
" pertama kamu yang matiin sambungan teleponnya duluan, kedua kamu yang membuat stella pulang malam, terus kamu masih bilang kalau saya yang salah. " ujar kevin dengan menatap tajam ke arah anjel.
" iii ... itu saya mau ngajak stella aja kak. " ujar anjel sambil membuang pandangannya ke arah lain.
" tapi saya nggak peduli, saya sudah pernah bilang sama kamu kalau kamu membantah ucapan saya akan di hukum. " ujar kevin sambil menengokan kepala anjel.
" tapi kak, saya harus ke supermarket buat beli perlengkapan buat besok. " ujar anjel sambil berusaha bangkit tapi kevin malah mendudukan anjel kembali.
" saya belum selesai ngomong, jadi prilaku kamu ke kakak kelas kaya gini ? " ujar kevin sambil menatap tajam anjel.
" bukan begitu kak. tapi saya harus pergi sekarang, nanti ortu saya nyariin. " ujar anjel sambil menundukkan kepalanya.
" tatap saya. " ujar kevin dengan nada dinginnya.
anjel pun memberanikan diri untuk menatap ke arah kevin. mereka pun saling tatapan mata cukup lama dan membuat mereka merasakan detakan jantungnya masing - masing.
deg
deg
deg
" kenapa jantung gua deg deg kan ya ? apa jangan - jangan, ahh tidak mungkin. " batin anjel sambil menghentikan tatapamnya dan memilih memandang tempat lain.
kevin yang meresakan detakan jantungnya lebih cepat seketika menjadi salah tingkah.
" ayo. " ujar kevin sambil bangkit dan berjalan keluar kamar.
__ADS_1
" mau kemana ? " terikan anjel sambil menatap punggung kevin yang berhenti tepat di depan pintu.
" ke supermarket, jadi atau nggak ? kalau nggak kita bisa lakukan hubungan sepasang suami istri. " ujar kevin dengan nada menggoda.
" ahh ... tidak, ayo. " ujar anjel yang berjalan menghampiri kevin dan keluar dari kamar tersebut.
mereka pun keluar dari kamar tersebut menuju ke lift, sambil menunggu lift kevin pun memulai obrolah dengan anjel.
" apa kamu udah baikan ? " ujar kevin dengan tetap padangan ke depan.
" iya, kak. " ujar anjel yang berdiri di samping kevin.
Ting Ting
lift pun terbuka, mereka berdua langsung masuk ke dalam lift tersebut menuju ke lantai bawah. di dalam lift suasana kembali anjel mencoba membuka obrolan.
" kak, nanti saya naik taxsi aja. " ujar anjel sambil melirik ke arah kevin.
Ting ting
anjel pun keluar duluan sebelum kevin, anjel langsung berlari menuju ke luar untuk mencari taxsi sebelum kevin menarik dirinya.
" ini mana sihh taxsi. " gumam anjel sambil melihat ke arah belakang.
" untung sihh ketos jalannya lama. " ujar anjel tersenyum.
" ya sudah aku jalan saja dehh sambil nunggu taxsi. " tambah anjel sambil berjalan meninggal hotel tersebut.
__ADS_1
suasa malam tersebut sangat begitu mencekam, anjel sangat takut berjalan sendiriin karna suasananya sangat sepi. anjel langsung mempercepat langkahnya, tidak lama kemudia ada mobil sport bewarna hitam yang berhenti di depannya. ya, mobil Itu adalah mobil kevin.
anjel yang mengetahui mobil tersebut adalah mobil kevin dia pun hanya pura - pura tidak tau dan tetap berjalan untuk melewati mobil tersebut. kevin yang mengetahui anjel yang pura - pura tidak tau menjadi geram dan keluar dari mobilnya.
" masuk. " ujar kevin dengan menggenggam tangan anjel.
" tidak, saya naik taxsi aja. " ujar anjel sambil berusaha melepaskan genggaman tangan kevin.
" ohh ..., udah berani membantah saya. " ujar kevin sambil menguatkan genggaman tangannya.
" sakit ..., kak. " ujar anjel sambil berusaha melepaskannya tapi hasilnya tetap NiHIL karna genggaman tangan kevin sangat kuat.
" MASUK !!! " bentakan kevin sambil melepaskan genggamannya.
anjel yang tidak mau kalau kevin tambah marah dia memutuskan untuk masuk kedalam mobil kevin, setelah anjel masuk kevin pun masuk dan melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut menuju ke supermarket yang berada tidak jauh dari tempatnya.
.
.
.
.
.
Hai, readers 👋
__ADS_1
jangan lupa tekan like 👍, vote, favorit 💗, share, Tip ⭐, dan jangan lupa untuk komen.
see you tomorrow guys