Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Extra part 42


__ADS_3

Alexander Hospital


Kini di ruang rawat Kristal dan juga Kevin, telah di penuhi para keluarga. Baik dari keluarga besar Wijaya maupun keluarga besar Abraham.


" Bagaimana kondisi Kristal, Son ? " Ujar Racquel yang kini menyempatkan untuk menjenguk putra dan cucu perempuannya, walau ada perasaan was-was meninggalkan sang suami yang masih terbaring lemah di rumah sakit.


" Alhamdulillah sudah membaik, Ma. Cuma tinggal menunggu Kristal siuman. " Ujar Kevin dengan tersenyum.


" Alhamdulillah. " Ujar Serempak mereka yang hadir.


" Mama seneng dengernya. " Ujar Racquel dengan tersenyum bahagia mendengar kabar baik tentang cucu perempuannya.


" Vin, di mana Kristal sama Erlan ? " Kini giliran nyonya Wijaya lah yang bertanya.


" Elsa tadi pamitan mau ngajak shopping Aurora, kalau Erlan pasti ke kantor. Mommy kaya gak tau aja sifatnya Erlan. " Ujar Kevin tersemyum miris, mengingat putranya yang masih membenci dan menyalahkan Kristal sebagai penyebab kematian Anjel.


" Hufttt ... anak itu selalu aja, nanti momny coba bicarakan sama Erlan, kasihan cucu mommy nanti. " Ujar Raisya yang mengelus pucuk kepala Kristal.


" Iyaa, Mom. " Ujar Kevin dengan tersenyum.


Dia masih bersyukur, ibu mertuanya tidak membenci Kristal dan mau menerima Kristal seperti cucunya sendiri. Semoga keluarganya bisa seperti dulu yang sangat harmonis dan bahagia.


Alexander Mall

__ADS_1


Setelah selesai makan, kini mereka berdua mulai melanjutkan berbelanja dan tempat sasaran mereka berdua adalah toko tas.


" Selamat datang Nona di toko kami, silahkan di lihat-lihat. " Ujar salah satu pegawai toko tas itu yang menyambut kedatangan kedua gadis cantik tersebut.


" Terimakasih, bisa tunjukkan deretan tas khusus remaja. " Ujar Elsa dengan tersenyum.


" Mari ikuti saya. " Pegawai toko tersebut mulai berjalan menuju tas yang cocok di pakai seusia remaja dan pastinya kekinian.


Sedangkan Elsa dan Aurora mengikutinya di belakang, sampai sesekali Elsa melihat-lihat koleksi tas yang lain.


" Ini Nona, silahkan di pilih. " Pegawai toko itu sedikit mundur mempersilahkan konsumennya melihat koleksi tas tersebut.


" Kau mau yang mana ? " Ujar Elsa yang melirik ke arah adik sepupunya.


" pilih lagi sana. " Ujar Elsa yang menyuruh adik sepupunya kembali memilih tas yang berbeda.


" Ta- " Belum selesai menolak, kakak sepupunya sudah kembali memotong.


" Tidak ada tapi-tapian, ayo cepet pilih. Nanti kakak nihh yang pilihin, biar kamu bisa koleksi tas setoko. " Ujar Elsa yang mengancam.


" I-iya, kak. Rora yang pilih sendiri aja. " Ujar Aurora yang langsung kembali melihat-lihat tas yang cocok dengannya.


" Good, Girl. " Ujar Elsa dengan tersenyum puas dan dirinya pun langsung memilih tas untuk dirinya serta adiknya, Kristal.

__ADS_1


Setengah jam mereka memilih-milih tas, tapi tak ada yang di sukai mereka dan di saat Elsa menghampiri adik sepunya, tak sengaja matanya menangkap sebuah tas ransel hitam berbentuk kotak dengan bandulan boneka berwarna biru yang sangat cocok bila di pakai adiknya.


Dirinya pun langsung mengambilnya dengan tersenyum senang, akhirnya bisa dapat juga tas yang cocok dengan selera adiknya dan dia pun juga mengambil tas ransel yang ukurannya sedikit sedang dari tas yang di pilih untuk adiknya.


" Kak, Rora ambil yang ini aja ya. " Ujar Aurora yang menghampiri Elsa dan menunjukkan tas yang di pilihnya tadi.


Visual Tas Belanjaan Elsa



Ini Tas yang di beli wanita itu yang akhirnya di beli Elsa



Visual Tas Belanjaan Elsa Untuk Kristal




Visual Tas Belanjaan Aurora


__ADS_1



__ADS_2