
" mommy sama yang lain keluar dulu ya, tenanglah mak stella sebentar lagi pasti sadar. " ujar Raisya sambil mengelus punggung putranya itu.
" iyaa mom. " ujar Rafi yang masih setia memandang Stella.
Raisya dan yang lain pun keluar tinggalah Rafi seorang diri yang masih setia menunggu sang kekasih membuka matanya.
" honey maaf kan aku yang gak bisa jaga kamu, aku emang gak berguna, kamu boleh kasih hukuman apapun ke aku asal kamu bangun. " ujar Rafi yang mulai menangis terisak tak lama kemudian jari tangan Stella bergerak dan berhasil membuat Rafi tersenyum bahagia.
" honey. " ujar Rafi dengan senang melihat stella yang menatap dirinya dengan tersenyum.
" jelek nangis. " ujar Stella dengan menghapus air mata yang jatuh di pipi tampan kekasihnya.
" biarin, honey kau harus janji jangan pernah tinggalkanku. " ujar Rafi sambil memeluk Stella dan Stella membalas pelukan tersebut.
" heyy masa seorang ceo kejam, dingin, datar nangis sihh, aku janji gak bakal ninggalin ceo dingin ini. " ujar Stella dengan tersenyum.
" aku kejam, dingin, datar hanya ke mereka bukan ke kamu honey, istirahatlah honey. " ujar Rafi dengan mengelus pucuk kepala stella.
" hmm ... kak stella haus. " ujar Stella dengan muka memelas.
" heyy kau jelek kalau kaya gitu, baiklah kakak ambilkan dulu, inget selagi kakak ke dapur kamu jangan coba - coba bangun. " ujar Rafi dengan ancaman.
" iyaa - iyaa ceo kejam ku. " ujar Stella dengan sinis sedangkan Rafi hanya tersenyum dan langsung menuju ke dapur.
Semua orang yang sedang menunggu di ruang keluarga melihat Rafi menuju ke dapur dan raisya langsung memanggil anaknya itu.
" RAFI !!! " teriak raisya dan Rafi pun langsung menghampiri mommynya itu.
" ada apa mom. " ujar Rafi yang berdiri di depan mommynya.
" kamu mau kemana ? " ujar Raisya dengan menatap putranya itu yang sudah tidak sekhawatir tadi.
" ambil minum. " ujar singkat Rafi dan membuat Raisya kesel.
" kamu ini singkat banget yang jelas dong, ambil minum buat siapa ? " ujar Raisya dengan kesel.
__ADS_1
" buat stella. " ujar Rafi dengan santai dan berhasil membuat semua terkejut.
" stella sudah sadar nak. " ujar Racquel yang menghampiri Rafi.
" sudah ma, sekarang dia lagi baring di kasur. " ujar Rafi dan langsung membuat semuanya pergi ke kamar stella dan meninggalkan rafi sendirian di situ.
" tadi manggil sekarang ninggalin. " gerutu Rafi sambil kembali berjalan ke dapur.
sedangkan di sebuah kamar, semua orang langsung beruntung menanyakan kondisi stella dan yang di tanya hanya bisa menghembuskan nafasnya.
" masih sakit sayang ? " ujar Raisya sambil duduk di samping ranjang.
" mana yang sakit nak ? " ujar Racquel sambil mengelus pucuk kepala sang putri.
" masih sakit dek ? " ujar Kevin dengan menatap khawatir Stella.
" gimana stel, masih sakit ? " ujar Anjel yang berdiri di samping Kevin.
" gimana kondisinya stel, udah baikan ? " ujar Derel tak kalah khawatirnya.
" kalian ini mau nanya kondisinya apa mau ngajak gelut banyak banget yang nanya tapi tujuannya mahh sama. " ujar Rafi sambil membawa air minum dan meletakkan di atas nakas.
" kita kan khawatir kak, ayo Stella sekarang jawab pertanyaan kami. " ujar Anjel dengan menatap Stella yang asik minum di bantu oleh sang kakak.
" alhamdulillah Stella udah mendingan. " ujar Stella sambil tersenyum dan semuanya pun lega mendengarnya.
" ya sudah kalian semuanya keluar Stella mau istirahat. " ujar Rafi dengan datar.
" bilang aja mau berduaan." ujar Anjel dengan sinis.
" biarin, dahh sana mendingan luhh sama Kevin jangan ganggu, vin bawa cewek luhh. " ujar Rafi dengan menatap calon adek iparnya itu.
" gak - " ujar Anjel terpotong dengan tarikkan tangan kekar yang tak lain kevin dan semuanya pun ikut keluar membiarkan sepasang sejoli itu berduaan.
" ihh kak kevin ngapain narik sihh, Anjel kan belum kelar ngomong. " ujar Anjel dengan mencibikkan bibirnya.
__ADS_1
" udah diam, mendingan sekarang kita jalan - jalan yuk. " ujar kevin dengan menoel noel dagu kekasihnya itu yang sedang merajuk.
" gak mau. " ujar Anjel yang berjalan menuju kamarnya sedangkan yang lain langsung menuju ke ruang keluarga.
" YAKIN HONEY GAK MAU NIHH !!! " teriak kevin yang masih di dengar Anjel.
" GAK MAU !!! " teriak Anjel dan langsung menutup pintu kamarnya dengan keras dan kevin hanya tertawa melihatnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Halo para readers ku tercinta 👋
jangan lupa ya selalu like setiap selesai membaca dan bagi yang suka cerita ini silahkan vote ya biar author ini senang dan juga yang mau memberikan saran bisa tulis di kolom komentar 😊
__ADS_1
see you tomorrow guys 😘