Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Episode 102


__ADS_3

mari masuk, saya sampai lupa. " ujar mang ujangan dengan tersenyum dan mempersilahkan mereka masuk dan yang lainnya hanya tersenyum dan mulai memasuki villla tersebut.


" wahh mang ujang sama lastri bisa di percaya ya buat jaga villa ini buktinya villa ini tetap seperti dulu gak ada yang berubah. " ujar Raisya dengan melihat sekeliling.


" syukurlah kalau saya dan lastri bisa di percaya nak Raisya dan nak tama dan saya juga sama lastri gak pernah mengubah apapun yang ada di sini. " ujar mang ujang dengan sopan.


" pasti lahh mang kita percaya, bagaimana pun mang ujang dan lastri sudah lama bekerja dengan keluarga wijaya Dari semenjak anjel bayi sampai anjel sudah mau menikah mang ujang sama lastri masih tetap mengabdi di keluarga ini. " ujar Pratama dengan menjelaskan seberapa lama kepala pelayan dan asisten kepala pelayannya yang sudah mengabdi belasan tahun dengan keluarganya.


" kamarnya sudah di siapkan mang ? " ujar Raisya yamg bertanya dengan sopan.


" sudah nak, mamang dan lastri sudah menyiapkan kamarnya dengan rapi dan bersih. " ujar mang ujang dengan tersenyum.


" wahh mang ujang manis banget ya kalau tersenyum. " ujar anjel yang berdiri tetap di samping kepala pelayan tersebut.


" terimakasih nona. " ujar mang ujang dengan membungkuk hormat.


" wahh ternyata mang ujang sudah lupa ya sama aku sampai - sampai panggol nona. " ujar anjel dengan menyibikkan bibirnya sedangkan mang ujang yang lupa pun kebingungan siapa gadis ini.


" ini anjel mang, adiknya derel yang waktu kecil cengengnya minta ampun. " ujar Derel yang berdiri tetap di samping adiknya.


" ohh astagfirullah ... mamang teh lupa non anjel, wahh ternyata non anjel teh gedenya geulis banget ya sama kaya mamanya yang geulis. " ujar mang asep dengan mengelus kepala anjel dengan lembut karna dulu waktu kecil dia lahh yang selalu mengajak anjel main dan anjel langsung mencium tangan kepalay pelayan tersebut yang sudah di anggap sebagai orang tuanya juga.


" jangan panggil non mang panggil aja lia sama kaya waktu kecil mamang panggil anjel. " ujar anjel dengan tersenyum manis.


" wahh neng lia teh masih inget aja ya, ternyata mamang gak pernah di ya sama neng lia teh. " ujar mang ujang dengan mengelus rambut anjel.

__ADS_1


" pasti dong anjel gak bakal pernah lupa sama mamang yang waktu dulu selalu nemenin anjel main sampai - sampai anjel tidur karna lelah bermain. " ujar anjel yang membayangkan kisah masa kecilnya yang sedang bermain lari - larian sambil tertawa bahagia bersama kepala pelayannya yang sudah di anggap orang tuanya sendiri.


sedangkan yang lainnya hanya menyaksikan percakapan yang cukup akrab dari kedua orang tersebut dan tak lama kemudia suasana menjadi sangat ribut dengan suara yang sangat menggelegar.


" ASSALAMUALAIKUM ..., LASTRI YANG CANTIK, UCUL DAN MANIS INI TELAH KEMBALI !!! " teriakan suara seorang wanita yang tidak terlalu muda dan yak terlalu tua sekitar 25 tahunan tersebut membuat semua menatap ke arah sumber suara yang sangat menggelegar itu sedangkan wanita tersebut yang tak lain lastri asisten kepala pelayan tersebut menjadi sangat malu.


" shutt ... mang ujang, kenapa gak kasih tau lastri sihh kalau nyonya, tuan dan yang lainnya sudah datang sihh, kan lastri jadi malu mang. " ujar wanita tersebut dengan berbisik di samping mang ujang.


" lagian kamu teh kalau datang jangan teriak - teriak jadi kebiasaankan ujung - ujungnya malu sendiri kan. " ujar mang ujang dengan tak kalah berbisik sedangkan wanita itu kesel dengan mang ujang yang tak memberitahukan kedatangan tuan dan nyonya.


" hahahahaha .... " ujar Raisya yang mencairkan suasana sedangkan yang lain hanya menyaksikannya saja dengam bingung.


" hahahahahaha ... " tawa lastri yang ikut - ikutan.


" gak tau nyonya, saya hanya mengikuti nyonya saja. " ujar lastri dengan cengar cengir dan menggaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali.


" aduh lastri ... lastri, kirain saya kamu ketawa karna apa, saya tuhh ketawa karna kelakuan kamu Masih saja sama seperti dulu gak ada bedanya. " ujar Raisya yang menjelaskan.


" ohh gitu ya nya, maaf lastri teh kirain nyonya sama tuan teh belum datang makanya lastri teh kaya gitu nya. " ujar asisten kepala pelayan tersebut dengan menunduk.


" santai saja kamu kaya sama siapa saja, ohh ini kenalin yang lainnya, yang itu kamu masih inget kan putra pertama saya rafi, yang itu putra kedua saya derel dan - " ujar Raisya yang terpotong dengan suara lastri.


" ya gusti nu agung ini teh geulis pisan, namina saha geulis ? " ujar lastri dengan logat sundanya.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Selamat malam readers 👋


alhamdulillah author hari ini bisa crazy up untuk hari ini dan jangan lupa selalu tekan like , vote, tip dan juga komennya.


see you tomorrow guys 😘

__ADS_1


__ADS_2