
Happy Reading guys 😚
^^^
" Vero juga gak nyangka, bu. " ujar Veronica dengan tersenyum.
" Ayah bangga dengan mu, Nak. " Ujar Ibrahim, ayah Veronica dengan memeluk putrinya.
" Makasih, Yah. " Ujar Veronica dengan membalas pelukannya dan menangis haru bisa membuat kedua orang tuanya bangga atas dirinya.
" Araaa !! " Teriakan yang sangat dia rindukan selama ini membuat gadis cantik yang tak lain Mutiara menengok ke arah belakang dan melihat kehadiran wanita paruh baya tengah tersenyum ke arahnya dan sang papi yang mengandeng tangan wanita tersebut, yang tak lain maminya, Kartika.
" Mami sama papi disini ? " ujar Mutiara yang terkejut melihat kehadiran kedua orang tuanya.
" Iyaa sayang, maafin mami ya selama ini yang egois. " Ujar Kartika dengan memeluk putrinya yang dari kecil tak pernah mendapatkan kasih sayangnya.
" Tiara senang mami mau hadir di pesta kelulusan, Ara. " ujar Mutiara dengan membalas pelukannya, sejujurnya Mutiara sangat rindu maminya yang selama ini pergi dengan selingkuhannya dan sampai tak hadir di acara pernikahannya.
" Apa kabar, om ? " Derel menyalami ayah mertuanya.
" Kabar saya baik dan jangan terlalu kaku, panggil papi aja sama kaya Mutiara manggil saya. " ujar Bram, papi dari Mutiara.
__ADS_1
" Iya, pi. " Ujar Derel dengan tersenyum.
" Mi, kenalin ini suami Ara. " Mutiara memperkenalkan suaminya setelah maminya melepas pelukannya.
" Halo, tante. saya Derel suami Ara. " Derel pun menyalami ibu mertuanya dengan tersenyum.
" Panggil mami saja sama kaya Ara, ternyata pilihan putriku tepat, kau pria yang sopan dan baik. " Kartika tersenyum melihat suami putrinya yang begitu sopan.
" Makasih, mi. " ujar Derel dengan canggung karna baru pertama kali bertemu dengan ibu mertuanya.
" Kamu jaga Ara baik-baik ya dan maaf saya tak menghadiri pernikahan kalian karna waktu itu - " belum sempat Kartika menyelesaikan perkataannya langsung di potong Mutiara.
" Sekali lagi Mami minta maaf. " ujar Kartika dengan sendu mengingat perlakuannya yang dulu dilakukan ke putrinya.
" Mami gak perlu minta maaf, Ara sayang mami. " Mutiara pun memeluk ibunya dengan terisak dan dia bersyukur maminya mau berubah.
" Aku janji akan selalu membuat mu bahagia, sayang. " batin Derel dengan tersenyum melihat kebahagiaan istrinya yang telah kembali bertemu dengan ibunya.
" Bunda, ayah. " Citra melihat kehadiran Ayah dan bundanya dari jauh, langsung saja dirinya menghampiri kedua ortunya.
" Bunda telat ya ? " Ujar Rani dengan memeluk putrinya.
__ADS_1
" Gak, Bund. Bunda sama ayah pas datangnya. " ujar Citra dengan tersenyum.
" Selamat putri ayah akhirnya lulus juga. " ujar Satria dengan mencium pipi putri sulungnya.
" Makasih, yah. " ujar Citra dengan tersenyum.
" Mami !! disini !!! " Teriak Anita dengan melambaikan tangannya melihat maminya kebingungan mencari keberadaannya.
" Maafin mami ya baru datang, tadi perjalan dari Bandara macet banget, sayang. " ujar Zee dengan mencium pipi putrinya.
" Gak papa, mi. mami gak capek langsung kesini ? " ujar Anita dengan tersenyum senang melihat kehadiran maminya.
" Gak dong, buat putri mami tercinta mami gak bakal pernah capek. " ujar Zee dengan mengelus pucuk kepala putrinya.
" Makasih ya, mi. dahh mau datang. " Anita memeluk maminya dengan erat.
" Sayang, kau disini rupanya. " Ujar Elang dengan memeluk istrinya dari belakang.
" Iyaa, Mami sama papi gak datang. " lirih Agustin dengan kecewa, ortunya tak datang di hari kelulusannya.
See you tomorrow guys 😘
__ADS_1