Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Extra Part 13


__ADS_3

Seminggu berlalu dari kepergian mereka ke pantai, malam hari ini di kediaman Alexander tengah sibuk memberikan kejutan ultah untuk si kembar tepat jam 12 malam di saat mereka tertidur pulas.


" Sudah siap belum, bi ? " ujar Anjel dengan menuju kolam renang di mana akan di adakan pesta tersebut dan para keluarga, kerabat yang sudah berkumpul.


" Sudah Nyonya. " ujar kepala pelayan dengan menunduk hormat.


" Baiklah, Kalian semua buat kegaduhan agar si kembar terbangun dan kami akan ke kamar masing- masing. " ujar Anjel dan di para maid.


Anjel, kevin dan Kristal pun langsung kembali ke kamar supaya saat si kembar datang ke kamar mereka tidak curiga dan semua lampu pun di matikan agar terlihat seperti biasanya.


Para pelayan pun mulai membuat kegaduhan dengan membanting Vas bunga yang lumayan besar dan pastinya sudah mendapatkan ijin dari Anjel karna itu adalah salah satu Vas Bunga kesayangan Anjel yang rela di banting untuk pesta kejutan ultah si kembar.


PRANGGGG ....


Benar saja, di kamar Elsa yang tengah tertidur langsung bangun mendengar suara kegaduhan yang berasal dari ruang tamu dan Erlan yang sedang main game pun terkejut mendengarnya suara Vas bunga yang jatuh.


" Suara apa itu ? " ujar bersamaan si kembar di kamar yang berbeda.

__ADS_1


Si kembar pun langsung keluar bersamaan da. Elsa yang melihat kakaknya keluar kamar pun langsung menghampirinya.


" Kakak juga denger ? " Ujar Elsa yang sudah di dekat Erlan dan Erlan pun mengangguk.


" Kita ke bawah lihat. " Erlan yang sudah ingin melangkahkan kakinya terhenti mendengar teriakan Kristal dari kamarnya dan kebetulan kamar mereka sama-sama di lantai 3 saling berhadap-hadapan.


" KRISTALLL !!! " Teriak Elsa yang panik mendengar teriakan adiknya dan langsung buru-buru masuk ke kamar adiknya.


Di dalam Kamar Kristal sedang pura-pura menangis dengan meringkuk agar kedua kakaknya menghampiri kamarnya dan bener saja kedua kakaknya langsung membuka masuk ke kamarnya.


Elsa dan Elan langsung membuka pintu kamar adiknya yang tidak terkunci, Elsa langsung buru-buru menyalakan lampu kamar adiknya dan terlihatlah adiknya sedang menangis terisak sambil meringkuk di atas tempat tidurnya. kedua pun langsung menghampiri Kristal.


" Kristal kau kenapa ? " Ujar Erlan yang langsung memeluk adiknya.


" Hikss ... Hikss ... Kristal takut tadi lihat sekelebat bayangan lewat di situ. " Ujar Kristal dengan menujuk jendela kamarnya dan Elsa pun mencoba melihanya, tapi nihil tidak ada apapun di situ yang di lihatnya hanya suasana malam hari yang gelap dan dingin.


" Tidak ada. " ujar Elsa yang langsung menutup jendelannya.

__ADS_1


" Sudah tak ada, Kristal tidur lagi ya. " ujar Erlan dengan mengusap rambut belakang kepala Kristal.


" Kristal takut, gak mau tidur lagi. " ujar Kristal dengan menggeleng.


" Baiklah, Kristal mau ikut ke bawah sama kakak ? " ujar Erlan dengan mengusap air mata adiknya.


" Iyaa, emang kak Lan sama Kak El mau ngapain ke bawah ? " ujar Kristal dengan polosnya.


" Kakak mau ngambil minum. " ujar Erlan yang berbohong, kalau dia beritahu suara gadus di bawah nanti Kristal malah kembali ketakutan dan Elsa mengangguk melihat Kristal menatapnya.


" Baiklah, Kristal ikut. " ujar Kristal yang langsung turun dari ranjang menghampiri Elsa yang sudah berdiri di depan pintu dan mereka pun langsung ke bawah.


" Kok Sepi ya kak ? " Ujar Elsa dengan berbisik setelah sampai di bawah.


" Gak tau, coba kita ke ruang tamu. tadi suaranya dari arah situ. " ujar Erlan dan di angguki Elsa.


" Kok kita ke ruang tamu ? " Ujar Kristal dengan melirik kedua kakaknya.

__ADS_1


__ADS_2