Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Extra part 22


__ADS_3

Happy Reading guys :)


^^^


" Huaaa ... Mommy !! Kak Erlan jahat ... hikss ... hikss. " Kristal pun menangis dengan kencang yang mampu membuat semua orang di kediaman tersebut langsung menghampirinya.


" Erlan, kau apakan adik mu ?!! hahh !! " Anjel berteriak ke arah putranya dan langsung memeluk Kristal.


" Erlan gak apa-apain kok, cuma Kristalnya aja yang ganggu Erlan latihan. " Erlan tak terima dirinya di salahkan.


" Wahh ... wahh ... wahh ... kak lan jahat ternyata, hukum aja mom. " ujar Elsa yang malah menjadi profokator.


" Saudari laknat lo. " ujar Erlan dengan tatapan bak elang yang siap memangsa korbannya.


" Hahahahaha ... canda bosquee. " Elsa tertawa melihatnya.

__ADS_1


" Kak lan jahat, mom. gak mau ngajarin Kristal nembak. " ujar Kristal dengan terisak dan membuat semua orang yang mendengarnya terkejut dengan permintaan gadis kecil tersebut.


Flashback off


Sejak hari itu mereka pun tak ada yang mau mengajari Kristal menembak, karna bagi mereka itu adalah hal yang berbahaya di lakukan anak kecil seusia Kristal.


Tapi hari ini entah kenapa Erlan menyesal tak mengajari Kristal saat itu dan dia janji jika adiknya sadar, dia akan mengajarinya untuk keselamatan adiknya kelak.


" Oppa keluar sebentar, kalau ada apa-apa cepat hubungin oppa dan cobalah tetap mengajak mereka berbicara, siapa tau mereka bisa mendengarnya. " Pratama menyentuh pundak cucunya, dia tak sanggup jika tetap berada disini dan dia akan mencoba untuk menyuruh anak buahnya mencari putrinya.


Hanya ada Erlan lahh di dalam ruangan tersebut. Erlan tetap mencoba mengajak berbicara adiknya, walaupun tak ada satupun jawaban dari mulut adiknya dan sempat dirinya menyalahkan adiknya atas kecelakaan ini, tapi seketika itu hilang melihat adiknya terbujur kaku dengan perban yang melilit di kepala adiknya.


Hanya satu keinginannya sekarang, yaitu kesembuhan adiknya dan juga daddynya. Jika mereka berdua meninggalkan dirinya seperti mommynya entah apa yang akan terjadi pada dirinya.


Jika waktu bisa berputar kembali, dia ingin memaksakan kehendaknya untuk melarang mereka pergi, tapi itu semuanya tak bisa. Karna waktu tetap berjalan maju tanpa peduli dengan perasaannya dan takdirnya.

__ADS_1


" Kumohon bangunlah, hati ku sakit melihat mu terbaring lemah seperti ini, aku kangen suara mu, candaan mu, tertawa mu dan kekonyolan mu. " ujar Erlan dengan mencium punggung tangan adiknya dengan meteskan air matanya.


Biarlah sekarang dia menangis, mencurahkan isi hatinya, kesedihannya, kesesakkannya. Toh, hanya dia yang berada di sini, tak ada orang lain selain dirinya kecuali daddynya dan adiknya yang masih terlelap di alam bawah sadarnya.


Cengeng. ya, dia cengeng karna adiknya, entah kenapa hatinya sakit melihat adiknya terluka seperti ini, Dia menyesal tak bisa menjaga keluarganya dengan baik.


" Kau tau ? kasih sayang ku begitu besar kepada mu, entahlah aku bingung dengan perasaan ku sekarang yang menganggap mu adik ku atau bukan. yang terpenting kau tau aku menyayangi mu, Kristal. " ujar Erlan dengan mengecup kening Kristal dengan lama, Tanpa menyadari kehadiran orang lain di ruangan tersebut.


Stella, Rafi, dan kedua anaknya hanya bisa terdiam melihatnya. Baru kali ini mereka melihat pria di depannya sehancur ini, karna seoarang gadis cantik yang terbaring lemah yang sialnya adiknya.


" Kenapa aku sesakit ini melihatnya ? " Batin seorang pria seumuran dengan Erlan yang melihat Erlan yang mencium kening Kristal.


Jangan lupa ya like end votenya :) terimakasih 🙏


See you tomorrow guys 😘

__ADS_1


__ADS_2