Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Extra Part 3


__ADS_3

Setelah Anjel di pindahkan ke ruang rawat Inap, mereka langsung masuk kedalam melihat kondisi sang Ibu.


" Ciee ... yang udah jadi Ibu. " ledek Stella dengan menoel noel pipi Anjel.


" Hehehehe ... ternyata susah ya melahirkan. " ujar Anjel dengan masih lemah.


" Yups, dong. " ujar serempak Stella dan Agustin.


" Mom, Anjel minta maaf kalau selama ini Anjel suka ngelawan atau durhaka sama mommy, ternyata perjuangan seorang Ibu sangatlah besar dalam mempertaruhkan nyawanya. " Ujar Anjel dengan mengenggam erat tangan Raisya sambil menitikkan air matanya.


" Queen kau sama sekali tak pernah melawan mommy atau durhaka sama mommy, justru kau adalah putri mommy yang paling penurut dan teruslah menjadi istri dan ibu yang baik untuk mereka semua, jangan biarkan kedua anak mu tumbuh tanpa kasih sayang. " ujar Raisya yang mencium kening putrinya dengan mata yang berkaca kaca.


" Bahagia sekali melihat mereka melahirkan seorang anak, kapan tuhan akan memberikan ku seorang anak. " gumam Mutiara dengan sendu yang masih bisa di dengar oleh Derel di sampingnya.


" Suatu saat nanti kita akan merasakannya. " bisik Derel dengan mencium pipi Mutiara.

__ADS_1


" Maafkan aku yang tak sempurna, kalau kau ingin menikah lagi, aku akan mengijinkannya. " ujar Mutiara dengan terisak membuat semua orang memperhatikannya.


" Ra, sini dehh. " Ujar Anjel memanggil Mutiara untuk mendekat ke arahnya dan Mutiara pun langsung berjalan mendekati Brangkar Anjel.


" Dengerin ya, semua orang tak ada yang sempurna, hanya tuhanlah yang maha sempurna. mungkin tuhan belum mempercayakan kalian menjadi orang tua, pasti suata saat nanti jika tuhan sudah mempercayai kalian menjadi orang tua, kau pasti akan mengandung dan inget kakak ku tak akan pernah menikah lagi karna akulah orang yang pertama yang menentangnya. " ujar Anjel dengan mengenggam erat tangan kakak iparnya.


" Kau tenanglah, Nak. Mommy yakin kau pasti akan hamil jika sudah waktunya dan mommy tak ingin mempunyai menantu lagi selain dirimu. " ujar Raisya yang memeluk Mutiara.


" Terimakasih, Mom. " ujar Mutiara dengan terisak di dalam pelukan mertuanya.


" So, jangan pantang menyerah. " ujar Raisya yang sudah melepaskan pelukannya.


" Kita berjuang bersama sama dan aku bersumpah tak akan pernah meninggalkan mu atau pun menikah lagi. " Ujar Derel dengan mengenggam erat tangan istrinya.


" Terimakasih. " Mutiara tersenyum senang memiliki suami seperti Derel Wijaya walaupun dulu suaminya tak mencintai dirinta tapi seiring berjalannya waktu dia pun mencintainya.

__ADS_1


" Kita lupakan yang mellow-mellow, apakah kalian sudah menentukan nama si kembar ? " ujar Racquel dengan menatap putra dan menantunya.


" Sudah. " Serempak Kevin dan Anjel dengan tersenyum.


" Siapa ? " ujar serempak mereka semuanya.


" Namanya Erlan Alexander Abraham dan Elsa Cecilia Abraham. " ujar Kevin.


" Nama yang bagus. " ujar Raisya dan di angguki mereka.


" Kalau mereka sudah besar kita sekolahin di tempat yang sama aja. " usul Stella.


" Kau ini, masih lama sayang. " ujar Rafi yang gemas mengacak-ngacak rambut sang istri.


" Hehehehe. " Stella hanya bisa terkekeh dan merapikan rambutnya.

__ADS_1


Mereka pun menghabiskan waktu dengan berbincang-bincang tentang masa depan anak mereka, jodoh anak mereka dan berapa target anak yang mereka inginkan.


Sungguh kebahagiaan telah hadir di antara mereka semuanya, sampai mereka pun tak tau akan ada kehancuran yang akan menghampiri mereka dan akan ada pertikaian yang akan terjadi di masa yang mendatang.


__ADS_2