
Tak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat, sudah seminggu Kristal menjalani harinya dengan kebencian sang kakak, sejak seminggu itu, Kristal pindah ke rumahnya.
Rumah hasil kado ultah dirinya di umur 11 tahun, yang di belikan ortu angkatnya untuk dirinya.
" Dahh seminggu aku gak main ke mansion Daddy. " Ujar Kristal yang sedang menyiapkan sarapannya sendiri, karna di rumahnya ini tak ada satu pun maid yang di pekerjakan olehnya.
" Apa aku kesana aja ya ? " Ujar Kristal yang berfikir-fikir.
" Ya udah dehh aku kesana aja, lagian juga pagi-pagi begini, kak lan pasti udah berangkat sekolah. " Ujar Kristal yang langsung melahap sarapannya.
~ Skip ~
Selesai sarapan, Kristal bersiap-siap menuju mansion Daddynya dengan menggunakan taxsi, karna dirinya males mengendarai mobilnya sendiri.
Setibanya di mansion, dirinya langsung menuju gerbang utama kediaman keluarganya.
" Pak, bukain dong. " Ujar Kristal yang setengah berteriak, agar penjaga yang di pos mendengarnya.
__ADS_1
" Baik Nona. " Ujar penjaga tersebut sambil berlari membukakan gerbang utama.
" Selamat datang kembali Nona. " Ujar penjaga tersebut dengan menbungkuk hormat.
" Terimakasih, kalau gitu Kristal masuk dulu, pak. " ujar Kristal dengan tersenyum dan langsung berjalan menuju pintu utama.
Di saat dirinya ingin masuk kedalam, langkahnya terhenti mendengar suara ribut-ribut di ruang tengah.
" Ada apa itu ? Aku sembunyi dulu dehh. " Ujar Kristal yang bersembunyi di belakang pot bunga besar di dekat pintu.
Sedangkan di ruang tengah, Elsa dan Erlan tengah berdebat. Saling menyalahkan satu sama lain.
" INII SEMUAA EMANGG SALAHH KAUU, KAUU TAUU ? KRISTALL PERGII DARII SINII, GARA-GARAA KAUU, DADDY PERGI KE INGGRISS JUGAA SALAHH KAUU !!! " Ujar Elsa yang tak kalah kencangnya.
" Apaa ?! Daddy pergi ? " Gumam Kristal yang masih mendengarkan perdebatan kedua kakaknya.
" BAGUSS KALAUU PEMBUNUHH ITUU PERGII, DADDY PERGI BUKAN SALAH KU, TAPI SALAH PEMBUNUH ITU, YANG SUDAH MEMBUAT MOMMY TIADA, APA KAU PIKIR, DADDY SEPERTI SEKARANG MURNI KEINGINANNYA ? BUKANN !! INI SEMUAA DIAA LAKUKAN AGAR MELUPAKAN KENANGAN MOMMY !!! " Ujar Erlan dengan membentak saudarinya dan langsung pergi menuju mobilnya.
__ADS_1
" Pembunuh ... pembunuh ... kau pembunuh !!! " Kalimat itu terus terngiang-ngiang di otak Kristal.
" Hufftt ... ya aku sadar aku pembunuh. " Ujar Kristal yang langsung berlari keluar sebelum kakaknya mengetahuinya.
Di saat dia ingin keluar gerbang, dirinya berpapasan dengan mobil kakak laki-lakinya, tapi dia tidak menghiraukannya dan terus berlari keluar gerbang.
" Daddy, maafkan Kristal. " Batin Kristal dengan terisak dan terus berlari meninggalkan mansion keluarganya.
Sedangkan di mobil sport berwarna hitam, Erlan terus mengikuti adiknya itu, walau di dalam hatinya membenci adiknya itu, tapi tetap saja, hatinya masih menyayangi adiknya.
" Apa dia mendengar semuanya ? " Gumam Erlan sambil terus mengikuti adiknya itu.
" Apa peduli ku, biarkan saja dia mendengarnya. Malah lebih bagus dia mengetahuinya dan kalau perlu dia pergi jauh-jauh dari keluarga ku. " Ujar Erlan yang mulai melajukan mobilnya menuju sekolahnya.
***
Maaf ya kalau ceritanya muter-muter,, mungkin 2 episode lagi cerita akan tamat, karna tujuan author membuat episode tambahan untuk menceritakan kebencian Erlan ke adiknya Kristal.
__ADS_1
Jangan lupa di baca season 2 nya, kalau ada masukan di season 2 nya boleh di sampaikan di kolom komentar :) Arigato all //membungkuk//
See you tomorrow guys 😘