Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Episode 228


__ADS_3

" Kenapa kalian pada mellow begitu, ayo kita sarapan. " ujar Raisya yang mencoba mencairkan suasana.


" Maafkan aku, mom. ayo oppa kita sarapan. " ujar Anjel menarik oppanya untuk duduk di sebelah kirinya dan sebelah kanan di duduki Kevin.


Mereka pun kini langsung memulai sarapannya dengan hikmat, hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar.


Tak lama kemudian mereka pun selesai sarapan, mereka pun memulai percakapan di gazebo hotel tersebut dan membicarakan tentang penyerahan hak waris.


" Kapan kalian akan menyerahkan hak warisnya ? " ujar Rai dengan memandang putrinya dan menantunya.


" Insyaallah setelah Anjel lulus sekolah 3 bulan lagi kita akan adakan konferesi pers pewaris keluarga besar. " ujar Pratama dan diangguki setuju Raisya.


" Baiklah. " ujar Rai dengan mengelus pucuk kepala cucunya dengan tersenyum bahagia tanpa mereka ketahui ada seorang wanita paruh baya di tengah - tengah mereka menatap dengan penuh dendam atas apa yang terjadi dengan kehidupannya yang terbanding kebalik dengan keluarga Wijaya.

__ADS_1


" Kalau kalian gimana ? kapan kalian menyerahkan hak waris kalian ke Veronica ? " ujar Rai dengan menatap putrinya Rastanti dan Menantunya Ibrahim.


" Gimana bareng saja 3 bulan lagi ? biar gak ribet. " ujar Raisya dengan menatap adeknya yang tak lain Rastanti.


" Aku sihh setuju aja, kak. tapi balik lagi sama Mas Ibrahim. " ujar Rastanti dengan melirik suaminya.


" Aku setuju, kak. lagian biar gak ribet. " ujar Ibrahim dengan menatap kakak iparnya.


" Bagus kalau gitu, biar papa saja yang ngurus dan pastikan semua awak media hadir di acara tersebut, jangan lupa penjagaan yang ketat. " ujar Rai dan diangguki setuju mereka semuanya, bagaimanapun banyak yang mengincar ahli waris keluarga Besar dan 3 bulan lagi adalah waktunya mereka semuanya mengatahui siapa saja yang akan menjadi ahli waris keluarga Besar yang sangat di segani dan tersohor.


" Sudah selesai ? " ujar Kevin dengan menghampiri sang istri yang sedang menutup koper mereka.


" Sudah, Kita gak akan tinggal di mansion daddy ? " ujar Anjel dengan bertanya.

__ADS_1


" Tidak, kita akan pulang ke mansion kita sendiri dan ayo. " ujar Kevin dengan menggeret koper mereka berdua menuju mobil dan memasukkan ke bagasi.


Mobil Mereka melaju membelah jalanan ibu kota yang sedikit lenggang dengan kecepatan rata - rata dan sekitar satu jam kemudia, mobil mereka memasuki sebuah pekarang mansion yang tak kalah megah dan mewahnya dari mansion orang tua mereka dengan interior eropa dan klasik.


" Selamat datang tuan, nyonya. " ujar kepala pelayan dengan membungkuk hormat dan tak lupa beberapa pelayan dan pengawal yang berjejer panjang seperti ular dengan membungkuk hormat.


" Hmm. " ujar Kevin dengan dingin dan mengandeng tangan istrinya menunju lift.


" Makasih, pak. " ujar Anjel dengan tersenyum sebelum melangkah menunju lift dan mereka pun memasuki lift menuju lantai 3 yang di mana hanya ada kamar mereka dan saru ruang kerja Kevin.


Tinggg ...


mereka pun keluar dari dalam lift dengan Anjel yang menatap kagum dengan desain di lantai 3 ini yang terlihat sang tenang dan cantik di penuhi berbagai pot bunga dari kecil, sedang dan besar.

__ADS_1


See you tomorrow guys 😘


__ADS_2