Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Episode 230


__ADS_3

Happy Reading guys 😚


^^^


Terlihat raut kebahagian, haru, dan sujud syukur dari seluruh siswa kelas XII yang bangga dengan hasil ujian mereka yang membanggakan dan tidak sia - sia kerja keras mereka selama ini dalam melakukan ujiam terakhir mereka.


" Ahhhh ..... gua lulussssss !!! " teriak Mutiara dengan bahagia dan sujud syukur atas apa yang dia dapatkan.


" Alhamdulillah aing lulus. " ujar Citra dengan menangis haru dan ikut sujud syukur atas apa yang tuhan berikan.


" Kau lihat, nak ? mami mu lulus. " ujar Agustin dengan tersenyum bahagia dengan mengelus perutnya yang masih terlihat rata di kandungannya yang memasuki 3 bulan.


" Lulussss !!! " jeritan Anjel dengan melompat - lompat bahagia.


" Gua lulus, Nit ? " ujar Veronica dengan menunjukkan suratnya ke sahabat di sampingnya dengan tatapan masih tak percaya dengan yang tertulis di dalamnya.


" Iyaa. " ujar Anita mengangguk dengan tersenyum.

__ADS_1


" Wahhh ... hikss ... hiks ... akhirnya gua lulus ! " ujar Veronica dengan terisak memeluk Anita, Vero tidak menyangka bahwa dirinya lulus dengan nilai yang memuaskan padahal selama ini dia belajar dengan bermalas - malasan tapi malah mendapatkan nilai yang memuaskan.


" Hooh, gua gk nyangka kita semuanya lulus. " ujar Anita dengan mengusap punggung sahabatnya.


" Huaaa ... aing gak nyangka ternyata lulus. " ujar Stella dengan masih memandangi kertas kelulusannya.


" Btw, Cika kenapa tuhh ? " ujar Agustin dengan memandang sahabatnya yang dari tadi terdiam dan yang lainnya langsung menghampiri Cika begitupun Vero yang telah melepas pelukannya menghampiri yang lainnya.


" Kenapa, Cik ? " ujar Vero bertanya melihat Cika yang masih setia terdiam.


" Gu-gua ... gak lulus. " ujar Cika dengan sendu menatap sahabat - sahabatnya.


" Hahahaha ... ini pasti lelucon doang, gak mungkin lahh seorang Cika Mahesa gak lulus. " ujar Mutiara dengan tertawa di angguki yang lainnya.


" Tapi ini kenyataannya. " ujar Cika dengan menunduk, yang lainnya melihat tatapan sendu Cika merasa bahwa yang di katakan sahabatnya ini adalah benar dan mereka masih sedikit tak percaya.


" Yang sabar, Cik. " ujar Agustin mengelus bahu sahabatnya.

__ADS_1


" Tapi boong !!! " ujar Cika dengan lantang tak lupa dengan tertawaannya yang begitu ngakak mengerjai sahabatnya.


" Sialan. " ujar Agustin dengan memukul bahu Cika.


" Awww ... Hahahaha ... lucu banget muka kalian tadi ... Bwhaaaaaa ... " ujar Cika dengan mengelus bahunya yang terasa sakit tak juga menghentikan tawanya.


" Anjir ! aku terpedaya dengan kebohongan mu wahai manusia. " ujar Veronica dengan menatap tajam sahabatnya yang masih saja tertawa.


" Sorry guys. " ujar Cika menghentikan tawanya dengan tersenyum manis.


" Sudah - sudah, mendingan kita - " ujar Anita terpotong dengan coretan di bajunya yang berasal dari Vero di sampingnya.


" Hehehehe ... sebelum luh yang nyoret baju kita - kita mendingan gua duluan. " ujar Vero dengan terkekeh dan melanjutkan menyemprot cat semprot di baju Cika di susul dengan Anita yang mencoret bajunya.


" Curang luh berdua beli cat semprot tapi gak ngajak - ngajak. " ujar Agustin dengan berlindung di balik tubuh Mutiara agar tak kena semprotan lucnut dari kedua sahabatnya.


" Tenang gua bawa banyak. " ujar Citra dengan mengeluarkan cat semprot berwarna warni dari balik tasnya dengan tersenyum, mereka pun langsung mengambilnya satu persatu dan mulai mengelilingi Anita dan Vero yang langsung menyemprot Anita bergantian ke Veronica.

__ADS_1


Jangan lupa like end votenya 😊


See you tomorrow guys 😘


__ADS_2