
" kenapa ? kenapa luhh mau tanggung jawab, lex ? " ujar Anjel dengan mengeratkan pelukan yang sangat ia rindukan.
" gua terpaksa, jeni nuduh gua yang hamilin di depan keluarga dia, maafin gua njel. " ujar Alex dengan menangkup pipi Sahabatnya yang sangat ia sayangi selama ini.
" kenapa luhh gak jelasin semuanya lex ... hikss ... " ujar Anjel yang terduduk di lantai saking lemasnya mendengar itu semua.
" gua dahh jelasin ke mereka tapi mereka gak percaya sama gua, termasuk citra. " ujar Alex dengan sendu.
" citra ? jadi citra tau semua ini ? " ujar Anjel menatap terkejut mendengar sahabatnya yang selama ini dekat dengan dirinya ternyata tau semuanya.
" iyaa citra tau, bahkan jeni itu sepupunya citra, tapi citra gak mau percaya sama gua kalau bukan gua yang hamilin jeni. " ujar Alex yang menjelaskan semuanya.
" gak mungkin ... citra kaya gitu ... luhh pasti bohong kan lex. " ujar Anjel dengan menarik kerah baju sekolah Alex.
__ADS_1
" ini gak bohong njel. " ujar Alex dengan sendu melihat betapa terlukanya gadis yang sangat ia sayangi dan Anjel pun langsung keluar dari ruangan tersebut meninggal Alex yang masih memandang sendu ke arahnya.
" ahhh ... kenapa harus jadi kaya gini Tuhan ... kenapa kau tak membiarkan aku memiliki dia ... dia yang aku sayangi. " ujar Alex dengan meremas rambutnya frustasi.
sedangkan seorang gadis cantik yang tengah berlari dengan menangis itu merasa kecewa akan takdir dirinya ini yang gak bisa bersama orang yang ia sayangi, gadis tersebut pun kembali lagi ke toilet karna gak mungkin bagi gadis tersebut kembali ke kelas dengan keadaan seperti ini.
" hikss ... hiks ... kenapa tuhan ... kenapa harus jadi begini ... kenapa hati ini sakit mendengar kenyataan itu ... kenapa di saat ia kembali malah membawa luka ... aku benci takdir yang mempertemukan aku dengannya yang tak bisa bersatu. " ujar Anjel dengan terduduk lemas.
" Anjel ... luhh kenapa ? " ujar stella yang menyusul Anjel ke toilet karna tak kembali ke kelas.
" stel ... hikss ... hiks ... kenapa takdir begitu jahat sama gua ... kenapa Tuhan harus pertemukan gua sama dia kalau gua gak bersamanya. " ujar Anjel dengan memeluk sahabatnya itu dengan terisak.
" shutt ... luhh gak boleh ngomong gitu, takdir gak salah hanya waktu yang kurang tepat mempertemukan kalian. " ujar Stella dengan memeluk erat sahabatnya itu, sejujurnya baru kali dia melihat begitu rapuhnya sahabatnya ini.
__ADS_1
" sakit stel ... sakit ... kenapa di saat gua mau melupakan dia ... kenapa dia harus kembali ... kenapa di saat gua udah sayang sama orang lain ... dia malah kembali. " ujar Anjel dengan menatap sendu sahabatnya.
" mungkin kalian di pertemukan untuk menyelesaikan masalah kalian dengan baik - baik, belajarlah untuk ikhlas dan jalani kehidupan luhh yang sekarang dengan orang yang luhh sayang, luhh pasti bisa, gua dan yang lain selalu ada buat luhh. " ujar stella dengan menguatkan sahabatnya itu.
" luhh benar, gua harus bisa ikhlas nerima semuanya dan gua gak mau ngecewain kak kevin yang udah selalu ada buat gua di kala gua sedih dan senang, makasih ya stel luhh dahh bikin gua sadar akan semuanya kalau gua dan dia gak bakal pernah bisa bersatu. " ujar Anjel yang mencoba tersenyum walau sakit.
" no problem gua sahabat luhh, luhh juga selalu ada di saat gua hancur dulu dan sekarang gua gak mau lihat sahabat gua hancur kaya gua dulu, keep smile. " ujar stella dengan tersenyum dan Anjel pun ikut tersenyum.
Selamat sore Readers
author pengen memberikan pemberitahuan khusus mulai besok sampai hari minggu depan author akan up di malam hari, karna author mulai besok sudah mulai melaksanakan PTS jadi author baru bisa up di malam hari.
jangan lupa selalu tekan like, vote dan juga komennya 😊
__ADS_1
see you tomorrow guys 😘