
Happy Reading Guys :)
^^^
Ceklek
Pintu terbuka dan masuklah sepasang suami istri yang tak lain Pratama serta Raisya.
" Gimana kabarnya ? " ujar Raisya yang duduk di sebelah cucu perempuannya.
" Masih sama, oma. " ujar Elsa dengan sendu.
" Kalian berdua pulang saja, biar oppa sama oma yang disini. " ujar Pratama dengan duduk di sebelah sang istri.
" Baiklah, oppa. Sekalian Elsa mau jenguk oppa Danu. " ujar Elsa yang sudah bangkit dari duduknya dan bergantian mencium punggung tangan oppa serta omanya.
" Kalian hati-hati. " ujar Raisya dan diangguki keduanya.
Setelah mereka berdua keluar, tinggallah Pratama dan Raisya di ruangan tersebut. Kedua bingung dengan kondisi menantu serta cucunya yang tidak ada perkembangan tersebut. Walaupun keduanya masih dalam suasa berkabung atas meninggalnya putri mereka. Mereka tidak ingin terlalu lama menangisi putri mereka dan mungkin ini sudah surat takdir tuhan untuk mereka.
" Mas, aku gak bisa banyangin. Kalau menantu kita serta cucu kita juga ikutan ninggalin kita. " ujar Raisya dengan sendu.
" Kita berdoa saja untuk kesembuhan mereka. " Pratama langsung menarik sang istri dalam dekapannya.
Sedangkan di area parkiran Alexander Hospital. Elsa tengah berdiri di samping mobilnya, memikirkan semua yang terjadi di keluarganya. Dari mulai Daddy, Mommy dan adiknya yang kecelakaan. Serta Oppa Danu yang juga kecelakaan dan itu semuanya terjadi secara bersamaan.
" Sa. " Vernon menepuk pundak Elsa, saat melihat sepupunya masih belum masuk ke mobilnya.
" Ahhh, apa ? " Elsa tersadar dari lamunannya dan menatap Vernon.
__ADS_1
" Lo kenapa gak masuk ? Gua nungguin anjir. " Ujar Vernon dengan kesal.
" Ahhh iyaa, ini gua mau masuk. " Elsa pun langsung masuk kedalam mobilnya.
" Oke, gua ikutin dari belakang. Soalnya gua juga mau jenguk Oppa Danu juga. " ujar Vernon dan di angguki Elsa.
Setelah Vernon memasuki mobilnya. Elsa pun langsung melajukan mobilnya meninggal Alexander Hospital menuju Abraham Hospital dan di ikuti mobil Vernon di belakangnya.
~ Skip Time ~
Setibanya di Abraham Hospital. Keduanya pun langsung memasuki ruang rawat oppanya di lantai khusus pemilik RS.
Tokk
Tokk
" Masuklah. " ujar seseorang dari dalam yang tak lain Rafi Aidyn Wijaya.
Mereka berdua pun langsung masuk dan melihat uncle, aunty serta omanya yang sedang duduk di samping oppanya.
" Assalamualaikum. " ujar keduanya dan langsung mencium punggung tangam uncle, autny serta omanya secara bergantian.
" Waalaikumsalam. " ujar serempak mereka bertiga.
" Kalian kesini ? Kenapa gak istirahat saja. Kan udah seharian di RS. " ujar Racquel menatap keduanya.
" Iyaa, Oma. Gak papa, kita mah jenguk Oppa. Gimana kondisi Oppa ? " ujar Elsa yang duduk di sebelah omanya serta Vernon yang duduk di sebelah Rafi.
" Masih seperti biasa. " lirih Racquel dengan sendu.
__ADS_1
" Oma yang sabar ya. Elsa nyakin oppa kuat, dia pasti bisa melawan semuanya. " ujar Elsa dan di angguki setuju mereka semuanya.
" Iyaa. Makasih udah kesini. " ujar Racquel dengan mencoba tersenyum.
" Ihh oma mahh begitu. Elsa kan cucunya oppa sama oma. Udah kewajiban sebagi seorang cucu jengukin oppanya. " ujar Elsa dengan mencibikkan bibirnya dan semuanya yang melihatnya terkekeh.
" Cucu gemesin dehh. " ujar Racquel dengan mencubit pipi Elsa.
" Hehehehe, oma bisa aja. " ujar Elsa dengan terkekeh.
" Gimana kabar Daddy mu sama Kristal ? " ujar Racquel, karna dia belum sempat menjenguk menantu serta cucunya.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa ya selalu like, rate, komen end votenya :)
See you tomorrow guys 😘
__ADS_1