Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Extra part 18


__ADS_3

" Mas, gimana ? " ujar Raisya dengan menatap suaminya dengan panik.


" Tenang saja, akan ku suruh mereka mencari tau dalang dari semuanya dan akan ku pastikan kalian tetap aman. " ujar Pratama dengan memeluk sang istri, menyalurkan kehangatan dan ketenangan.


" Siapa yang dendam dengan kalian ? apakah kalian punya musuh ? " Ujar Racquel dengan menatap putra dan menantunya.


" Tidak, Ma. Kevin sama sekali tidak punya musuh. " ujar Kevin yang menggeleng.


" Apakah ini dari saingan bisnis mu, Son atau ini mungkin musuh Anjel di dunia bawah ? " ujar Danu.


" Selama ini Kevin gak punya saingan bisnis dan lagian Anjel setelah melahirkan sudah tak pernah mengurus kelompok mafianya. " ujar Kevin dan di angguki Anjel.


" Baiklah nanti kita bicarakan lagi dan suruh Mutiara bawa Kristal kesini. " Ujar Pratama dan di angguki Anjel, setelah itu Anjel menghubungi Mutiara.


Di Toko Ice Cream, Mutiara yang mendapatkan telfon dari Anjel langsung mengangkatnya dan menyuruh mereka untuk pulang.


Mutiara pun langsung mengajak mereka kembali ke mansion kediaman Alexander dan tak lama mobil mereka pun sampai di mansion tersebut yang terlihat gelap + sepi.


" Aunty, kenapa gelap ? " ujar Kristal dengan memandang kedalam mansion keluarganya.


" Aunty tidak tau sayang ayo kita masuk. " ujar Mutiara dengan mengandeng tangan Kristal dan Samuel menuju kedalam.


Di dalam mansion terlihat gelap + sepi, itu membuat Kristal takut dengan keadaannya, tapi semua itu berubah menjadi terang benderang dengan hiasan balon yang memenuhi mansion megah tersebut, tak lupa kue ulang tahun yang sudah berada di atas nakas dan kedua orangtuanya serta kakak kembarnya yang tengah menatap tersenyum ke arahnya.


" Happy Birthday. " ujar serempak mereka dengan meniup terompet dan memakai topi ultah.


" Makasih. " Kristal tersenyum haru melihatnya dan sungguh sangat bahagia bisa merasakan semuanya.


" Ayo di tiup dong lilinnya, masa di anggurin sihh. " ujar Anjel dengan mendekat ke arah putrinya.


" Iyaa, Mom. " Kristal pun mendekat ke arah kuenya dan meniupnya setelah mengucapkan permohonan.


Setelah selesai acara ultah yang sederhana itu, mereka mulai membubarkan diri satu persatu dan tinggal lah tersisa keluarga mereka.

__ADS_1


" Kristal mau kado apa dari, Mom ? " ujar Anjel yang duduk di samping Kristal karna kini mereka tengah berkumpul di ruang keluarga.


" Hmm ... Kristal mau jalan-jalan ke korea, Mom. Tapi naik pesawat biasa bukan pesawat pribadi daddy atau mommy. " ujar Kristal dengan tersenyum.


" Baiklah, besok kita akan berangkat bersama-sama. " ujar Anjel dengan mengacak rambut putrinya dengan tersenyum.


" Makasih, Mom. " Kristal langsung memeluk Anjel saking bahagianya.


" Mom, besok Elsa nyusul aja pake pesawat pribadi Elsa karna besok Elsa ada tugas yang harus di kumpulkan dan tak bisa di wakilkan. " ujar Elsa.


" Baiklah dan Kau Erlan temenin adek mu, kalian besok berangkat hati-hati jangan lupa setelah sampai kabari mommy atau daddy, paham ? " Ujar Anjel dengan memandang si kembar.


" Paham, Mom. " ujar serempak si kembar dan setelah itu mereka pun kembali ke kamar masing-masing.


***


Keesokan paginya, Mereka bertiga sudah tiba di bandara menuju ke korsel dengan baju tebal yang melekat di tubuh mereka karna perkiraan di sana akan turun badai salju.


Sedangkan di Sma Internasional School, Elsa tengah menunggu guru mata pelajaran Fisika untuk memberikan tugasnya secara langsung dan setelah itu dia akan menyusul Daddy, Mommy dan adiknya menuju Korsel.


Tak lama guru tersebut datang dengan pakaian modisnya dan terlihat masih muda dengan membawa buku-buku tebal di tangannya.


" Elsa, kenapa gak masuk kelas ? " ujar guru tersebut dengan terkejut melihat Elsa yang masih berdiri di luar.


" Tidak bu, hari ini saya ijin ada urusan dan ini saya mau kasih tugas fisika saya. " ujar Elsa dengan menyerahkan map berwarna merah.


" Baiklah, Ibu terima dan hati-hati di jalan. " ujar guru tersebut dan menerima map tersebut.


" Siap bu dan makasih. " ujar Elsa dengan tersenyum dan langsung mencium punggung tangan gurunya sebelum pergi meninggalkannya.


Sedangkan di parkiran, Erlan gabut menunggu saudarinya yang tak kunjung datang dan tak lama dia melihat saudarinya berjalan menuju mobilnya.


" Lama banget. " ujar Erlan dengan kesal setelah saudarinya masuk.

__ADS_1


" Gurunya lama, ayo pak jalan. " ujar Elsa dengan langsung menyuruh supir tersebut.


Di perjalanan menuju bandara, mereka terjebak macet yang harus membuat mereka menunggu lama dan Elsa menyuruh supirnya menyalakan radio mobilnya.


" Pak, nyalaij Radionya. " ujar Elsa dan di angguki sang supir.


Saat Radio tersebut nyala, tak lama terdengarlah berita tentang pesawat jatuh menuju Korsel yang sialnya ternyata pesawat tersebut yang di tumpangi Daddy, Mommy serta Kristal yang langsung membuat mereka syok.


" I-ini gak benerkan ? " Elsa yang masih terkejut mendengar berita tersebut dan seketika buliran Kristal mengalir di kedua pelupuk matanya.


" GAK MUNGKINNN !!! " Teriak Histeris Elsa yang langsung membuatnya pingsan tak sadarkan diri dan Erlan yang melihatnya langsung memeluk saudarinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mungkin seharusnya masih ada 3 atau 2 lagi episode tambahannya, tapi karna ada yang minta buru" di tamatin jadi alhasil author tamatin dan mungkin membuat kalian bertanya-tanya kelanjutannya tapi ya mau gimana lagi ada yang minta di tamatin.


Untuk season 2 nya authornya sihh pengen di up besok, tapi karna mood author buruk dengan komenan yang bilang terlalu banyak konflik dan pertengkarannya, alhasil membuat author gak semangat nulis season 2 nya.


Maaf karna author ini hanya penulis amatiran, yang selalu berubah-ubah dan author hanya ingin membuat cerita ini sedikit di bumbui pertikaian sebelum kebahagian yang abadi dan mohon maaf kalau kalian gak suka 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2