
" Bangsat ! Nihh cewek ngapain sihh pake kaya gitu segalan, dahh ini mahh fiks bakal ada yang sedih. " batin Anjel dengan melirik kembali Anita yang mulai sendu.
" Guys gua ketoilet dulu ya. " ujar Anita dengan langsung berlari tanpa memerdulikan tatapan aneh dari para undangan termasuk Agustin, Elang, Kenzo dan Vino yang sudah kembali.
" Gua susul Anita dulu ya. " ujar Agustin yang langsung di cekal oleh Elang.
" Gak, diam disini dan jangan kemana - mana inget lagi hamil. " bisik Elang penuh penekanan yang membuat mereka semuanya tambah bingung dengan hubungan mereka berdua, tapi tidak dengan Kenzo dan Vino yang tampak santai karna mereka sudah mengetahuinya.
" Tap - " belum selesai Agustin melanjutkan langsung mendapatkan tatapan tajam dari pria di sampingnya.
" Gak suka di bantah. " ujar Elang penuh penekanan dan Agustin hanya mengangguk saja.
" Biar gua aja yang susul. " ujar Veronica yang siap menuju Toilet langsung di tahan Bryan.
" Biar gua aja. " ujat Bryan yang langsung menuju toilet.
" Ehh ikuttt. " ujar wanita yang datang bersama Bryan tapi di tahan Veronica.
" Biarkan, sebenarnya lo siapa ? " ujar Veronica dengan tatapan tajamnya memandang wanita itu.
" Bukan urusan anda. " ujar wanita itu dengan menghempas tangan Veronica.
__ADS_1
" Itu jadi urusan gua, karna kehadiran lo bikin teman gua sedih. " ujar Veronica penuh penekanan.
" Tahan emosi. " ujar Danu di samping Veronica dengan memeluk pinggangnya.
" Hufftt ... sampai lupa. " ujar Veronica dengan menghembuskan nafasnya.
" Gua Adek sepupu Bryan dan gua sengaja manas - manasin mantannya Bryan, karna gua mau lihat cewek itu masih menyukai Bryan atau gak dan ternyata dia masih menyukainya. " ujar Wanita itu dengan tersenyum.
" Whatt ?!! " ujar serempak Anjel, Veronica, Mutiara, Agustin dan Citra.
" Hahahaha ... pasti tadi kalian kira gua itu ceweknya Bryan kan, gua akui akting gua ini pintar dan gua harus nemuin mereka biar gak salah paham. " ujar wanita itu dengan terkekeh dan langsung menyusul kakak sepupunya.
" Anjir gua dahg ngegas ternyata cuma adek sepupunya doang. " ujar Veronica dengan menutup mukanya di dada bidang calon tunangannya.
" Pusing, mendingan gua makan siomay. " ujar Agustin dengan ancang - ancang menghampiri tempat siomay tapi di tahan Elang.
" Bumil makan mulu. " ujar Veronica dengan menatap Agustin.
" Biarin, awas ahh mau makan. " ujaf Agustin dengan melepaskan genggaman Elang.
" Cukup, tadi udah banyak makannya. " ujar Elang dengan menatap datar Agustin.
__ADS_1
" Tapi pengen. " ujar Agustin dengan mengeluarkan pupy eyesnya yang membuat semuanya gak tega termasuk Elang.
" Baiklah, satu kali lagi. " ujar Elang dengan mengacak gemas pucuk kepala Agustin yang membuat Agustin tersipu malu.
" Bentar, kalian berdua ada hubungan apa ? " ujar Anjel yang mewakili yang lainnya.
" Gua ayah dari anaknya. " ujar Elang santai dan langsung mengikuti Agustin menuju tempat siomay.
" Whatt ?!! " ujar serempak semuanya.
" Wihh kompak. " ujar Vino kompak dengan terkekeh.
" Nanti aku jelasin. " ujar Kenzo yang melihat Cika memandangnya.
" Oke. " ujar Cika dengan tersenyum.
" Ekhemm ... Benci jadi cinta nihh. " ujar Vino dengan meledek Kenzo.
" Bangsat lo !! " ujar Kenzo dengan memukul bahu Vino yang langsung membuat semuanya tertawa.
" Mungkin ini udah waktunya berbahagia dengan pasangan masing - masing dan gak nyangka semuanya sahabatku kini sudah mempunyai pasangan masing - masing. " batin Anjel dengan tersenyum bahagia melihat kebahagian terpancar dari semuanya di pesta pernikahannya.
__ADS_1