Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Extra Part 2


__ADS_3

9 bulan kemudian ...


Sejak Acara penyerahan ahli waris keluarga besar, Tiga minggu kemudian Anjel di nyatakan hamil saat itu di usia kandungan memasuki 2 minggu dan selama itu sikap Anjel berubah drastis menjadi sangat manja.


Hari-hari di lalu saat mengandung penerus keluarga besar dengan sangat terjaga dan penuh dengan kekonyolan Anjel dalam ngindam seperti Daddynya di suruh bersih-bersih mansionnya, Kevin yang di suruh meminum air perasan jeruk nipis dan Papa mertuanya yang di suruh tidur di sofa ruang keluarga.


Walaupun sempat tak ingin melakukannya, demi baby yang di kandung Anjel mau tak mau mereka harus melakukannya dan di masa kandungan Anjel memasuki 4 bulan mereka baru mengetahui bahwa baby yang berada dalam kandungan Anjel kembar sepasang cewek dan cowok itu semuanya membuat kegembiraan di keluarga mereka.


Dan hari ini di kediaman Abraham semua orang tengah berkumpul melakukan BBQ an merayakan kelahiran baby Vernon, putra dari Rafi dan Stella.


" Ihh dedeknya tampan banget. " ujar Anjel yang tengah mencubit gemas pipi baby Vernon.


" Agustin blm datang ? " Ujar Stella dengan mengendong sihh kecil Vernon.


" Kayanya belum, padahal gua kan mau lihat baby boy. " ujar Anjel yang tengah memainkan tangan si kecil Vernon.


" Assalamualaikum All. " suara seorang wanita yang tengah menenteng tas kecil berisi perlengkapan bayi, Agustin.


" Waalaikumsalam, boy sini aunty gendong. " ujar Anjel dengan mengambil sihh kecil Boy dalam gendongan Agustin.


" Sayang, lihat tampan kan dan semoga anak kita lebih tampan dari sihh boy sama vernon. " Anjel menghampiri Kevin yang tengah duduk di sofa dengan teman-temannya.


" Iyaa, sayang ku. " ujar Kevin dengan mencium pipi istrinya yang makin chubby.


" Awww. " Ringis Anjel yang merasakan sakit di perutnya.


" Sayang, Are you okay ? " Kevin mengambil sihh kecil boy dalam gedongan istrinya dan menyerahkannya ke Elang.


" Sakit, Vin. " Anjel memegang perutnya yang sakit.


" Queen, kau kenapa ? " Raisya menghampiri putrinya di susul yang lainnya.

__ADS_1


" Sakit plus mules, mom. " ujar Anjel dengan memegang perutnya.


" Siapin mobil, Vin !! " ujar Racquel dengan berteriak panik.


" Kenapa ? " ujar Kevin yang malah bertanya.


" Istri mu mau melahirkan !! cepat !!! " ujar Racquel yang menyuruh maidnya menyiapkan keperluan selama Anjel melahirkan.


" Iii-iyaa, ma. " Kevin yang ingin berlari ke kamarnya mengambil kunci mobil di tahan Elang.


" Pake mobil gua, biar cepet. " ujar Elang dengan menyerahkan kunci mobilnya dan Kevin langsung berlari menuju mobilnya.


Sedangkan Rafi lahh yang mengendong Anjel ala bridal style menuju mobil Elang dan yang lainnya langsung menuju mobil masing-masing mengikuti mobil Elang.


" Tahan, sayang. " ujar Raisya dengan mengelap keringat di dahi putrinya walaupun ac mobilnya hidup.


" Wahhh ... sakit. " ujar Anjel dengan meremas jari-jari tangan Mommynya dan Raisya sama sekali tak merasakan sakit saking paniknya.


" Ini udah cepet, Ma. " ujar Kevin yang panik menambah kecepatan mobilnya dan menyalip kendaraan di depannya tanpa memerdulikan umpatan-umpatan dari pengemudi lainnya.


Setibanya di Rumah sakit Anjel langsung di bawa ke ruang bersalin dengan di temani Kevin yang terus memohon untuk menemani Anjel melahirkan dan mereka pun menyetujuinya.


" Dad, mommy takut. " Lirih Raisya dengan meneteskan air matanya.


" Tenang, sayang. putri kita bukanlah wanita yang lemah dan kita berdoa saja untuk keselamatan mereka. " ujar Pratama dengan memeluk istrinya.


" Honey, tenanglah. Anjel pasti bisa melaluinya. " ujar Stella dengan memeluk suaminya yang terlihat tegang.


" Tenanglah, Anjel wanita yang kuat dan pasti dia bisa melakukannya. " Ujar Mutiara dengan mengusap air mata yang jatuh di kedua pipi suaminya dan Derel langsung memeluknya.


" Aku tau kau begitu menyayangi Anjel, kau adalah kakak terbaik yang pernah ada dan aku janji akan terus berada di samping mu. " Batin Mutiara dengan mengusap punggung Derel.

__ADS_1


" Mama tenanglah, menantu kita pasti bisa. " ujar Danu yang melihat istrinya terus mondar-mandir.


" Iyaa, mama tau. tapi tetap aja mama khawatir, pa. " ujar Racquel yang langsung duduk di sebelah suaminya.


" Kita berdoa aja untuk keselamatan mereka. " ujar Danu dengan memeluk sang istri dan Racquel hanya mengangguk.


Tak lama kemudia keluarlah Dokter dari ruang bersalin, yang langsung membuat mereka semua refleks berdiri dan menghampiri Dokter tersebut.


" Gimana kabar anak saya, Dok ? " ujar Raisya.


" Gimana kabar adek saya, Dok ? " ujar serempak Rafi dan Derel.


" Gimana kondisi menantu saya, Dok ? " ujar Racquel.


Dokter yang mendengarnya hanya bisa tersenyum karna dia tau begitu khawatirnya keluarga pasien apalagi ini anak pertama dari pasiennya.


" Ibu dan bayinya sehat, bayinya lagi di bersihkan dan akan di bawa ke ruang bayi, kalau begitu saya permisi. " ujar Dokter tersebut dengan membungkuk hormat.


" Alhamdulillah. " Ujar serempak mereka semuanya.


" Iyaa, Dok. " ujar Pratama mengangguk dan dokter pun langsung berlalu pergi.


Tidak lama keluarlah dua perawat dengan mengendong dua bayi.


" Ini bayinya kembar, saya akan membawanya ke ruang bayi dan sebentar lagi ibunya akan di pindahkan ke ruang inap. " ujar salah satu dokter yang mengendong bayi perempuan yang sangat cantik.


" Dad, cantik ya kaya Queen. " ujar Raisya yang mengelus pipi cucu perempuannya.


" Iyaa, sayang. " ujar Pratama yang berkaca-kaca melihat putrinya sudah menjadi seorang ibu dan dirinya sudah menjadi seorang oppa.


" Tampan seperti Kevin dan cantik seperti Anjel. " ujar Racquel dan di angguki mereka.

__ADS_1


__ADS_2