
Kediaman Dirgantara.
Elsa telah tiba di kediaman unclenya. Dia pun langsung masuk ke dalam mansion yang tidak terlalu mewah itu.
Setibanya di dalam, dia melihat unclenya sedang duduk di ruang keluarga sambil memainkan laptopnya dan dia pun mencoba menghampiri unclenya.
" Assalamualaikum, Uncle. " Ujar Elsa yang sudah berdiri di depan Vino yang langsung membuat si empunya menatap dirinya.
" Waalaikumsalam, kamu kesini sama siapa ? " Ujar Vino yang sudah mematikan laptopnya.
" Sendiri Uncle. " Elsa pun mencium tangan Vino dan duduk di sebelahnya.
" Hmm, gimana kabar Daddy mu ? "
" Alhamdulillah sudah mulai membaik, Uncle. Ohh iyaa, uncle. Roranya ada ? " ujar Elsa yang menatap kamar adik sepupunya.
" Ada, Dari kemarin dia selalu ngurung diri di kamarnya. " Ujar Vino dengan sendu.
" Uncle yang sabar ya. Mungkin Rora sekarang lagi butuh waktu sendiri. " ujar Elsa dan di angguki Vino.
" Mungkin, kau ingin bertemu Rora ? " ujar Vino yang mencoba tersenyum.
" Iyaa, Uncle. Apa boleh ? " ujar polos Elsa yang membuat Vino terkekeh.
" Tentu boleh, Kamu langsung ke kamarnya aja sana. " ujar Vino dengan mengelus pucuk kepala putri bosnya sekaligus keponakannya.
" Makasih, Uncle. Kalah gitu Elsa ke atas ya. Byee uncle. " ujar Elsa dengan melambaikan tangannya dan langsung naik ke lantai 2 di mana kamar adik sepupunya berada.
__ADS_1
Setibanya di pintu kamar berwarna putih polos, Elsa mencoba mengetuk pintunya. Berharap adik sepupunya membukakannya.
Tokkk ...
Tokkk ...
" Rora, ini kak Elsa. Apakah kakak boleh masuk ? " Ujar Elsa yang masih menunggu jawaban adik sepupunya dan tak lama pintu kamar adik sepupunya terbuka.
" Ayo masuk, kak. " Ujar Aurora yang langsung membuka lebar pintu kamarnya.
Elsa pun langsung mengangguk dan berjalan masuk menuju sofa kecil yang berada di depan ranjang adik sepupunya.
Sedangkan Aurora langsung menutup pintu kamarnya kembali dan langsung berjalan mendekati kakak sepupunya.
" Kakak ada apa kesini ? " Ujar Aurora yang mencoba tersenyum menutupi kesedihannya.
" Boleh kok, kak. Maksud Rora bukan begitu. " Rora merasa gak enak terhadap kakak sepupunya.
" Tidak apa. Kakak tau maksud kamu, kakak kesini mau ngajak kamu ngemall. Rora mau kan ? " ujar Elsa dengan tatapan memelasnya.
" Gimana ya, kak. " Rora ingin menolaknya, tapi dia merasa gak enak menolaknya.
" Ayolah, Temenin kakak ngemall. Kakak gabut kalau ngemall sendiri, kalau ada kamu kan kakak bisa ngobrol bareng. " Elsa mencoba membujuk adik sepupunya.
" Baiklah, kalau gitu Rora siap-siap dulu. " ujar Rora yang pasrah dan di angguki Elsa dengan senang.
Selagi Rora berganti pakaian, Elsa mencoba mengusir ke gabutannya dengan membuka akun sosmed miliknya dan melihat ada followers baru di akun sosmednya.
__ADS_1
Sebelum add, Elsa membuka profil akun orang tersebut. Ternyata yang ngefollow akun sosmednya merupakan seorang pria yang mungkin seumuran dengannya dan dia yang ingin menambah pertemenannya langsung meng add akun pria tersebut.
Tak lama pria itu mengirimkan pesan dengan emoticon tersenyum dan di akhiri love. Dirinya hanya melihatnya saja tanpa minat untuk membalasnya.
" Kak yukk sudah. " Suara adik sepupunya di sampingnya langsung membuat Elsa menaruh kembali iphonenya.
" Skuyy. " Elsa pun mengandeng tangan adik sepupunya turun ke bawah dan di bawah masih ada unclenya yang sibuk dengan laptopnya.
" Kalian mau kemana udah cantik-cantik gini ? " Vino menatap penampilan putrinya yang sudah rapi dengan balutan kaos panjang dan levis biru dongkernya.
" Elsa mau ngajak Rora ngemall, Uncle. Boleh ya ? " ujar Elsa yang meminta ijin dan unclenya mengangguk tersenyum.
" Iyaa, hati-hati ya. Jangan ngebut-ngebut. " Vino mengijinkan keponakannya membawa putrinya untuk berbelanja. Siapa tau dengan di ajak pergi dengan keponakannya itu bisa membuat putrinya kembali bahagia dan bisa mengurangi kesedihannya.
" Siap, Uncle. Kalau gitu kita berangkat. " Elsa menyalami tangan unclenya dan di ikuti adik sepupunya.
" Rora berangkat, yah. " Mora menyalami tangan ayahnya dan mencium pipi kanan sang ayah.
" Iyaa, sayang. Ini pegang buat kamu belanja nanti. " Vino menyerahkan black card nya kepada sang putri.
" Tidak usah, Uncle. Biar Elsa yang belanjain nanti, kan Elsa yang ngajak Rora. " ujar Elsa yang langsung menarik tangan adik sepupunya supaya tak menerima black card unclenya dan langsung berjalan menuju mobilnya.
Aurora hanya mengikuti kakak sepupunya saja dan Vino yang melihatnya hanya tersenyum melihat kelakuan keponakannya itu.
Visual Kamar Aurora
__ADS_1