Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti
Season 2: 1


__ADS_3

Selamat datang di season 2.


Mengisahkan gadis kembar yang jatuh cinta pada pria yang sama. Saling mengejar, memperlihatkan kelebihan dan kekurangan, lantas siapa di antara keduanya yang berhasil memikat pria itu.


Zakira si baik hati dan rajin, atau Zanira si paling cantik dan mempesona.


🌺🌺


“Bunda duduk aja, ya. Biar ini Zakira yang selesain.”


“Kamu yakin bisa, Sayang?”


“Bisa, Bun. Tenang aja, ok?”


Seorang gadis yang saat ini menggunakan celemek, menuntun sang bunda untuk duduk di kursi makan. Meskipun bunda berulang kali menolak, tetapi gadis itu terus memaksa. Dia hanya tidak ingin wanita tersayangnya kelelahan.


“Kira tinggal masak lagi, ya, Bun.”


“Iya, Sayang.”


Gadis cantik bernama Zakira, meninggalkan bundanya menuju dapur untuk melanjutkan memasak. Hanya tinggal sedikit, karena hampir semua makanan selesai ketika dia memasak bersama bunda tadi.


Sebagai putri pertama, Zakira tidak pernah mengeluh. Sering sekali ayahnya merekomendasikan pembantu yang baik dan rajin, tapi Zakira menolak karena dia masih bisa menyelesaikan pekerjaan rumah. Tentunya dibantu bunda dan sang adik kembaran.


“Wuih, udah mau matang aja. Maafken ya Kakak Sayang, adikmu ini kesiangan,” celetuk gadis yang baru datang. Zanira.


“Oke, Kakak maafkan. Tapi lain kali, kamu harus bayar denda,” jawab Zakira.


Zanira tertawa sambil memeluk Zakira singkat. Setelah itu sang kakak meminta adiknya untuk duduk saja bersama bunda, karena pekerjaan sudah selesai. Zakira memindahkan sayur yang baru masak, lalu dia bawa ke meja makan.


“Sudah pada menunggu semua? Maaf, ya, Kakak lama,” ucap Zakira sambil meletakkan mangkuk.

__ADS_1


“Tenang aja, kita sabar, kok. Cuma tadi Ayah aja yang udah nggak sabar,” seloroh pria muda di kursi ujung.


Seketika mendapat tatapan tajam dari sang ayah. Dia Aaron, adik bungsu Zakira dan Zanira. Memang sering sekali terdengar perdebatan di rumah itu, karena Aaron yang sangat suka menjahili kakak-kakaknya ataupun ayah dan bunda.


“Sudah, sudah. Ayah, kenapa malah mau berantem sama Aaron gitu, sih,” tegur bunda.


“Tidak, Bunda. Hanya saja anak lelaki satu-satunya di sini, selalu saja mengganggu Ayah yang tampan ini,” ucap ayah sambil memeluk bunda.


Ketiga anaknya tertawa melihat keromantisan kedua orang tua mereka. Daren segera melepaskan pelukannya, lalu mendaratkan kecupan singkat di pelipis Dera.


“Sudah, ayo kita makan. Nanti masakannya dingin kalau ngobrol terus.”


“Siap, Bunda Sayang!” teriak mereka kompak.


**


Satu persatu orang di dalam rumah itu pergi. Ayah sudah sejak sepuluh menit yang lalu pergi ke kantor, sedangkan Aaron baru saja pamit pada bunda untuk ke kampus. Tinggallah si kembar Zakira dan Zanira, gadis yang tumbuh sangat cantik. Wajah keduanya sangat mirip, meski ada perbedaan pada alis.


“Kapan kalian pergi ke butik, Sayang-Sayang Bunda?” tanya bunda Dera.


“Sebentar lagi, Bun,” jawab Zakira yang sedang membersihkan lemari kaca di ruang utama.


“Jangan dilanjut kalau memang buru-buru, Kak. Nanti Bunda saja yang melanjutkannya,” ucap bunda.


“Sudah mau selesai, kok, Bun. Tenang aja.”


Selesai membersihkan lemari kaca, Zakira menaruh lap kotor di belakang. Lalu dia pamit pada bunda untuk ke kamar, Zakira harus membersihkan dirinya lebih dulu.


Sedangkan Zanira sudah rapi, gadis itu menghampiri bunda di ruang utama. Menonton tv bersama sambil menunggu Zakira. Keduanya memang bekerja di tempat yang sama, mereka pun juga lulusan yang sama, yaitu desain.


“Kami pamit, ya, Bun. Kalau misalnya nanti Bunda bosan sendirian di rumah, video call kami saja,” pamit Zakira.

__ADS_1


“Iya, Sayang, pasti. Kalian juga jangan lupa makan. Kira, ingatkan adikmu yang cantik ini untuk makan, ya.”


“Ih, Bunda. Nira bukan anak kecil, ya. Pasti ingat, kok,” ujar Zanira. Bibirnya sudah maju lima senti membuat bunda Dera dan Zakira tertawa.


**


“Eh, si kembar cantik sudah datang!” seru gadis yang berdiri di depan butik.


“Mina, kamu sudah lama di sini? Siapa yang antar? Papahmu, ya?” tanya Zakira.


“Yup.”


“Lagian aku heran banget sama, nih, bocah. Ayahnya punya perusahaan besar, malah milih kerja di butik kita. Astaga,” celetuk Zanira sambil menepuk jidatnya.


Gadis bernama Mina mencebikkan bibirnya, kesal. Ucapan si kembar selalu saja membuat dia kesal parah.


“Lihat saja kamu Zanira! Aku nggak bakalan ceritain tentang cowok-cowok ganteng lagi!” teriak Mina.


“Eh, jangan, dong! Aku bercanda Mina Sayang!”


Setiap pagi memang selalu saja ada perdebatan antara Mina dan Zanira. Mina sendiri adalah anak dari papah Pandu dan mamah Vera.


**


Kalian pasti tau dong, yang sifatnya mirip ayah Daren di antara ketiga anaknya siapa. Hayo, tau nggak, ya.


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2