
Di perjalanan menuju kediaman Anita, mobil yang di kendarai Anjel dan Mutiara berpisah setelah menghubungi Veronica bahwa mereka berdua yang akan membeli buah tangan.
Mobil yang di kendarai Anjel dan Mutiara berhenti di salah satu toko kue yang terkenal dengan keenakannya dan juga harganya tidak terlalu mahal dan siapa saja bisa membeli kue tersebut dan mereka langsung memesan kue brownis kesukaan Mama dari Anita.
" mba kue brownisnya dua ya. " ujar Anjel yang memesan kue.
" baik mba silahkan di tunggu sebentar. " ujar karyawati tersebut yang langsung mengambil dua brownis di dalam lemari kaca dan langsung membungkusnya.
" ini mba, jadi 100rb. " ujar karyawati tersebut sambil menyerahkan bungkuskan berisi dua brownis tersebut.
" ini mba. " ujar Anjel dengan menyerahkan uang seratus ribuan.
" terimakasih. " ujar karyawati tersebut dengan tersenyum ramah dan mereka pun langsung menuju ke parkiran.
" habis ini mau kemana lagi ? " ujar Mutiara dengan menatapa mereka bertiga.
" nyari buah - buahan dulu tempat langganan nyokap. " ujar Anjel dan langsung di setujui mereka bertiga.
Mereka pun langsung mengemudikan mobilnya menuju ke salah satu tokoh buah - buahan langganan Raisya, setelah sampai di toko tersebut mereka langsung menghampiri pria paruh baya yang sedang menyusuh buah - buahan.
" assalamualaikum mang. " ucap Anjel dengan tersenyum.
" waalaikumsalam ehh neng Anjel teh apa kabar ? " ujar pria paruh baya tersebut yang di ketahui bernama mang gio.
" alhamdulillah baik mang, mamang sendiri apa kabar ? dahh lama Anjel gak kesini. " ujar Anjel dengan tersenyum karna sejak dia masih di bangku SD Mommy nya selalu mengajaknya beli buah di sini karna mang gio adalah salah satu mantan supir ortunya sejak dia masih kecil dan berhenti karna ingin membuka usaha kecil - kecilan seperti sekarang.
__ADS_1
" alhamdulillah mamang teh baik neng, ehh iyaa neng Anjel teh mau nyari apa ? " ujar mang gio dengan tersenyum sudah lama sekali dia tak pernah melihat anak majikannya ini.
" Anjel mau nyari buah jeruk, apel, anggur, mangga sama alpukat mang. " ujar Anjel.
" sebentar mamang ambilin mau yang udah di bungkus jadi satu atau yang belum nihh? " ujar mang gio dengan menunjuk buah yang sudah di bungkus jadi satu dan yang belum.
" yang udah aja mang, dua ya mang. " ujar Anjel dan langsung di ambil mang gio dua bungkus buah yang sudaj jadi satu di tempat.
" nihh neng, buat neng Anjel teh gratis. " ujar mang gio dengan memberika dua tempat buah tersebut.
" jangan gitu lahh mang Anjel kan ke sini mau beli bukan mau minta mang. " ujar Anjel sambil memberikan tiga lembar seratus ribuan.
" ya udah mamang terima ini duit tapi ini kebanyakan buahnya aja dua 150rb neng. " ujar mang gio sambil mengembalikan 150rb nya tapi di tolak Anjel.
" gak usah mang ambil aja, ohh iya mang ini kenali teman Anjel, yang itu yang pake kaca mata namanya Cika, itu yang rambutnya pendek namanya Citra terus itu yang di sebelah Citra namanya Mutiara. " ujar Anjel memperkenalkan ketiga temannya.
" Citra Aulia Putri di panggil citra. " ujar Citra dengan menerima uluran tangan tersebut dengan tersenyum.
" Mutiara Dwi Cantika biasa di panggil Mutiara. " ujar Mutiara dengan menerima uluran tangan tersebut dengan tersenyum manis.
" Cika Mahesa. " ujar Cika dengan tersenyum baru pertama kali ini Cika tersenyum dengan orang yang baru di kenalnya dan mang gio yang mendengarnya seketika terkejut dan langsung melepaskan uluran tangan tersebut.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Selamat Siang guys
kalau hari ini author bisa nulis lagi dengan lancar author akan up satu Episode lagi dan jangan lupa like, vote dan juga komennya biar author ini seneng dan semangat nulisnya 😊
__ADS_1
see you guys 😘