
" ya tidak bisa, pa. bagaimana pun stella itu adik kecil kevin yang setiap saat butuh kevin. " ujar kevin dengan over protectif dengan adik perempuannya. dia hanya tidak mau adiknya kenapa - kenapa karna mengingat keluarga memiliki banyak musuh dalam dunia bisnis sang papa dan dia.
" sudahlah jangan terus menerus mengekang adik mu kevin, lagian dia butuh bermain dengan teman - temannya tanpa ada kamu di sampingnya. " ujar sang papa dengan santai sambil tetap melanjutkan makan malamnya. karna dia tau kalau sang putri pasti bisa menjaga dirinya sendiri tanpa kehadiran sang kakak di sampingnya.
" iya nak, lagian stella itu sudah bukan anak kecil lagi, dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri, sekarang kamu lanjutkan makan malamnya. " ujar sang mama dengan memberika nasehat sang putra agar tidak terlalu over protectif dengan putrinya.
" baiklah, tapi setelah ini kevin mau nyusul stella di rumah temannya. " ujar kevin dengan melanjutkan makan malamnya.
Danu dan Racquel yang mendengar penuturan sanh putra yang akan menyusul putri seketika menggelengkan kepalanya karna melihat sikap ovet protectif sang putra.
***
Di kediaman wijaya
pratama wijaya dan sang istri sudah menunggu putra dan putrinya untuk makan malam bersama, karna menunggu lama Raisya memutuskan untuk menemui anaknya.
" mas, biar aku lihat dulu anak - anak. kalau nungguin mereka turun keburu makanan pada dingin semua. " ujar Raisya dengan sedikit emosi karna menunggu anak - anaknya tidak kunjung ke bawah.
" baiklah, kamu samperin mereka. " ujar Pratama dengan tersenyum atas sikap istrinya yang tidak sabaran.
Raisya langsung menuju ke kamarnya anjel untuk membangunkan sang putri setelah itu baru Raisya membangunkan Putra - putranya yang masih kaya anak kecil.
tok tok tok
" sayang ..., bangun nak. waktunya makan malam.
Stella yang sudah bangun dari tadi memutuskan untuk membuka pintu kamar anjel yang di ketuk oleh Raisya.
__ADS_1
ceklek
" ehh ... tante, ada apa tan ? " ujar stella dengan sopan.
" kok kamu yang buka pintunya ? pasti anjel masih tidur ya ? " ujar Raisya yang tersenyum melihat sikap sopan stella, Raisya sangat menyukai teman baru putrinya ini.
" iya ..., tan. anjel masih tidur. " ujar stella dengan sedikit canggung.
" nggak usah panggil tante, panggil mommy aja seperti mutiara dan citra. kamu namanya siapa ? " ujar Raisya yang masih menatap ke arah stella yang dari tadi hanya menundukkan kepalanya.
" stella, mommy. " ujar stella yang mulai menatap ke arah Raisya.
" ohh ..., stella. baiklah stella, mommy minta tolong ya bangunin yang lainnya untuk makan malam, kasihan suami mommy sudah nunggu di bawah. " ujar Raisya.
" baiklah mommy, kalau gitu stella ke dalam dulu. " ujar stella yang hanya di balas anggukan oleh Raisya.
sesampainya Raisya di pintu kamar berwarna hitam dengan gantungan pintu yang bertuliskan ' my big boss ', dia memutuskan untuk mengetuk pintu kamar sang putra pertamanya.
tok tok tok
" sayang, ayo bangun nak, kita makan malam dulu. " ujar Raisya dengan mengetuk pintu kamar sang putra dengan suara yang sedikit kencang agar sang putranya mendengar.
Rafi yang mendengar suara mommynya buru - buru bangkit dari tidurnya, dia hanya tidak mau mommy nya marah karna dia susah di bangunkan. Rafi langsung membuka pintu kamarnya.
ceklek
" iya, mom. mommy duluan aja ke bawah, Rafi mau cuci muka dulu. " ujar Rafi dengan suara khas bangun tidurnya.
__ADS_1
" baiklah, mommy mau ke kamarnya Derel dulu, kalian kalau tidak di bangunin pasti nggak akan ke bawah untuk makan siang, sekarang cepetan kamu cuci muka dan turun kebawah kasihan daddy mu nunggu di bawah. " ujar Raisya dengan panjang × lebar × tinggi yang seperti rumus matematika.
" iya, mom. udah ah kalau dengerin mommy mulu keburu daddy marah karna lama nungguin omongan mommy yang nggak kelar - kelar. " ujar Rafi dengan masuk ke dalam kamarnya, dari pada harus mendengar cerocosan mommynya yang nggak kelar - kelar.
Raisya yang melihat kelakuan putra pertamanya hanya bisa geleng - geleng kepala dan memutuskan untuk membangunkan big babby nya yang ke tiga setelah anjel dan Rafi.
sesampainya di depan pintu kamar bewarna putih dengan gantungan pintu yang bertuliskan ' Dilarang masuk ' karna Derel tidak mau privasi yang ada di kamarnya akan di ketahui oleh keluarganya apalagi adik perempuannya yang super rese.
.
.
.
.
.
.
.
Hai, readers 👋
jangan lupa like 👍, vote ⭐, favorit 💗, share, rating, dan komen
author cuma mau mengingatkan jangan jadi silent readers, membaca tanpa like dan coba hargai para author dengan like dari kalian setiap membaca cerita mereka. thanks you 🙏🙏🙏😊
__ADS_1
see you tomorrow guys 😘