
Setelah selesai berbelanja sepatu, Elsa kini membawa Aurora menuju toko selanjutnya dan kini dia ingin membawa Aurora menuju toko tas tempat langganan dirinya dengan sang Mommy.
Sedangkan Aurora yang di gandeng kakak sepupunya hanya bisa pasrah mengikutinya. Di saat perjalanannya menuju toko selanjutnya, dia melewati toko eskrim langganan bundanya. Dirinya jadi teringat waktu dulu bundanya sering membawa ke toko eskrim itu, sebelum kembali pulang setelah selepas berbelanja.
" Aurora kangen, bund. " Aurora menghentikan langkahnya dengan menetaskan air matanya, mengingat kenangan dirinya bersama bundanya di toko eskrim tersebut.
Sedangkan Elsa yang mendapatkan adik sepupunya berhenti tiba-tiba, ikut berhenti dan memerhatikan adik sepupu menunduk sambil terisak.
Langsung saja Elsa berjongkok di hadapan adik sepupunya itu dan menangkup kedua pipi chubby Aurora.
" Kau kenapa ? Kau capek ? atau kak Elsa menarik mu dengan kasar ? " Elsa bertanya dengan beruntun.
" No. Aurora kangen bunda, Hikss. " Elsa yang mendengarnya langsung menarik adik sepupunya kedalam dekapannya, mengelus surai panjang nan hitam itu.
__ADS_1
" Cup, cup, cup. Anak cantik gak boleh nangis. " Elsa tau perasaan adik sepupunya sekarang, dia juga sering merindukan sang mommy, tapi itu semua hanya sia-sia. Seberapa pun dia merindukan mommynya, itu tak akan membuat sang mommy kembali ke sisinya.
" Hikss, Kenapa bunda tega meninggalkan Aurora, kak ? " Ujar Aurora yang makin terisak di dalam dekapan hangat kakak sepupunya, sudah lama dirinya tak merasakan dekapan yang begitu hangat seperti sekarang ini. Terakhir dia mendapatkan pelukan hangat seperti ini, saat bundanya berpamitan ke Bandung dan setelah itu dirinya kehilangan sang bunda untuk selama-lamanya.
" Shutt, Rora gak boleh bilang gitu. Nanti bunda Hana ikutan nangis lihat Rora seperti ini. " Elsa mencoba menahan kesedihannya, dia juga ikut merasakan sakit yang di alami adik sepupunya ini. Bagaimana pun dia pernah merasakannya, di mana saat-saat kita merindukan pelukan dan sandara seorang ibu, kita tidak bisa mendapatkannya.
" Hikss ... Hikss,, Rora sekarang kesepian tanpa bunda, Hikss. Rora takut sendiri, Hikss. " gadis kecil itu kini mencurahkan isi hatinya yang selama ini dia pendam sendiri, susah payah dirinya mencoba menjadi gadis yang kuat dan mandiri. Tapi semua itu tak bisa iyaa lakukan, dia yang selama ini selalu dalam dekapan bundanya, di paksa berubah menjadi seorang yang kuat.
Sedangkan para pengunjung yang melintas, melihat adegan tersebut ikut menangis. Merasakan apa yang di rasakan gadis kecil itu, mereka tak menyangka, gadis sekecil itu sudah di tinggal ibunya untuk selama-lamanya dan seharusnya gadis seusia itu masih butuh sandaran dan kasih sayang seorang ibu.
" Kata siapa Rora sendirian, Hmm ? " Elsa melepas pelukannya dan menangkuk kedua pipi adik sepupunya itu.
" Hikss, Rora emang sendirian. Selama ini, ayah hanya sibuk dengan urusannya, tanpa memerdulikan Rora yang sendiri menangis di dalam kamar, Hikss. Yang tak pernah sekedar menemui Rora di kamar, Hikss. " Gadis itu makin terisak mengingat ayahnya yang sudah jarang menemuinya, sekedar menanyakan kondisinya.
__ADS_1
" Mungkin ayah pikir, Rora butuh waktu sendiri. Rora gak boleh punya pemikiran begitu, Rora masih punya banyak orang yang menyayangi Rora. Ada Kak El, kak Kristal, Kak Vani, Kak Vernon, Kak Erlan, Kak Sam, Aunty Stella, Aunty Tiara, Semuanya sayang sama Rora. Cuma Roranya aja yang tak merasakannnya. " Ujar Elsa dengan menghapus air mata di kedua pipi adik sepupunya.
Visual Belanjaan sepatu Elsa
Visual Belanjaan Sepatu Elsa untuk Kristal
Visual Belanjaan Sepatu Aurora
__ADS_1
Jangan lupa like, vote end komennya :)
See you tomorrow guys 😘