
Six years later ...
Sudah Enam tahun Kristal tinggal bersama keluarga Alexander, Sampai sekarang Kristal belum mengetahui kalau dirinya bukanlah putri kandung Kevin dan Anjel.
Hari Ini di kediaman Alexander tepatnya di meja makan, mereka telah berkumpul sarapan tanpa kehadiran Kristal yang tidak ingin sarapan dan langsung menuju taman.
" Mom, Kristal mana ? " ujar Erlan yang melihat kursi yang biasanya adiknya tepati kini kosong.
" Dia di taman, katanya gak mau sarapan dan coba kau samperin Kristal sekalian ajak dia sarapan lagi, siapa tau dia mau. " ujar Anjel yang sedang menuangkan susu di gelas ketiga anaknya.
" Baiklah dan si tomboy kemana ? " Erlan juga tak melihat kehadiran kembarannya.
" Dia masih di kamarnya dan sebentar lagi juga turun. " ujar Anjel.
" Ohh, kalah gitu Erlan samperin Kristal dulu Mom, dad. " ujar Erlan dan di angguki kedua orang tuanya.
Erlan pun berlalu menuju taman yang biasanya tempat dirinya dan kedua adiknya bermain bersama.
Setelah sampai di taman, Erlan melihat Kristal yang tengah bermain dengan kucing kesayangannya dan Erlan pun langsung menghampiri adiknya.
" Wahh, asik sekali mainnya. " ujar Erlan dengan duduk di sebelah adiknya.
__ADS_1
" Ehh kak lan, kakak ngapain disini dan kakak gak sarapan ? " Kristal menengok ke arah Erlan dengan memangku kucing kesayangannya.
" Menemui mu dan ayo kita sarapan. " ujar Erlan menarik tangan Kristal.
" Gak kak, perut Kristal lagi gak enak. " Kristal menahan tangan kakaknya.
" Kau tau perut mu gak enak, kenapa malah gak mau sarapan, hmm ? " Erlan menangkup pipi gembul adiknya.
" Kalau Kristal sarapan yang ada perutnya makin sakit. " ujar Kristal dengan wajah menggemaskan.
" Gak akan, ayo kita sarapan. " ujar Erlan yang akan mengenggam tangan adiknya lagi tapi Kristal malah berlari menjauhi Erlan.
" KAU JANGAN LARIII !!! " ujar Erlan dengan langsung berlari mengejar Kristal.
" Dasar nakal, kakak akan menangkup mu dan menggelitiki mu. " ujar Erlan dengan menangkap Kristal dan menggelitikkinya dengan tertawa.
" Hahahahaha ... Hentikan Kak, Geli ... hahahaha. " ujar Kristal dengan tertawa geli.
" Kalian Curang ! Tak mengajakku. " ujar Elsa dengan menghampiri mereka dengan cemberut.
" Heyhey ... kenapa Cemberut begini, jelek. Kakak hanya mengejar anak nakal ini yang tak mau makan. " Ujar Erlan dengan mengelus pucuk kepala Elsa dengan tersenyum.
__ADS_1
" Baiklah dan kita akan menggelitiki anak nakal ini. " ujar Elsa dengan langsung menggelitiki Kristal yang langsung di susul Erlan yang ikut menggelitiki Kristal dengan sesekali mereka tertawa bahagia dan tak lama Anjel dengan Kevin yang melihatnya jadi ikutan menggelitiki mereka secara bergantian dan mereka bertiga hanya mampu tertawa geli, sungguh pagi yang sangat bahagia.
***
Menit berganti menit, jam berganti jam dan malam hari mereka tengah berkumpul di ruang tengah setelah makan malam dan biasanya mereka akan menonton tv bersama.
Seperti malam ini, mereka tengah menonton tv yang menayangkan Drakor kesukaan Si kembar Elsa dan juga Anjel, sedangkan Kevin, Erlan juga Kristal hanya memainkan ponselnya, sesekali mereka melirik Elsa yang menangis melihat tayangan drakor tersebut.
" Lebay, terlalu menghayati. " Batin Erlan yang melihat saudari kembarnya menangis melihat tayangan drakor tersebut.
" Beginilah kalau mereka terlalu asik menontonnya. " Batin Kevin dengan menggeleng.
" Kenapa juga kak Elsa dan Mommy menyukai Film Drakor, kenapa gak Film action aja sihh lebih seru. " Gumam Kristal dengan Badmood yang masih bisa di dengar Anjel di sampingnya.
" Heyy, kau lihat drakor itu lebih seru dari Film action, ya gak Sayang ? " ujar Anjel dengan merangkul putrinya Elsa.
" Seratus buat, mommy. " ujar Elsa dengan tersenyum.
" Gak, Seruan juga Film Action. Ya gak Son, girl ? " ujar Kevin yang melirik Erlan dan Kristal.
" Betul, Dad. seruan Action ada adegan berantemnya, bunuh-bunuhannya dan yang paling penting tembak-tembakkan. " ujar Erlan dengan mengangguk setuju.
__ADS_1
" Bener kata kak Erlan dan Kristal lebih suka Film Action. " ujar Elsa dengan memihak Kakak laki-lakinya dan daddynya.
" Kalian ini gak asik. " ujar Anjel dengan mengerucutkan bibirnya melihat putra dan putrinya memihak suaminya.