
Happy Reading guys 😚
^^^
" Morning kiss. " ujar Kevin dengan terkekeh.
Cup
Anjel pun mencium balik kevin tapi tidak di bagian bibirnya melainkan di pipi Kevin dengan tersenyum malu atas tindakannya yang di luar nalar.
" Udah gak malu nihh ? " goda Kevin dengan mencolek dagu sang istri.
" Ihh apaan sihh. " ujar Anjel dengan menepis tangan Kevin dan memalingkan wajahnya ke arah lain untuk menutupi pipinya yang sudah seperti kepiting rebus.
" Hahahaha ... malu nihh ? mandi bareng yukk, yang. " ujar Kevin dengan meletakkan dagunya di bahu Anjel yang terlihat salting (salah tingkah).
" Gak mau, aku yang mandi duluan. " ujar Anjel dengan menarik selimut menutupi tubuhnya yang tanpa busana menuju kamar mandi, tapi baru berjalan selangkah saja sudah meringis menahan sakit di area sensitifnya.
" Awww ... sss-sakit. " lirih Anjel yang langsung membuat Kevin membantu dirinya duduk kembali di tepi ranjang.
__ADS_1
" Kau tak papa ? mana yang sakit ? yang, ayo jawab. " ujar Kevin dengan panik.
" Ini gara - gara kamu semalam agresif banget, sampai sakit kan. " ujar Anjel dengan mendelik.
" Maaf, aku gendong aja ya ? " ujar Kevin dengan tak enak melihat sang istri menahan sakit atas ulahnya.
" Ga- " belum sempat Anjel menyelesaikan kata - katanya sudah keburu di gendong kevin ala bridel style.
" Lepasinnnn !! Kevinnn, lepasinnn ! aku maluuu !!!! " teriak Anjel dengan meronta ronta.
" Kau mau aku jatuhkan disini ? " ujar Kevin dengan menghentikan langkahnya.
" T-tidak. " ujar Anjel yang mengeratkan tangannya di leher Kevin agar tubuhnya tak di lepaskan ke lantai.
Sesampainya di kamar mandi, Kevin langsung meletakkan tubuh Anjel dengan hati - hati kedalam bathup tak lupa menyalan air hangat dan menuangkan aroma terapi.
" Udah sana keluarr. " ujar Anjel dengan menatap tajam Kevin yang tengah menatap tubuhnya tanpa berkedip.
" Yang, kita mandi bareng ya. " ujar Kevin yang ikut - ikutan masuk kedalam bathup.
__ADS_1
" Kevinnn !!! " ujar Anjel yang berteriak kesal dengan suaminya ini dan mereka pun melalukan kegiatan panas di dalam kamar mandi.
Sedangkan di apartemen Elang Kusuma Adijaya, Agustin kini tengah menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Elang, semenjak Elang mengetahui tentang kehamilan dirinya, lelaki itu menyuruhnya tinggal di apartemennya dengan sikap yang overprotektif.
" Apa yang kau lakukan. " suara bariton tersebut mampu membuat Agustin yang tengah memasak terkejut menatap sosok pria yang berdiri di belakangnya dengan tatapan dinginnya.
" Aaa- aku, hanya ingin memasak. " ujar Agustin dengan menunduk takut dan semua sikap cerewetnya jika bersama sahabatnya hilang seketika di depan pria di hadapannya.
" Kau tuli ?! Aku tak mengijinkan kau melakukan apapun !! Kau paham ?!! " Bentakan dari Elang mampu membuat Agustin terisak.
" Hikkss ... ma-maaf aku ... hikss. " ujar Agustin dengan masih menunduk dan seketika merasakan pelukan hangat dari pria yang membentaknya.
" Sudahlah jangan menangis, maaf telah membentak mu dan aku hanya tak ingin kau kenapa - kenapa. " ujar Elang dengan memeluk erat wanita yang tengah mengandung anaknya dan yang sebentar lagi menjadi istrinya.
" Hikkss ... aku hanya ingin memasak, aku hanya bosan di kamar terus ... hikss. " ujar Agustin dengan masih menangis di dalam pelukan hangat Elang.
" Tak apa, tapi jangan terlalu sering dan inget kandungan mu masih muda. " ujar Elang dengan melepaskan pelukannya dan berganti menangkup pipi calon ibu dari anak - anaknya kelak.
" I-iyaa. " ujar Agustin dengan berhenti menangis dan entah kenapa akhir - akhir ini perasaannya selalu saja sensitif.
__ADS_1
Happy New Years Guys 🎉🎉🎉
See you tomorrow guys 😘