Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Extra part 21


__ADS_3

Kini di Alexander Hospital, Hanya Pratama dengan Erlan yang menemui Kevin dan Kristal. Karna kondisi Raisya yang masih pingsan tidak memungkinkan untuk mereka tinggal dan telah di putuskan Elsa lah yang menjaga Raisya di kediaman Wijaya.


Mereka kini telah menunggu di dalam kamar rawat Kevin dan Kristal, setelah di lakukan pemeriksaan, pihak Rs pun langsung memindahkannya ke kamar rawat VVIP dimana hanya di peruntukkan untuk keluarga pemilik Alexander Hospital.


Di lihat lah kondisi Kevin yang masih setia memenjamkan matanya dengan berbagai alat medis sebagai alat bantu pernafasannya dan Kristal juga yang masih tetap memejamkan matanya, tapi kondisi Kristal lah yang paling parah dari Kevin dengan ada benturan di kepalanya dan Anjel yang masih belum di temukan, tapi pihak timsar sudah menyerah mencari Anjel dan memutuskan bahwa Anjel telah tiada.


Pihak Keluarga sebenarnya tidak terima, pencarian Anjel yang di berhentikan secara sepihak, tapi mau gimana lagi, mereka juga gak bisa mencari sendiri karna ke dalaman laut yang sangat tidak memukinkan untuk mereka mencari kedasarnya dan mereka hanya bisa berdoa semoga mukjizat menghampirinya, hanya itu harapan mereka.


" Ayo buka matamu, Dad. " ujar Erlan dengan duduk di sebelah ranjang Kevin.


" Kau menantuku yang paling hebat, kau pasti bisa melewati ini semua. " gumam Pratama dengan memandang wajah terlelap menantunya dan Pratama pun langsung bergantian melihat cucu tersayangnya. ya, walaupun Kristal bukan anak kandung putrinya tapi itu tidak mengurangi rasa sayang dirinya.


" Bangunlah, sayang. Apa kau tega melihat oppa mu bersedih ? " ujar Pratama dengan mencium kening Kristal, tak terasa buliran air matanya terjatuh di kedua pipinya.


" Oppa janji setelah kau sadar, oppa akan mengajakmu bermain kuda-kudaan, kau suka kan main kuda-kudaan ? " Pratama tak lelah mengajak ngobrol cucunya yang tidak di balas satu pun.


" Sia, kau suka kan aku memanggil mu sia ? ayo bangun lah sia ku. " kini giliran Erlan lah yang mengajak Kristal mengobrol, walaupun tak di balas oleh sang empunya.


" Kakak janji setelah kau bangun, kakak akan mengajari mu menembak, kau ingat hari itu kau memintaku mengajari mu. " ujar Erlan yang mengingat hari itu Kristal merengek minta di ajarkan menembak oleh dirinya.


Flashback On

__ADS_1


Di tempat khusus menembak yang di sediakan Kevin, kini Erlan sedang membidik buah apel yang sayangnya meleset karna ulah adiknya Kristal.


" Kau lihat ? melesetkan ? " ujar Erlan dengan menunduk melihat adiknya yang menarik lengannya.


" Biarin, siapa suruh kakak gak mau ngajarin Kristal. " ujar Kristal dengan melipat tangannya di depan dada sambil mencibikkan bibirnya.


" Kau ini, gemasnya. " ujar Erlan dengan mencubit pipi chubby adiknya.


" Ihh sakit tau. " ujar Kristal dengan menepis tangan kakaknya.


" Sudah sana main sama Kak Elsa dan jangan menganggu kakak latihan. " ujar Erlan yang mulai bersiap lagi membidik buah apel tersebut dan masih tetap di ganggu Kristal dengan lengannya yang di tarik kembali.


" Ajarin Kristak ya. " ujar Kristal dengan pupy eyesnya yang biasanya mampu membuat yang melihatnya langsung menyutujui keinginannya.


" Huaaa ... Mommy !! Kak Erlan jahat ... hikss ... hikss. " Kristal pun menangis dengan kencang yang mampu membuat semua orang di kediaman tersebut langsung menghampirinya.


" Erlan, kau apakan adik mu ?!! hahh !! " Anjel berteriak ke arah putranya dan langsung memeluk Kristal.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf ya baru di lanjutin 🙏 mampir juga ya ke season 2 nya :) dan jangan lupa like end votenya 🙏😊

__ADS_1


See you tomorrow guys 😘


__ADS_2