
Happy Reading Guys
^^^
Setelah selesai makan, mereka pun langsung kembali ke kediaman Alexander yang pastinya Mutiara sudah di kabari oleh Anjel bahwa persiapan semuanya sudah beres, tinggal menunggu kehadiran mereka dan sebelum ke kediaman Alexander Mutiara terlebih dahulu menyuruh supir ke sekolah putra dari kakak sepupunya yang sekarang telah di angkat menjadi putranya, setelah kakak sepupunya bersama kakak iparnya meninggal karna kecelakaan 2 bulan yang lalu.
Setiba di sekolah, Mutiara langsung keluar dari mobil menunggu Putranya Samuel keluar dengan di temani Kristal di sampingnya dan tak lama keluarlah seorang anak laki-laki seumuran dengan si kembar tengah berlari ke arah mereka.
" MAMIIIII !!! " Teriak anak laki-laki tersebut yang tengah berlari ke arah Mutiara dan setiba anak laki-laki tersebut langsung memeluk Mutiara.
" Jangan lari-lari, sayang. Nanti jatuh, gimana belajar hari ini ? " Ujar Mutiara yang membalas memeluk Samuel dan langsung mencium pucuk kepala Samuel, sungguh selama 2 bulan ini dirinya sangat bahagia dengan kehadiran Samuel di hidupnya, di tambah Samuel yang telah menerima dirinya dan Derel menjadi orang tuanya. Walaupun dirinya belum bisa mendapatkan anak hasil mereka sendiri tak membuat mereka sedih karna kini mereka telah mempunyai Samuel di hidupnya.
" Sorry, Mam. Tadi bu guru ngasih tugas melukis pemandangan. " Ujar Samuel yang belum menyadari kehadiran Kristal di sampingnya.
__ADS_1
" Ekhemm ... apakah kau tak menyapa ku, Kak Sam ? " Ujar Kristal dengan berkacak pinggang.
" Astaga, kau disini rupanya, hahahaha ... maaf aku tak melihat mu tadi, kau tak berubah ya tetap kecil dari dulu. " ujar Samuel dengan tertawa mengejek Kristal karna Anak laki-laki tersebut paling suka mengejek adik sepupunya itu.
" Uhhh ... kau juga tak berubah sama seperti yang dulu suka mengejek. " Ujar Kristal dengam mencibikkan bibirnya.
" Sudah-sudah kalian ini kalau bertemu pasti saling mengejek, ayo kita masuk sudah panas ini dan Samuel kita ke mansion aunty Anjel dulu ya. " Ujar Mutiara dengan mengacak gemas rambut keduanya.
" Baik, Mam. Aku duduk di pinggir ya dan kau di tengah karna aku gak suka duduk di tengah. " ujar Samuel dengan cerewet.
Mobil mereka pun melaju meninggalkan sekolah SMA terkenal di Kota tersebut yang tak lain SMA INTERNASIONAL SCHOOL dimana sekolah Mutiara dan yang lainnya dulu yang membuat mereka bisa memadu kasih.
Di dalam mobil, Samuel tak henti-hentinya mengejek Kristal yang membuat gadis kecil yang duduk di sampingnya jengkel.
__ADS_1
" Kau ini kecil banget. "
" Kau pendek sekali. "
" Apakah kau tidak di kasih makan ? kenapa tubuh mu sangat kurus sekali ? "
Begitulah ejekkan Samuel kepada Kristal, yang membuat Mutiara menggelengkan kepalanya melihat putranya yang terus menerus mengejek Kristal dan Kristal hanya terdiam menahan kekesalannya kepada kakak sepupunya, tapi dia akui Samuel adalah sosok laki-laki penyayang dan selalu melindunginya di kala dia membutuhkannya.
" Sejak kapan kau bisu ? " ujar Samuel yang kembali membuka suaranya di kala Kristal tak kunjung menjawabnya.
" Sejak bersama mu. " ujar Kristal dengan ketus dan melirik tajam kakak sepupunya tersebut.
" Kenapa bisa begitu ? " Samuel mengerutkan keningnya tanda bingung dengan ucapan adik sepupunya.
__ADS_1
" Kau ini cerewet sekali, kau selalu bilang aku ini pendek, kurus, kecil. apa kau tak lihat aku yang segede ini ? setinggi ini ? " ujar Kristal yang sudah mulai jengah dengan kakak sepupunya.
Maaf ya baru up sekarang dan jangan lupa likenya :)