
One Monts Later ...
Sebulan setelah terjadinya insiden jatuhnya pesawat X.C yang di tumpangi Kevin, Anjel dan Kristal menuju Korsel kini telah menemukan titik terang pencarian korban-korban jatuhnya pesawat tersebut.
Di saat Timsar menemukan bagian Sayap pesawat, Mereka melihat dua orang yang tergeletek di atas sayap pesawat tersebut yang terapung-apung, mereka pun mulai mendekati bagian sayap pesawat tersebut dan menemukan seorang pria serta gadis kecil yang tak lain Kevin dan Kristal.
Para Timsar pun langsung membawa mereka berdua menuju salah satu rumah sakit terkenal di kota, Rs tersebut milik Kevin yang di resmikan satu tahun yang lalu, bagian adminstrasi Rs langsung menghubungi pihak keluarga untuk mengabari keberadaan Kevin dan Kristal.
Sedangkan di kediaman Wijaya, Pratama yang tengah duduk termenung di sofa ruang keluarga pun langsung terperanjat mendengar suara telpon rumahnya yang berdering, dia pun langsung mengangkat telpon tersebut karna jaraknya sangat dekat dengan tempat dia duduk dan terdengar suara wanita yang memberitahukan bahwa Menantu serta cucunya sudah di temukan dan kini sedang berada di Alexander Hospital.
" Baik, saya akan segera kesana. " ujar Pratama dengan nada suara yang terdengar senang dan sedikit sedih karna putrinya tidak ada di situ.
__ADS_1
Setelah panggilan terputus, Pratama langsung berteriak memanggil semuanya karna sejak insiden tersebut semuanya memilih tinggal disini untuk sementara waktu sampai di temukannya Kevin, Anjel dan Kristal.
" MOMMYYYYY !! ERLANNNN !! ELSAAAA !! COME HEREEEE !!! " Pratama langsung berteriak dengan kencang yang lansung membuat ketiga manusia yang di panggil pun langsung berlari ke arahnya.
" Ada apa, Dad ? apa ada info terbaru tentang mereka ? ayo katakan, dad !! " ujar Raisya dengan menarik-narik lengan baju suaminya.
" Tenanglah, Mom. Sekarang kalian ganti baju, kita akan ke Alexander Hospital, Kevin dan Kristal sudah di temukan. " Bagai pelangi yang terbit setelah hujan yang mampu membuat ketiga umat manusia tersebut yang mendengarnya terkejut, senang, haru, dan murung. Karna mereka hanya mendengar nama Kevin dan Kristal yang di sebutkan.
" Queen, ada disana kan, Dad ?! " Ujar Raisya dengan menitikkan air matanya mendengar nama putrinya tak tersebut.
" Hikss ... sayang kau dimana, Nak ... hikss ... mommy kangen ... hikss ... apakah kau tak merindukan mommy, nak ? " Ujar Raisya dengan terisak.
__ADS_1
" Mom, bersabarlah. Queen pasti ketemu. " Pratama langsung menarik istrinya kedalam dekapannya.
" Hikss ... Mommy gak bisa hidup tanpa Queen, Dad. " Raisya makin terisak di dalam dekapan suaminya.
Pratama hanya terdiam sambil mengelus surai panjang istrinya tanpa suara, baginya hidupnya sekarang telah suram tanpa kehadiran putrinya dan di tambah istrinya yang setiap hari menangis memandang bingkai foto putrinya yang tengah tersenyum di tepi pantai yang membuat dirinya makin terluka.
Semangat hidupnya hanya karna putrinya dan istrinya, jika putrinya meninggalkannya maka separuh hidupnya akan sirna, di tambah istrinya yang akan semakin hancur dan membuat semangat hidupnya makin menurun.
Andai waktu bisa berputar kembali, dia ingin menghentikan waktu di saat putrinya, menantunya dan cucunya berangkat liburan ke Korsel, agar semua ini tidak akan terjadi dan hidupnya akan kembali bahagia tanpa air mata.
Tapi waktu tetaplah waktu yang terus berputar dan tidak akan pernah berhenti, walau sedetik pun.
__ADS_1
" Mom, Elsa kangen mommy. " batin Elsa dengan sendu menatap bingkai foto Mommynya yang terpampang sangat besar di ruang keluarga tersebut.
" Takdir begitu jahat, merenggut semua kebahagiaan yang pernah ku rasakan. " Batin Erlan dengan sakit melihat keluarganya sehancur dan sesedih ini.