
" Ehh iyaa mommy sampai lupa, gimana pengantin baru malam pertamanya ? " ujar Raisya dengan menggoda Stella.
" Dia paling gesit mom. " ujar Rafi dengan memandang Stella dan yang lainnya kembali tertawa.
" hahahahaha ... ternyata kakak ipar pandai ya, gak nyangka kakak ipar paling jago di gesit di ranjang. " ujar Anjel dengan tertawa sekarang giliran dia yang meledek kakak iparnya.
" mana ada, yang ada kamu tuhh yang maksa - maksa lagi, sampai aku kecapean. " ujar Stella dengan blak - blakkan dan yang lainnya mendengarnya tertawa.
" Tuhh kan, kamu sihh, jadi keceplosan kan jadinya. " ujar Stella dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.
" gak papa Honey, kau kalau malu Gemes. " ujar Rafi dengan terkekeh.
" hahahahaha ... ngakak. " ujar Anjel dengan tertawa paling ngakaknya sampai - sampai bahu Veronica pun menjadi sasarannya.
" Sakit *****, bales dendam luhh. " ujar Veronica dengan menepis tangan Anjel dan mengusap bahunya.
" hahahaha ... gak sengaja gua tapi niat hahahahaha. " ujar Anjel dengan tertawa meledek.
__ADS_1
" *** kau beb. " ujar Veronica dengan memandang tajam Anjel yang masih saja tertawa.
" sudah - sudah, hayo semuanya bersiap siap kita kan bakal berangkat sebentar lagi ke bandara kasihan Citra, Mutiara, Anita dan Agustin menunggu terlalu lama. " ujar Raisya yang sudah beres mencuci piringnya.
" Siap komandan. " ujar serempak Anjel, Veronica dan Stella dengan hormat.
" kalian ini ada - ada saja. " ujar Raisya yang menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ketiga gadis tersebut ehh ralat ketiga perempuan itu karna Stella yang sudah tidak gadis lagi.
Semuanya pun mulai melakukan aktivitas masing - masing seperti menyiapkan keperluan mereka selama mereka berada di Negara Gingseng, setelah setengah jam bersiap - siap mereka pun turun ke bawah dengan membawa koper masing - masing.
" semuanya dahh siap ? " ujar Raisya dengan menggunakan Baju tebalnya karna di Negara Gingseng di perkirakan akan turun badai salju dan tak lupa kaca mata hitam yang di kenakan wanita berkepala tiga tersebut.
" Tentu, karna mommy gak mau kalah sama anak - anak mommy. " ujar Raisya dengan tersenyum dan yang lainnya terkekeh.
" ya sudah kita berangkat, sebelum berangkat kita baca doa terlebih dahulu, doa dalam hati mulai. " ujar Pratama yang memimpin doa sebelum mereka berangkat.
" Doa selesai. " tambah pratama mengakhiri doa mereka dan mereka semuanya mulai memasuki mobil yang di kendarai sopir masing - masing.
__ADS_1
Selama di perjalanan mobil yang di tumpangi Derel, Mutiara, Veronica dan Fani hanya terdengar mesin mobil.
" WOYY !! DIAM - DIAM BAE !!! . " teriak Veronica memecah keheningan.
" berisik. " satu kata yang keluar dari mulut Derel mampu membuat Veronica kembali terdiam.
" ngapa luhh diam ? " bisik Fani yang terkekeh pelan.
" takut gua sama kakak sepupu gua kalau udah dingin kaya gitu. " ujar Veronica tak kalah pelannya.
" hahahaha ... kocak luhh. " ujar Fani dengan tertawa pelan takut membuat cowok di depannya marah.
" bomat. " ujar Veronica dengan bersidekap dada.
" ohh ya, Ver. Agustin mau pindah kemana ? dan kenapa kita harus jalan - jalan ke korea ? " ujar Mutiara dengan menengok ke belakang.
" Agustin mau pindah ke korea makanya kita adain perpisahan plus jalan - jalan ke korea kan lumayan refreshing. " ujar Veronica dengan terkekeh.
__ADS_1
Jangan lupa Like end Votenya
See you tomorrow guys 😘