Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti
Season 2: 11


__ADS_3

Bingung. Zakira bolak balik di dalam kamarnya. Sesekali matanya melirik pada undangan di kasur. Ya, dirinya di undang oleh teman satu kampusnya dulu. Dan yang membuat Zakira bingung, haruskah dia datang ke pesta itu? Sedangkan dia tidak punya teman.


“Aku harus gimana? Kalau aja Zanira belum menikah, pasti aku akan pergi dengannya,” seloroh Zakira sambil menatap luar jendela.


Dia ingin tidak datang, tetapi Vanesa—teman satu kampusnya—memaksa agar dia datang. Zakira meluruhkan tubuh ke kasur, menatap langit-langit kamar.


Ternyata susah kalau tidak punya teman, apalagi pasangan. Dia jadi bingung sendiri, harus ke sana dengan siapa.


“Huff ....”


Zakira menghembuskan napas kasar. Lekas dia bangun saat mendengar panggilan nenek di luar.


“Ada apa, Nek?” tanya Zakira dengan wajah khawatir.


“Tidak. Nenek hanya memanggilmu untuk membantu memberi makan ikan,” ucap nenek.


“Oh, iya, Nek. Sip.”


Zakira langsung mengerjakan apa yang neneknya minta. Gadis itu memberi ikan makan, tidak lupa juga dia membersihkan rumput-rumput liar yang mulai tumbuh panjang di halaman rumah.


Saat masih sibuk membersihkan pekarangan, mata Zakira tidak sengaja menangkap seseorang yang sedang duduk di bawah pohon mangga. Orang itu tidak lain adalah Alden, sopir pribadi yang ayahnya kirim.


Tampan, sih, hanya saja wajahnya selalu datar dan kelihatan sangat dingin. Bukan hanya saat diam, tetapi saat berbicara juga. Apalagi mulutnya itu, sungguh membuat Zakira kesal karena Alden tidak pernah mau mengalah.


“Sopir nyebelin,” cicitnya.


🌺🌺


Setelah mempertimbangkan kembali, akhirnya Zakira akan pergi ke pesta Vanesa. Kini gadis itu sudah cantik dengan balutan dress selutut berwarna biru langit. Rambutnya sengaja dia biarkan tergerai, dengan dua buah jepit pita sebagai penghias di sisi kanan dan kiri.

__ADS_1


Merasa sudah sempurna, Zakira langsung turun dengan membawa kado. Dia ingin menemui nenek, meminta izin untuk pergi.


“Nek, Zakira izin mau pergi. Boleh, tidak?” tanya Zakira sambil menjatuhkan bokongnya di sofa samping nenek.


“Boleh. Tapi pulangnya jangan malam-malam. Batas waktu jam sepuluh,” jawab nenek.


“Oke, aman. Sebelum jam sepuluh, aku juga udah bakalan di rumah.”


“Ya, sudah, sana pergi.”


Zakira mengangguk. Menyalami neneknya seraya mengecup singkat pipi wanita paruh baya itu.


“Alden akan antar kamu. Nenek juga sudah minta dia buat nungguin kamu.”


“Nenek, ih. Padahal aku bisa pergi sendiri.”


“Kalau ada yang aman, kenapa harus mencari yang tidak aman.”


🌺🌺


Apa setelah ditinggal menikah, Zakira melupakan segalanya? Ah, sepertinya iya. Setelah memberikan kado dan mengucapkan selamat pada pengantin, Zakira langsung pergi keluar dari gedung.


Zakira sungguh lupa, bahwa Zanira juga teman Vanesa. Ah, bukannya bisa move on, dia malah kembali melihat mereka bermesraan.


“Lebih baik aku pulang, dari pada harus sakit hati kembali.” Zakira bertekat, dia langsung hendak menghampiri mobilnya.


Langkah Zakira terhenti saat ada sebuah tangan mencengkram pergelangan tangannya. Gadis itu berbalik, terkejut melihat seseorang yang sudah menahan dirinya.


“Arfan?”

__ADS_1


“Kenapa keluar? Kamu risi karena ada aku?” Arfan langsung mencerca Zakira dengan pertanyaan.


Zakira bungkam. Sekuat tenaga dia mencoba melepaskan cengkeraman Arfan, tetapi pria itu menguatkan.


 “Lepas!” tekan Zakira.


“Nggak. Jawab dulu, kamu risi karena ada aku?”


“Nggak, Arfan! Aku ... aku hanya lelah,” cicit Zakira.


“Bohong.”


Zakira semakin bingung. Dia ingin pergi, tetapi cengkeraman tangan Arfan semakin kencang. Bahkan Zakira sampai meringis karena merasa sakit.


“Tolong lepaskan tangan Nona muda saya. Dia akan segera pulang.”


Ucapan Alden membuat Zakira dan Arfan sama-sama terkejut. Refleks Arfan melepaskan tangannya, lalu menatap ke arah Alden.


“Kamu siapa?” tanya Arfan bingung.


“Saya Alden, sopir pribadi Nona Zakira,” jawab Alden dingin.


“Aku duluan. Sopirku sudah datang,” ucap Zakira langsung menarik tangan Alden.


Gadis itu meminta Alden untuk masuk ke dalam mobil bersamaan dengan dia. Zakira menghembuskan napas berulang kali, demi meredam emosi yang tiba-tiba menyala dalam dada.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2