Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti
Season 2: 17


__ADS_3

Sekarang Zakira sangat percaya, bahwa takdir tidak ada yang tahu selain Dia. Sudah tidak ada kata terpaksa lagi, saat dia menerima sosok Alden. Ayah dan bunda sangat bahagia, ketika mendengar niat Alden untuk melamarnya. Lalu, apa lagi yang harus Zakira lakukan? Membuat patah keduanya?


“Kalau begitu, saya permisi,” pamit Alden pada semua orang yang ada di sana.


“Iya, Nak Alden. Hati-hati di jalan. Sayang, anterin ke depan.”


“Iya, Yah,” jawab Zakira.


Gadis itu mendahului Alden menuju pintu keluar. Tiba di teras, Zakira menatap Alden yang juga menatap ke arahnya.


“Ada apa?” tanya Alden bingung, sebab Zakira hanya diam saja.


“Emm. Nggak ada,” balas Zakira kikuk.


“Ngomong aja.”


“Kamu beneran mau ngelamar aku?”


“Entah. Lihat aja besok.”


“Alden!”


“Aku pulang.” Alden berjalan meninggalkan Zakira, lalu masuk ke dalam mobil pribadi keluarga Daren.


Dia akan meminta bawahannya untuk mengembalikan mobil Zakira besok, karena saat ini Alden tidak membawa mobilnya sendiri. Sedangkan Zakira, gadis itu sangat kesal. Sifat Alden berubah-ubah, kadang cuek, kadang perhatian. Dia sampai bingung untuk membedakannya.


Ketika mobil yang Alden tumpangi sudah tidak terlihat, Zakira memilih masuk kembali ke dalam rumah. Berkumpul bersama keluarganya lagi, Zakira diberondong banyak pertanyaan.


“Kenapa nggak bilang sama Bunda, kalau kamu sudah punya calon?” tanya bunda, Zakira bingung mau menjawab apa.


“Itu, Bun. Zakira ... malu,” cicit gadis itu. Seketika semua orang yang berada di sana, tertawa.

__ADS_1


“Astaga. Seharusnya kamu jujur saja, Sayang. Bunda nggak akan marah, kok.”


“Sudahlah, Bun, jangan menggodanya lagi. Tuh, kelihatan pipinya bersemu merah,” ucap ayah.


Zakira hanya tersenyum, merasa bahagia melihat kedua orang tuanya tertawa. Namun, dia juga merasa bersalah, sebab sudah berbohong demi masalah yang terjadi segera selesai.


“Zakira izin ke kamar semuanya,” pamit Zakira yang dibalas anggukan oleh mereka.


Sesampainya di kamar, Zakira langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur. Menatap langit-langit kamar, banyak hal yang Zakira pikirkan untuk ke depannya. Hingga bunyi ponsel, membuat gadis itu tersadar.


“Halo?”


“Jangan lupa cuci muka dan kaki, setelah itu tidur. Mimpi indah.”


Tut


Zakira menghela napas, ada-ada saja tingkah Alden. Namun, dia tetap menuruti perintah pria itu, lalu segera tidur.


🌺🌺


“Kak.”


“Iya, Nir. Ada apa?”


“Aku ingin meminta maaf kembali. Maafkan aku, Kak,” lirih Zanira.


“Kamu jangan khawatir, Kakak sudah memaafkanmu. Tetaplah menjadi adik aku yang cantik, jangan kelihatan sedih lagi.”


“Benar kata Bunda. Tidak mungkin laki-laki akan menolak Kak Kira, sedangkan sikap dan sifat Kakak saja, dambaan semua orang. Bahkan aku yang perempuan,” puji Zanira.


“Anak baik, hadir karena adanya Bunda yang hebat dan Ayah yang bijaksana.”

__ADS_1


🌺🌺


“Apakah kamu menerima niat baik saya? Ingin menjadikanmu istri sekaligus ibu untuk anak-anak saya kelak? Dan juga, menjadikan kamu tempat saya pulang, tempat berbagi keluh kesah.” Alden menatap penuh harap pada Zakira. Pria itu kelihatan gagah dengan balutan kain batik.


Tidak bisa dideskripsikan bagaimana keadaan Zakira, sudah pasti sangat tremor. Ada bahagia yang tercipta di dada, ada pula kegugupan yang tidak bisa dia hentikan.


“Kak,” tegur bunda.


“Eh, iya, Bun. Maaf.” Lagi-lagi Zakira jadi bahan tertawaan, karena kegugupannya itu.


“Mungkin Zakira butuh waktu beberapa jam atau hari untuk menjawabnya.”


“Nggak, Yah! Zakira akan jawab sekarang,” ucap Zakira.


Menghela napas kasar, Zakira menatap satu persatu orang yang ada di sana. Mereka tersenyum, tetapi senyum wanita yang duduk di sebelah Alden, menenangkan hati Zakira.


“Bismillah Zakira menerima niat baik Alden,” putus Zakira mantap.


Semua orang mengucap puji syukur, begitu pun Alden yang langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan. Meski sejak awal datang dia kelihatan sangat dingin, tetapi dibalik itu semua ada rasa gugup dan tidak percaya diri.


“Kalau begitu, kita tentukan saja tanggal pernikahan mulai dari sekarang.”


“Alden!” teriak Zakira kesal.


“Kata Ibuku, lebih cepat lebih baik.”


 🌺🌺


Jangan gemes sama othor, karena hilang timbul seperti ayang. Beberapa hari lalu, othor disibukkan dengan kegiatan sekolah. Ditambah sakit yang suka datang tiba-tiba.


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2