kokoh. Tak lupa pula, dia juga menatap wajah tampan Daren, agar semangatnya semakin bertambah.


“Mas dari tadi, kok, diam aja, sih?” tanya Dera. Wajahnya sudah cemberut karena Daren tak menoleh.


“Mas!”


“Iya, Sayang? Ada apa? Mau muntah?” Daren memberondong Dera dengan pertanyaan, yang sukses membuat sang empu semakin kesal.


Dera langsung membuang wajah ke samping, enggan menjawab pertanyaan dari Daren. Kening pria itu berkerut, bingung akan tingkah istrinya.


“Kamu kenapa, Sayang?” Daren menggunakan sebelah tangannya untuk mengusap bahu Dera.

__ADS_1


“Mas yang kenapa?” cetus Dera tanpa membalikkan badan.


Daren mengaku salah karena sejak tadi diam, bukan karena apa. Dia hanya ke pikiran dengan satu hal yang sampai saat ini masih membuatnya khawatir.


“Mas minta maaf, Sayang. Kamu jangan marah lagi, ya?” bujuk Daren.


Dera berbalik, menatap Daren dengan sendu. “Apa pelayananku tadi malam tidak memuaskan? Hingga membuat Mas jadi marah dan nggak mau bicara?”


“No, Sayang. Mas sungguh puas. Kamu selalu memuaskan untuk Mas. Udah, ya, jangan ngomong gitu lagi.” Daren mengusap pipi Dera sambil fokus menyetir.


“Iya. Tapi Mas jangan diamin aku,” kata Dera.


“Iya, Sayang. Maafin Mas, ya?”


Dera mengangguk, lalu berpindah memeluk lengan Daren dengan manja.


**


“Yan,” panggil Dera.


“Iya, Buk?”


“Kamu mau pergi makan siang, kan?” tanya Dera sembari menghampiri Yana.


“Iya, Buk. Ibu mau bareng?”


“Iya.”


“Kalau gitu, ayo, Bu.”

__ADS_1


Keduanya beranjak untuk pergi mencari makan, tetapi langkah Dera terhenti ketika salah satu pegawainya menghampiri dia.


“Ini, Bu, ada paket,” ucap pegawai itu sambil memberikan kotak yang dia bawa.


Kening Dera berkerut. “Paket? Perasaan saya tidak ada memesan apa pun.”


“Tapi ini tulisannya untuk Ibu,” sahut pegawainya.


Dera mengambil kota itu, benar di sana tertera namanya. Dia semakin bingung, sebab tidak ada nama pengirim yang pasti. Teguran Yana menyadarkannya, Dera langsung meminta si pegawai yang memberikan kotak tadi untuk membawa paketan itu ke ruangannya.


Di perjalanan menuju restoran, Dera terus ke pikiran dengan paket itu sampai membuatnya tidak sadar akan tertabrak motor. Untung saja Yana langsung menarik lengannya.


“Hampir saja Ibu ke tabrak motor!” ujar Yana dengan wajah khawatir.


“Maaf,” cicit Dera.


“Ibu kalau lagi sakit, mending balik ke butik aja. Biar Yana yang beli makannya terus bawa ke sana,” kata Yana.


“Udah, kok, Yan. Saya nggak apa-apa. Ayo kita lanjut,” ajak Dera sembari tersenyum. Agar Yana percaya bahwa dia tidak apa-apa.


“Ya, sudah kalau begitu.”


Lalu keduanya kembali melanjutkan perjalanan mereka ke restoran. Yana terus memegang lengan Dera, agar tidak terjadi hal berbahaya seperti tadi.


Meskipun berusaha fokus, Dera tetap ke pikiran dengan apa yang ada di dalam kotak tersebut. Setelah kembali nanti, dia harus memastikan isinya.


Tidak mungkin itu teror. Tapi siapa yang mengirimkannya? Apa cuma orang iseng aja? Tapi tidak mungkin.


 **

__ADS_1


Maaf saya baru nongol.


__ADS_2