
Happy Reading :)
^^^
Sekian lama di selimuti rasa haru, kini mereka sudah mulai satu persatu pulang. Walaupun ada perasaan tak rela untuk pergi meninggalkan gadis cantik yang baru sadar itu. Tapi mau gimana lagi, mereka masih punya urusan masing-masing yang harus di selesaikan. Terutama Racquel, yang harus menjaga sang suami yang masih terbating lemah di rumah sakit.
" Nenek pulang dulu ya sayang, inget harus cepat sembuh. Biar bisa main sama nenek lagi nanti. " Ujar Racquel yang mencium kening cucu perempuannya.
" Iyaa, nek. Nenek hati-hati ya di jalannya. " Ujar Kristal yang mencium punggung tangan neneknya.
" Tentu sayang. " Ujar Racquel yang tersenyum dan berjalan menghampiri putranya.
" Son, mama pulang ya. Jagain putri mu, kalau ada apa-apa hubungin mama. " Ujar Racquel yang mencium pipi kanan putranya.
" Mama kebiasaan, kevin udah besar. Malu di lihatin anak kevin, kalau mama cium kevin. " Ujar Kevin dengan kesal melihat kebiasaan mamanya yang selalu mencium pipinya.
" Gak papa, kamu tetap jadi putra kecil mama. " Ujar Racquel dengan terkekeh.
" Seterah mama aja, mama hati-hati di jalan. Kalau ada apa-apa sama papa, segera telpon kevin. " Ujar Kevin dengan mencium punggung tangan mamanya.
" Iyaa, sayang. " Ujar Racquel dengan tersenyum.
" Kita bareng aja. " Ujar Raisya yang sudah berpamitan ke menantu serta cucunya.
" Ayo. " Ujar Racquel yang mengandeng tangan Raisya keluar meninggalkan Pratama di belakangnya.
" Gini nihh, kalau udah bareng. Gua pun di lupain. " Gumam Pratama yang masih bisa di dengar Kevin.
__ADS_1
" Yang sabar, Dad. " Ujar Kevin dengan terkekeh.
" Selalu, kalau gitu Daddy pamit ya. " Ujar Pratama dan di angguki Kevin.
" Hati-hati, Dad. " Kevin pun mencium punggung tangan papa mertuanya.
" Tentu, assalamualaikum. " Ujar Pratama yang mulai berlari menyusul istrinya serta besannya.
" Waalaikumsalam. " Ujar Kevin dengan sedikit keras dan langsung masuk kembali ke dalam.
Sedangkan Elsa tengah memberikan barang belanjaan yang dia belikan buat adiknya itu satu persatu dan Aurora hanya bisa melihatnya.
" Ra, kamu gak capek apa nemenin kak Elsa belanja ? " Ujar Kristal yang mencoba mengajak ngobrol adik sepupunya itu.
" Gak, kak. " Ujar Aurora dengan menggeleng canggung.
" Iyaa, kak. " Aurora pun naik ke atas ranjang Kristal dan duduk di sampingnya.
" Kau tambah cantik. " Ujar Kristal dengen mengelus surai panjang nan hitam adik sepupunya itu.
" Kakak juga cantik. " Ujar Aurora dengan tersenyum.
" Tentu, anak om kan semuanya cantik. " Ujar Kevin yang mulai nimbrung obrolan putrinya dengan keponakannya.
" Kalian berdua udah makan belum ? " Ujar Kevin yang duduk di sofa sebelah putrinya.
" Belum, Dad. Tadi udah makan sihh, tapi masih laper. " Ujar Elsa dengan mengelus perutnya.
__ADS_1
" Kau ini. " Ujar Kevin dengan mencubit pelan hidung mancung putrinya.
" Kita Order aja, kalian mau makan apa ? " Ujar Kevin dengan melirik kedua putrinya dan keponakannya.
" Elsa mau pizza sayuran aja, Dad. " Ujar Elsa dengan cepat.
" Oke, yang lain ? " Ujar Kevin yang melirik putri bungsunya dan keponakannya.
" Hmm, Kristal mesen ... Beef steak aja, Dad. Bolehkan ? " Ujar Kristal dengan bertanya, takut orang sakit tak boleh makan beef steak.
" Tentu boleh, Rora mau makan apa ? " Ujar Kevin menatap keponakannya.
" Hmm, Rora samain kaya kak Kristal aja, Uncle. " Ujar Aurora yang masih canggung bila bergabung dengan keluarga pamannya.
" Baiklah, tunggu sebentar tuan putri. " Ujar Kevin dengan tersenyum dan mulai memesan makanannya.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, vote, rate end komennya :) Thanks you 🙏😊
__ADS_1
See you tomorrow guys 😘