
Maafin gua, gua gak bisa cerita sekarang, kalau gua udah siap bakal cerita ke kalian. " ujar Agustin dengan sendu.
" No problem, gua selalu nunggu lo cerita, yuk main uno udah di tunggu yang lain. " ujar Anjel dengan menarik Agustin menuju ke ruang kartu.
Pesawat pribadi keluarga wijaya memiliki 8 ruang di dalamnya. seperti, ruang makan, ruang bermain kartu, bar, ruang billiard, ruang tidur pribadi Pratama, ruang tidur pribadi Anjel, ruang tidur pribadi Rafi dan Ruang tidur pribadi Derel. Dengan luas pesawat yang mereka miliki bisa membuat 8 ruang di dalamnya dengan dekorasi yang bisa di bilang menakjubkan.
Selain pesawat pribadi keluarga wijaya yang di beli langsung Pratama dengan hasil kerja kerasnya dari nol kini anak - anak mereka memiliki pesawat pribadi yang tak kalah luas dan cantiknya yang di berikan tepat di hari ulang tahun mereka di usia 17 tahun.
Kini semua orang sedand berkumpul di ruang bermain kartu yang tepat berada di samping ruang billiard, sedangkan para orang tua mereka hanya duduk di sofa melihat anak - anak muda yang bermain kartu Uno.
" Ihh curang, kak Derel mainnya curang. " ujar Anjel dengan kesel karna kalah bermain dengan sang kakak.
" Udah kalah gini nihh, banyak alasannya. " ujar Derel dengan menggeleng melihat adeknya yang setiap kalah pasti bilangnya ia bermain dengan curang padahal tidak sama sekali.
" Kalau gak Derel gak curang, Anjel pasti menang. " ujar Anjel menatap tajam sang kakak.
" seterah. " ujar Derel yang mengalah sedangkan yang lainnya menahan tawa melihat Derel yang kalah berdebat dengan sang adek.
__ADS_1
" Nahh gitu, jadi karna kak Derel curang, kak Derel harus di kenakan hukuman. " ujar Anjel dengan tersenyum senang.
" yayayayaya. " ujar Derel dengan malas.
" hukumannya kak Derel harus mencium pipi Mutia. " ujar Anjel dengan girang dan yang lainnya terkejut dengan hukuman yang di berikan Anjel.
" Hayo mulai, tunggu apa lagi. " ujar Anjel dengan menarik kaos sang kakak yang masih terdiam.
" Kau pintar sekali Princess. " batin Raisya dengan tersenyum.
" Jika sang putri dan sang mommy sudah merencanakan sesuatu. " batin Pratama dengan sedikit tersenyum mendengar percakapan istrinya dan putrinya yang ingin membuat Derel segera menikah dengan Mutiara.
" udah diam aja, cuma ciuman pipi. " bisik Derel tepat di telinga Mutiara yang berhasil membuat Mutiara terdiam mematung.
Cup
Derel pun langsung mencium pipi Mutiara yang langsung membuat Mutiara bersemu, sedangkan Anjel dan Raisya yang melihatnya tersenyum senang rencananya berhasil dengan lancar tanpa kendala sedikit pun.
__ADS_1
" Bagus Princess. " batin Raisya dengan tersenyum senang.
" Rencana mu berhasil Honey. " bisik Pratama yang langsung membuat Raisya terkejut bagaimana suaminya bisa tau tentang rencananya.
" Kau tau ? " ujar Raisya dengan sedikit kencang yang berhasil membuat semuanya mengalihkan pandangannya ke arah mereka.
" Aku tau. " ujar Pratama dengan tenang.
" Kalian lanjutkan saja. " ujar Raisya yang mencoba membuat semuanya kembali bermain dan semuanya langsung kembali bermain.
" Tau dari mana ? " ujar Raisya setengah berbisik.
" nanti ku beritahu. " ujar Pratama dengan langsung memandang ke depan dan Raisya sedikit penasaran bagaimana suaminya tau, tapi ini semua bukan masalah kalau suaminya mengetahuinya.
" Ayo lanjutkan. " ujar Anjel dengan tersenyum senang dan mereka pun langsung melanjutkan bermainnya.
Selamat malam Readers
__ADS_1
mohon maaf ya author baru bisa up sekarang karna tadi siang author ada kendala dalam ujiannya jadi di undur tadi malam ulangannya dan semoga besok author bisa kembali up seperti biasa, amin.
See you tomorrow guys 😘