Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Extra part 25


__ADS_3

Happy Reading Guys :)


^^^


" TIDAAKKKK !!! " teriak Racquel dari dalam kamarnya yang kedap suara, untung saat itu Stella ingin menemui mamanya di dalam kamar, jadi dia bisa mendengarnya setelah pintu kamar mamanya dia buka dan terlihat mamanya yang sedang terisak di lantai.


" MAMAAA !!! " Stella terkejut melihat mamanya terduduk di lantai sambil terisak dan langsung saja Stella menghampiri mamanya.


" Ma, mama kenapa ? " Stella yang sudah duduk di sebelah mamanya langsung menarik mamanya kedalam dekapannya dan mengelus surai panjang nan lembut itu.


" Hikss ... hikss ... pa-papa ... Hikss. " Racquel tak kuasa mengatakannya dan malah semakin terisak.


" Katakan, ma. " Stella melepas pelukannya dan mengenggam tangan mamanya penuh kecemasan.


" Pa-papa, ke-kecelakaan. "

__ADS_1


Jedarrr ...


Bagai tersambar petir di siang bolong, Stella masih terdiam terkejut mendengarnya. Antara ingin menangis, histeris, atau pingsan mendengar perkataan yang keluar dari mulut mamanya. Tapi semua itu tak bisa dia lakukan dan entah kenapa tubuhnya menolak untuk melakukan semua itu. Yang bisa dia lakukan sekarang hanya memandang terdiam mamanya yang makin terisak. Sungguh dirinya masih tak percaya dengan penuturan mamanya.


Papanya kecelakaan ? tentu saja dia tak percaya dengan itu. Mamanya bohong ? itu tidak mungkin, mamanya tidak akan pernah berbohong soal hal yang serius, apalagi menyangkut nyawa papanya. Jadi, apakah ini bener ? tentu saja iyaa.


" Ga-gak mungkin. " hanya itu yang mampu keluar dari mulutnya yang sempat terkunci rapat-rapat dan dia ingin sekali menangis, tapi entah kenapa air matanya susah sekali keluar dari pelupuk matanya dan yang bisa dia lakukan hanya kembali memeluk mamanya, menyalurkan ketenangan untuk mamanya yang makin terisak.


Sedangkan di tempat yang berbeda, tepatnya di sebuah rumah mewah nan megah. Seorang wanita paruh baya sedang tertawa bahagia mendengar perkataan anak buahnya yang mengatakan bahwa mobil yang di tumpangi Danu Abraham meledak. Tentu saja Danu Abraham akan mati di dalamnya. Tapi wanita itu tidak mengatahui bahwa Danu Abraham sempat keluar dari mobilnya dan di selamatkan oleh orang lain.


Wanita itu sama sekali tak memikirkan kedepannya, yang ada di dalam otaknya hanya ingin menghancurkan keluarga adiknya sampai ke akar-akarnya. Tanpa memikirkan hubungan kekeluargaannya yang akan hancur jika mereka semua mengetahuinya dan entah ada dendam apa yang membuat wanita itu sangat membenci kebahagiaan keluarga adiknya.


" Jangan salahkan aku atas semua yang terjadi dan salahkan saja KESALAHANN MUUU RAISYAA !! " ujar wanita itu dengan menekankan kata kesalahan mu Raisya dan dia kembali terbayang-bayang kejadian dulu yang menyebabkan dendam ini tumbuh di hatinya.


Flashback on

__ADS_1


Di kediaman Wilsington empat puluh tahun yang lalu,, saat itu Raisya bersama adik keduanya sedang bercerita di taman mansion keluarga mereka dan sesekali adiknya itu menceritakan masalah percintaannya bersama seseorang lelaki berkebangsaan Spanyol.


" Kak, menurut kakak nihh ya. kak Luiz gimana ? " Ujar adik kedua Raisya yang tengah menatap kakaknya.


" Gimana apanya ? " Ujar Raisya dengan bingung.


" Kak Luiz orangnya gimana menurut kakak ? " ujar Adik kedua Raisya yang memperjelas maksudnya.


" Hmm ... baik, sholeh, pengertian dan dermawan. " ujar Raisya dengan membayangkan sosok Luiz yang beberapa hari di kenalkan daddynya.


" Ohh,, entah kenapa aku suka dengan kak Luiz. " ucapan adik keduanya langsung membuat Raisya menatap terkejut.


Jangan lupa like, vote end komennya :) terimakasih 🙏


See you tomorrow guys 😘

__ADS_1


__ADS_2