Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Episode 237


__ADS_3

Happy Reading guys 😚


^^^


" sayang, kau disini rupanya. " ujar Elang dengan memeluk istrinya dari belakang.


" iyaa, mami sama papi gak datang. " ujar Agustin dengan kecewa, ortunya tak datang di hari kelulusannya.


" kata siapa mami gak datang ? " suara yang sangat di kenalnya membuat senyum Agustin terbit dan langsung memeluk maminya.


" Hikss ... kirain Agustin mami sama papi gak datang. " ujar Agustin dengan terisak.


" Cupp ... cupp ... mami pasti datang, kan ini hari yang mami sama papi tunggu-tunggu. " ujar Salsa dengan mengusap punggung putrinya yang kini sudah tumbuh dewasa dan akan memiliki keluarga kecilnya sendiri.


" ceritanya mami doang nihh yang di peluk ? papi gak dipeluk nihh ? " ujar Tio dengan pura-pura ngambek.


" Ya gak lahh, sini Agustin peyuk. " ujar Agustin dengan tingkah menggemaskan dan memeluk sang ayah.


" Dasar irian. " ujar Salsa dengan menggelengkan kepalanya dan Elang yang melihatnya hanya tersenyum.


" Putri mama yang cantik ini akhirnya lulus juga. " ujar Racquel dengan mencium kening putrinya.


" Ohh iyaa dong, ma. masa Stella mau SMA terus. " ujar Stella dengan terkekeh.

__ADS_1


" Papa lebih suka kamu kecil terus, sayang. " Ujar Danu dengan mengacak rambut putrinya gemas.


" Ihh papa mahh, jadi acak-acakkan rambut Stella. " ujar Stella dengan mencibikkan bibirnya.


Cika yang melihat kebersamaan sahabat-sahabatnya dengan orang tuanya pun merasa iri, mereka bisa merayakan kelulusannya dengan ortunya sedangkan dirinya hanya di temani sang suami, tanpa terasa buliran kristal menetes di kedua pipinya.


Dia ingat sejak mamanya meninggal dunia , papanya sudah tak pernah memperhatikannya lagi, papanya hanya sibuk dengan perkerjaannya, sedangkan dirinya hanya di temani pengasuhnya sejak kecil sampai dia lulus SMP dan ketika dirinya menginjak bangku SMA memutuskan untuk hidup mandiri tanpa kehadiran pengasuhnya, papanya sampai sekarang tak pernah menemaninya main bahkan hadir di kelulusannya saja tak pernah.


" Sayang, kau kenapa ? " ujar Kenzo dengan menghapus buliran kristal yang jatuh di kedua pipi istrinya.


" Aku tak apa. " ujar Cika mencoba tersenyum.


" Andai papa ada disini walau hanya sebentar saja, Cika akan bahagia, tapi semua itu mustahil dan papa bukanlah papa ku yang dulu. " Batin Cika dengan sendu dan dirinya sangat berharap tuhan mengetuk hati papanya untuk datang ke acara kelulusannya.


" Papaaa !!! " Teriak Cika dengan berhambur kepelukan sang papa yang kini sedang merentangkan kedua tangannya bersiap memeluk putri tercintanya yang selama ini dia abaikan sejak kematian mendiang sang istri.


" Papa kangen, maafkan papa yang selama ini mengabaikan mu karna papa tak ingin melukai hati mu dengan kata-kata pedas yang akan papa ucapkan dan papa sayang kau, putriku. " ujar Akram dengan mengeluarkan buliran kristal di kedua pipinya dan dia tak peduli tatapan semua orang yang memerhatikannya yang terpenting dia bisa mengeluarkan semua unek-uneknya dan memeluk putri kecilnya yang kini sudah tumbuh dewasa.


" Papa tak perlu minta maaf, Cika ngerti bagaimapun mama meninggal karna Cika dan Cika menyayangi, papa. " Cika mengeratkan pelukannya dan menangis dalam dekapan sang papa.


" Itu bukan salah mu, putriku. mama mu meninggal karna sudah takdir maha kuasa dan papa mu saja yang tak pernah menerimanya. " ujar papanya dengan mencium dahi putrinta setelah pelukan mereka terlepas.


Sedangkan Kenzo yang melihatnya ikut tersenyum bahagia, bagaimanapun dia tau semua kisah pahit istrinya dulu dan dia akan berjanji pada dirinya akan terus menyayanginya dan memberikan kebahagiaan sampai maut memisahkan.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf ya guys baru bisa up, tadi ada kendala di hp lama ku dan jangan lupa like end komennya 😊


See you tomorrow guys 😘

__ADS_1


__ADS_2