Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti
Season 2: 36 Tamat


__ADS_3

Dua insan saling berpelukan di kasur, bersandar pada kepala ranjang. Alden terus mengusap punggung Zakira dengan lembut, bibirnya pun tak luput membubuhkan kecupan manis di puncak kepala sang istri.


Momen romantis seperti ini yang Alden tunggu-tunggu. Bisa duduk berdua dengan Zakira, lalu saling memeluk dan mengucapkan kalimat-kalimat cinta. Istrinya itu terus menduselkan wajahnya ke dada bidang Alden, membuat sang empu tersenyum bahagia.


“Dulu aku terkejut saat kamu datang dan bilang pada Ayah, bahwa kamu calon suamiku, padahal saat itu kita hanya sebatas majikan dan sopir saja,” lontar Zakira. Jari telunjuk tangan kanannya, membentuk pola-pola di dada bidang Alden.


“Kamu percaya tidak, bahwa takdir Tuhan itu nyata?” tanya Alden sambil mencubit kecil hidung Zakira.


Zakira mengangguk, tatapan lembutnya tak lepas dari mata tajam Alden.


“Berawal dari melihatmu di butik, aku jadi penasaran dan ingin dekat denganmu. Aku meminta bodyguardku untuk terus mengawasimu dan keluargamu, dan saat Ayah mencari sopir untuk putri sulungnya, aku langsung turun tangan dan melamar kerja menjadi sopir perempuan cantik ini,” jelas Alden. Lagi dan lagi dia mencubit gemas hidung istrinya.


“Kamu pernah ke butik?” tanya Zakira penasaran.


“Tentu. Sayangnya saat itu bukan kamu yang melayani aku dan Mamah, tetapi pekerja yang lain,” jawab Alden.


“Ish, kamu kenapa nggak bilang dari awal, sih!” Zakira memukul pelan dada bidang Alden.


Sang empu tertawa kecil, menarik kembali tubuh Zakira agar masuk ke dalam pelukannya. Pria itu menciumi belakang telinga istrinya, membuat Zakira kegelian.


“Mau hadiah?”


“Hadiah apa?”


“Hadiah atas kemenanganmu,” ujar Alden.


Zakira mengangguk antusias, tanpa dia minta ternyata Alden yang menawarkannya sendiri.


“Mau, mau.”


“Baiklah, hadiahnya akan aku berikan besok. Aku yakin kamu pasti suka, tapi sebelum itu, kamu dulu yang harus memberiku hadiah.”


“Aku?”


“Iya,” balas Alden.


“Hadiah ap—“


Belum selesai dengan kata-katanya, Alden langsung menyerang dengan ciuman. Zakira sampai kewalahan menerima serangan terus menerus dari Alden. Tanpa melepas ciumannya, Alden menidurkan tubuh Zakira di kasur. Dengan penuh cinta dia melakukannya, agar sang istri tidak merasa tertekan.


Dan malam itu, Alden kembali mereguk madu yang sangat dia rindukan. Harum bunga rose yang menguar dari tubuh Zakira, membuat nafsunya semakin tidak tertahankan.


“Aku sangat mencintaimu, suamiku,” bisik Zakira tepat pada telinga Alden yang berada di samping wajahnya.

__ADS_1


“Terima kasih untuk semuanya, aku berharap semoga benihku cepat berkembang di rahimmu,” ucap Alden penuh keyakinan.


“Pasti, Sayang.”


**


Saat membuka mata, hal pertama yang Zakira lihat adalah wajah tampan suaminya. Senyum manis menyambut paginya, ditambah dengan kecupan hangat yang berulang pada keningnya.


“Bangun, Sayang. Terus mandi dan siap-siap sana,” ujar Alden seraya mengusap rambut Zakira.


“Memangnya mau ke mana?” tanya Zakira dengan suara parau khas orang bangun tidur.


“Jangan banyak tanya. Ayo segera bangun.”


Terpaksa Zakira bangun dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Tidak sampai setengah jam, perempuan itu sudah keluar dan langsung masuk ke ruang ganti.


“Sudah selesai?” tanya Alden sambil mengetuk pintu ruang ganti.


“Sudah.” Pintu terbuka, tampak Zakira di sana dengan dress selutut berwarna biru langit.


“Baju aku kemana semua?” tanya Zakira dengan mata menyipit.


“Aku masukkan ke dalam koper,” jawab Alden santai.


“Koper? Memangnya kita mau kemana?” Zakira dibuat bingung dengan perkataan Alden.


“Sayang, sebenarnya kita mau kemana, sih?”


“Liburan.”


“Kamu serius? Kenapa nggak bilang sama aku?” cerca Zakira.


“Kalau aku bilang, nggak surprise, dong.”


“Oh, jadi ini hadiahnya?”


“Yes. Selamat menuju Swiss!”


Mata Zakira melotot dengan mulut menganga, dia langsung berhambur ke pelukan Alden. Zakira menangis bahagia, keinginannya pergi ke negara itu akhirnya terkabul.


“Makasih, Sayang.”


“Ayah Daren yang bilang, bahwa kamu sangat ingin pergi ke Swiss,” ucap Alden.

__ADS_1


“Sekali lagi makasih, ya.”


“Tentu, Sayang. Kamu harus have fun di sana, ya. Kita akan berlibur sekalian bulan madu.”


Mendengar kata bulan madu, Zakira menunduk malu. Tetapi dia sangat bahagia karena akan pergi berdua dengan orang yang sangat dia cintai. Zakira berharap perjalanan mereka akan menyenangkan, dan selamat sampai di negara impiannya itu.


Terima kasih, Tuhan, sudah memberikan aku laki-laki hebat ketiga setelah Ayah dan adik. Aku akan selalu mencintainya, bahkan sampai azal menjemputku.


Maafkan aku atas semua yang aku lakukan, bahkan aku pernah meragukan takdir-Mu. Tuhan ... kuharap benih yang telah berada di dalam rahimku, agar segera berkembang dan menjadi bayi. Sebab, semua orang menunggu kehadirannya.


 


Tamat


 


Dalam hening kumenatap langit hitam


Bersamaan dengan rindu yang tak ingin padam


Denyut cinta terus berkembang, menanti kedatangan


Kedatangan sang pemilik alam


 


Bismillah


Assalamualaikum, teman-teman semua, salam keluarga dan salam sejahtera untuk kita semua.


Othor ucapkan terima kasih kepada semuanya, atas apresiasi yang selalu kalian berikan untuk aku, yang mana selalu menambah stamina untuk terus update. Kalian terbaik, dan aku sangat menyayangi kalian.


Aku, Bae Lla, dan seluruh tokoh KPMPP mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua orang. Kita akan berjumpa kembali di karya baru othor yang berjudul, “30 Hari Bersama Om Duda”.



Selamat tahun baru, dan sampai jumpa semuanya. Dah... Assalamualaikum.


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2