Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti
Bab 35. Mengulang Kembali


__ADS_3

“Eugh.”


Lenguhan demi lenguhan terdengar dari bibir mungil Dera. Sejak tadi wanita itu menyerang Daren dengan ciuman. Susah payah Daren menahan, tetapi Dera terus meronta dan mencumbuinya.


“Der ... berhenti dulu,” pinta Daren sambil menahan kepala Dera yang terus menempel dengan lehernya.


Dera sungguh sudah hilang kendali. Tangannya bergerak sendiri membuka baju yang dia kenakan, hingga tinggal tanktop saja yang menempel ditubuhnya.


“Om ... sentuh aku. Buruan!” pinta Dera dengan memaksa.


“Tapi ini masih di rumah orang, Der. Nggak enak dengan yang punya rumah,” jawab Daren. Padahal dia juga sudah terangsang akibat tangan nakal Dera.


“Persetan dengan mereka. Aku udah, kaya’, cacing kepanasan gini. Om nggak mau nolong aku?” Dera memanyunkan bibirnya, dan itu kelihatan sangat gemas.


Huff. Daren menghembuskan napas demi mengurai hasrat yang kian menumpuk. Sebisa apa pun dia menahan, kalau Dera sendiri yang menyuguhkannya, apa boleh buat. Rezeki tidak boleh ditolak, maka Daren akan menikmati rezeki itu dengan senang hati.


“Awas kamu kalau ntar sadar terus ngomelin aku,” sindir Daren.

__ADS_1


“Nggak. Buruan, Om. Aku udah nggak tahan, panas banget!”


Dera menggeliat tidak karuan, semakin membuat Daren bergairah. AC di dalam ruangan berada di suhu maksimal, tetapi pria itu juga merasa sangat panas. Tanpa ba-bi-bu, Daren langsung membuka kemeja dan kaus yang dia kenakan. Hingga terlihat perut kotak-kotak, membuat Dera tersenyum penuh binar.


“Aww, roti sobek! Aku suka.” Dera mengedipkan sebelah matanya sambil menyentuh roti sobek milik Daren dengan gerakan sensual.


Pria itu memejamkan matanya, Dera benar-benar mengujinya. Baiklah, Daren tidak akan melepaskan gadis itu. Dia tidak akan membiarkan Dera bernapas lancar setelah ini.


“Aku suk—“


Daren menyambar bibir kenyal milik Dera, ******* dengan brutal. Dera mengalungkan tangannya ke leher Daren, menikmati setiap sentuhan yang pria itu berikan. Dera membuka mulutnya saat Daren menggigit kecil bibir bawahnya, pria itu langsung melesatkan lidahnya untuk mengabsen setiap rongga mulut milik sang istri.


Puas dengan bibir, Daren turun ke leher. Memberikan tanda kepemilikan di sana, seolah memberitahu bahwa Dera adalah miliknya. Daren juga menggigit kecil telinga Dera, membuat sang empu menggeliat tak karuan.


Tidak ingin berlama-lama karena sang istri terus menuntut ke lebih intim, Daren langsung memposisikan diri. Sekali entakkan, tubuh bagian bawah mereka menyatu. Tak ada erangan sakit dari wanita di bawah Daren, yang ada hanya des*h*n penuh kenikmatan.


Daren terus melajukan kendalinya, membuat Dera terbang setinggi-tinggi dengan kenikmatan surgawi. Dia tidak peduli peluh membasahi diri, terjangan demi terjangan yang terus Daren berikan, karena Dera sangat menikmatinya.

__ADS_1


“Lakukan lagi,” bisik Dera saat Daren memeluknya lemas setelah pelepasan.


**


Di luar kamar, ada sepasang telinga yang mendengarkan pergulatan suami-istri di dalam. Kedua tangannya mengepal, hingga buku-buku tangannya terlihat. Wajah Jilia merah padam, deru napas tidak beraturan karena menahan emosi dalam dada.


Bukan seperti ini skenario yang telah dia rancang, tetapi malah membuat keduanya bersenang-senang di dalam sana. Dia ingin membuat Daren jatuh, malah dirinya yang tertipu dengan rencananya sendiri.


“Sial!” umpat Jilia. Menendang pintu kamar tamu, di mana ada sepasang suami istri yang tengah bergulat panas.


Kamar tamu memang tidak dipasang pengendap suara, jadi bisa terdengar des*h*n-des*h*n Dera dan Daren dari dalam. Sekali lagi Jilia menendang pintu, demi melampiaskan amarah yang sudah meletup-letup dalam dada.


“Lihat saja kalian, akan kubuat menderita!”


 **


InsyaAllah up lagi, tapi gak tau jam berapa.

__ADS_1


__ADS_2