
Happy Reading guys 😚
^^^
" Hamil ?!!! Lo hamil ?!! " ujar terkejut Elang dengan nada meninggi yang mampu membuat yang lainnya menatap terkejut ke arahnya.
" Kenapa lo yang kaget ? " ujar Vino dengan menatap aneh sahabatnya itu yang tak biasanya seterkejut itu atau ada sesuatu yang di tutupin sahabatnya.
" Gua mau ke toilet ya. " ujar Agustin yang ingin meninggalkan mereka semuanya tapi di tahan oleh Anita.
" Gua anterin ya ? gak baik bumil jalan sendirian. " ujar Anita dengan tersenyum, dia ingin mencari tau kenapa sahabat terlihat pucat seperti itu ? dan mungkin sahabatnya itu gak ingin yang lainnya tau.
" Gak usah gua sendirian aja. " ujar Agustin dengan melepaskan pegangan Anita dan mulai berjalan ke arah toilet.
" Dia hamil ? " gumam Elang yang masih bisa terdengar Vino di sampingnya.
" Fikss ... ini ada yang disembunyiin Elang. " batin Vino dengan langsung menarik tangan Elang menjauh dari mereka dan yang lainnya melihatnya bingung.
__ADS_1
Kenzo yang melihat Vino menarik tangan Elang langsung menghampiri mereka berdua yang malah membuat semuanya makin curiga, pasti ada yang di sembunyiin mereka bertiga.
" Njel, menurut lo mereka aneh gak sihh ? " bisik Veronica di sampingnya.
" Aneh, kayanya ini ada hubungannya sama Agustin dan Elang. " bisik Anjel yang masih bisa terdengar Kevin di sampingnya.
" Ta- " belum selesai Veronica menjawab sebuah suara bariton di belakang mereka langsung membuat semuanya menatap ke arah sumber suara dan terlihatlah seorang pria dengan wanita yang tak lain Bryan.
" Bakal ada yang cemburu nihh. " ujar Veronica dengan menelan salivanya melihat orang yang masih di cintai sahabatnya Anita ternyata mengandeng seorang wanita di pesta pernikahan Anjel.
" Anjir, niat gua kan buat mempersatukan mereka, kenapa Bryan harus bawa wanita lain sihh. " batin Anjel dengan menelan salivanya susah payah.
" I-iyaa, makasih. " ujar Anjel dengan gelagapan.
" Selamat ya bro. " ujar Bryan dengan mengulurkan tangannya dan langsung di sambut Kevin dengan suka cita.
" Lo datang kesini juga, kirain gua gak datang. " ujar Anjel mencoba mencairkan suasana yang terlihat hening dengan melirik Anita yang terlihat kecewa.
__ADS_1
" Kalau kaya gini gua gak bakal ngundang Bryan. " batin Anjel dengan tak tega melihat kekecewaan di raut wajah sahabatnya.
" Pasti datang, apalagi lo udah undang gua, apa kabar, Ver ? " ujar Bryan dengan menatap Veronica.
" Ba-baik. " ujad Veronica dengan menggaruk tengkuknya bingung dia harus berbuat apa agar Anita menjauh dari Brya kasihan lihat raut wajahnya yang penuh kekecewaan.
" Nit, apa kabar ? " kini giliran Anita yang di sapanya dengan senyuman merekah.
Sedangkan Anjel, Veronica, Citra, dan Mutiara yang melihat langsung terdiam penasaran apa yang akan di jawab sahabat mereka dan yang lainnya hanya diam karna tak tau apa - apa antara mereka berdua.
" Alhamdulillah baik. " ujar Anita dengan tersenyum walau para sahabatnya tau senyuman itu terpaksa di perlihatkan untuk menutupi rasa kesedihan dan kekecewaan sahabatnya.
" Alhamdulillah kalau gitu. " ujar Brya dengan menyaut sesungguhnya dia canggung untuk memulai obrolan dengan Anita.
" Bryan, kenalin dong siapa mereka. " ujar wanita di samping Bryan dengan bergelayut manja.
" Bangsat ! Nihh cewek ngapain sihh pake kaya gitu segalan, dahh ini mahh fiks bakal ada yang sedih. " batin Anjel dengan melirik kembali Anita yang mulai sendu.
__ADS_1
Jangan lupa vote end likenya 😊 terimakasih 🙏
See you tomorrow guys 😘