Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Episode 222


__ADS_3

" Bangsat ! Nihh cewek ngapain sihh pake kaya gitu segalan, dahh ini mahh fiks bakal ada yang sedih. " batin Anjel dengan melirik kembali Anita yang mulai sendu.


" Guys gua ketoilet dulu ya. " ujar Anita dengan langsung berlari tanpa memerdulikan tatapan aneh dari para undangan termasuk Agustin, Elang, Kenzo dan Vino yang sudah kembali.


" Gua susul Anita dulu ya. " ujar Agustin yang langsung di cekal oleh Elang.


" Gak, diam disini dan jangan kemana - mana inget lagi hamil. " bisik Elang penuh penekanan yang membuat mereka semuanya tambah bingung dengan hubungan mereka berdua, tapi tidak dengan Kenzo dan Vino yang tampak santai karna mereka sudah mengetahuinya.


" Tap - " belum selesai Agustin melanjutkan langsung mendapatkan tatapan tajam dari pria di sampingnya.


" Gak suka di bantah. " ujar Elang penuh penekanan dan Agustin hanya mengangguk saja.


" Biar gua aja yang susul. " ujar Veronica yang siap menuju Toilet langsung di tahan Bryan.


" Biar gua aja. " ujat Bryan yang langsung menuju toilet.


" Ehh ikuttt. " ujar wanita yang datang bersama Bryan tapi di tahan Veronica.


" Biarkan, sebenarnya lo siapa ? " ujar Veronica dengan tatapan tajamnya memandang wanita itu.


" Bukan urusan anda. " ujar wanita itu dengan menghempas tangan Veronica.

__ADS_1


" Itu jadi urusan gua, karna kehadiran lo bikin teman gua sedih. " ujar Veronica penuh penekanan.


" Tahan emosi. " ujar Danu di samping Veronica dengan memeluk pinggangnya.


" Hufftt ... sampai lupa. " ujar Veronica dengan menghembuskan nafasnya.


" Gua Adek sepupu Bryan dan gua sengaja manas - manasin mantannya Bryan, karna gua mau lihat cewek itu masih menyukai Bryan atau gak dan ternyata dia masih menyukainya. " ujar Wanita itu dengan tersenyum.


" Whatt ?!! " ujar serempak Anjel, Veronica, Mutiara, Agustin dan Citra.


" Hahahaha ... pasti tadi kalian kira gua itu ceweknya Bryan kan, gua akui akting gua ini pintar dan gua harus nemuin mereka biar gak salah paham. " ujar wanita itu dengan terkekeh dan langsung menyusul kakak sepupunya.


" Anjir gua dahg ngegas ternyata cuma adek sepupunya doang. " ujar Veronica dengan menutup mukanya di dada bidang calon tunangannya.


" Pusing, mendingan gua makan siomay. " ujar Agustin dengan ancang - ancang menghampiri tempat siomay tapi di tahan Elang.


" Bumil makan mulu. " ujar Veronica dengan menatap Agustin.


" Biarin, awas ahh mau makan. " ujaf Agustin dengan melepaskan genggaman Elang.


" Cukup, tadi udah banyak makannya. " ujar Elang dengan menatap datar Agustin.

__ADS_1


" Tapi pengen. " ujar Agustin dengan mengeluarkan pupy eyesnya yang membuat semuanya gak tega termasuk Elang.


" Baiklah, satu kali lagi. " ujar Elang dengan mengacak gemas pucuk kepala Agustin yang membuat Agustin tersipu malu.


" Bentar, kalian berdua ada hubungan apa ? " ujar Anjel yang mewakili yang lainnya.


" Gua ayah dari anaknya. " ujar Elang santai dan langsung mengikuti Agustin menuju tempat siomay.


" Whatt ?!! " ujar serempak semuanya.


" Wihh kompak. " ujar Vino kompak dengan terkekeh.


" Nanti aku jelasin. " ujar Kenzo yang melihat Cika memandangnya.


" Oke. " ujar Cika dengan tersenyum.


" Ekhemm ... Benci jadi cinta nihh. " ujar Vino dengan meledek Kenzo.


" Bangsat lo !! " ujar Kenzo dengan memukul bahu Vino yang langsung membuat semuanya tertawa.


" Mungkin ini udah waktunya berbahagia dengan pasangan masing - masing dan gak nyangka semuanya sahabatku kini sudah mempunyai pasangan masing - masing. " batin Anjel dengan tersenyum bahagia melihat kebahagian terpancar dari semuanya di pesta pernikahannya.

__ADS_1


__ADS_2