
Happy Reading Guys :)
^^^
" Gimana kabar Daddy mu sama Kristal ? " ujar Racquel, karna dia belum sempat menjenguk menantu serta cucunya.
" Masih sama, Oma. Belum ada kemajuan sama sekali. " ujar Elsa dengan sendu.
" Hufftt, Oma gak nyangka ya keluarga kita bisa jadi kaya gini. " ujar Racquel dengan menitikkan air matanya dan Stella yang melihatnya langsung memeluk mamanya mencoba menyalurkan ketenangan. Walaupun hatinya sama seperti mamanya yang terluka.
" Mungkin ini cobaan buat keluarga kita, Oma. Kadang kita terlalu bahagia tanpa memikirkan orang lain dan sekaranglah waktunya kita belajar menjadi orang yg lebih baik lagi. " ujar Elsa dengan mencoba tegar.
" Cucu oma bener. Kita selalu di selimuti kebahagiaan, ketenangan, dan kenikmati tanpa tau kehidupan orang lain. " ujar Racquel yang sudah melepaskan pelukannya.
" Kita mulai dari nol lagi. " sambung Stella dan diangguki yang lainnya.
***
Siang pun berganti malam. Elsa pun bersiap-siap untuk kembali ke RS mengantikan Oma dan Oppanya yang menjaga daddy serta adiknya.
" Kau mau kemana ? " ujar seorang wanita yang baru tiba di kediaman Alexander.
" Ohh Aunty. Kapan sampainya ? aku mau ke rumah sakit, kasihan oma sama oppa yang jaga dari tadi siang.
__ADS_1
" Hufft, ini semua gara-gara anak sial itu. Coba aja dia gak ada di keluarga kita, pasti keluarga kita gak bakal jadi seperti ini. " ujar wanita tersebut yang tak lain Tari Kusuma Wilsington. Putri kedua dari Rai Wilsington.
" Autny ini ngomong apa sihhh. Ini semua udah takdir, jangan terus menyalahkan kehadiran Kristal. " ujar Elsa yang kesal dengan auntynya yang satu ini. Yang selalu tidak suka dengan kehadiran adiknya. Sedangkan Erlan yang sudah pulang dari kantornya, mendengarkan penuturan autnynya dan entah kenapa dia jadi terhasut dengan perkataan auntynya.
" Kau masih terlalu naif. " ujar Tari yang makin membuat Elsa kesal dan langsung meninggalkan auntynya tanpa memerdulikan panggilannya.
Sedangkan Erlan yang melihat saudari kembarnya keluar, langsung kembali ke mobilnya dan melaju meninggalkan mansion keluarganya menuju Mansion Pribadinya.
Di perjalan menuju mansionnya. Erlan memikirkan perkataan auntynya. Benar juga apa yang di katakan auntynya, sejak kehadiran Kristal. Keluarganya hancur berantakan, selalu saja ada tragedi. Entah itu pesawat yang di tumpangi ortunya jatuh, Oppa dari daddynya yang kecelakaan di tambah tadi dia mendapatkan kabar bahwa tantenya Hana juga kecelakaan saat balik dari Bandung.
Sungguh ini semua kesialan yang hadir saat anak itu hadir di keluarga mereka dan mulai saat ini kebenciannya terhadap Kristal pun tumbuh sampai kapapun.
***
Sedangkan di sisi Elsa. Elsa yang mengendarai mobilnya masih kesal dengan perkataan auntynya. Tidak seharusnya auntynya bilang seperti itu, karna ini semua itu takdir. Bukan karna kesialan akan munculnya Kristal.
Setelah memarkirkan mobilnya. Elsa pun langsung memasuki rumah sakit tersebut menuju ruang rawat daddynya serta adiknya dan tak lupa dia membawa makanan untuk dia berjaga-jaga kalau malam nanti dia laper.
Tokk
Tokk
Elsa sebelum masuk mengetuk pintu terlebih dahulu dan langsung membuka pintunya.
__ADS_1
" Assalamualaikum. " Elsa menghampiri oppa dan ommanya yang sedang menonton televisi sambil mengemil.
" Waalaikumsalam. " ujar kedua serempak melihat ke arah Elsa.
" Oppa sama Oma kalau capek istirahat saja. Biar Elsa yang jaga dan ini Elsa bawain minuman sama makanan. Tadi Elsa kira Oma sama Oppa belum makan, makanya Elsa mampir dulu ke supermarket sekalian beli cemilan buat entar malam. " ujar Elsa sambil memberikan kantong plastik belajaan ke omanya.
.
.
.
.
.
.
.
Visual Mobil Erlan
__ADS_1
Visual Mobil Elsa