Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Extra part 44


__ADS_3

Alexander Hospital


Di dalam ruang rawat Kevin serta Kevin sedang di rundung kebahagiaan oleh seorang gadis cantik yang telah sadar dari komanya.


Semua orang yang hadir merasa bahagia melihatnya, akhirnya setelah sekian lama koma, gadis cantik itu sadar dengan wajah tersenyum menatap kesekelilingnya.


" Oma kangen sama kamu. " Ujar Raisya yang memeluk cucu perempuan bungsunya dengan menangis haru.


" Kristal juga kangen oma. " Gadis cantik itu membalas pelukan omanya, yang tak lain Kristal Agnesia Abraham.


" Sama nenek tak sayang ? " Ujar Racquel dengan nada bercandaan dan tak lupa air mata haru yang menetes di kedua pipinya.


" Tentu kangen, Nek. " Ujar Kristal yang bergantian memeluk neneknya.


" Nenek senang kau sadar sayang, jangan ninggalin nenek ya, janji. " Ujar Racquel dengan melepaskan pelukannya dan menunjukkan jari kelingkingnya.


" Janji, Nek. " Ujar Kristal dengan menautkan jaring kelingkingnya dan menghapus air mata yang jatuh di kedua pipi neneknya.

__ADS_1


" Nenek sayang sama kamu. " Ujar Racquel yang kembali memeluk cucu perempuannya itu.


Semua orang yang melihatnya ikut tersenyum haru, akhirnya penderitaan keluarganya perlahan berangsur-angsur hilang. Walaupun satu orang wanita yang sangat tangguh itu tak mungkin kembali lagi kepada mereka, yang tak lain Anjel Cecilia Wijaya.


Ceklekk ...


Pintu ruang rawat itu pun terbuka dan memperlihatkan seorang gadis cantik dan seorang gadis kecil yang tengah menenteng banyak barang belanjaan.


Semua orang yang hadir di ruangan itu pun langsung menatap ke arah pintu yang terbuka dan melihat kedua gadis cantik yang berbeda umur itu yang tengah mematung di depan pintu.


" KRISTAALLL !!! " Teriak Elsa dengan berlari ke arah adiknya, tanpa memerdulikan barang belanjaannya yang terjatuh bercecer di lantai dan tak lupa air mata yang bercucuran deras.


" Hikss ... jangan ninggalin kakak. " Ujar Elsa yang sudah memeluk adiknya dengan menangis terisak di dalam dekapan adik perempuannya itu dan Kristal yang melihatnya menangis haru, melihat kakaknya begitu senang melihatnya sadar.


" Maafin Kristal ya, kak. " Ujar Kristal yang membalas memeluk Elsa dengan erat.


" Kamu gak salah, jangan ninggalin kakak lagi ya. Kakak gak mau di tinggal, kakak sayang sama kamu. " Ujar Elsa yang makin mempererat pelukannya tanpa memerdulikan tatapan yang lainnya.

__ADS_1


" Gak bakal. " Ujar Kristal yang ikut menangis di dalam dekapan kakaknya itu.


Semua keluarga yang melihatnya ikut menangis haru, mereka senang melihat rasa sayang Elsa yang besar kepada Kristal. Walaupun Kristal bukan adik kandungnya, tapi gadis cantik itu mampu menerima kehadirannya dan dengan welcome menyayangi Kristal seperti adik kandungnya sendiri.


" Ekhemm, sampai kapan kalian pelukan terus ? " Ujar Kevin yang mencoba mencairkan suasa haru itu dan tak di pungkiri dia pun sama menangis, tapi dia mencoba menahan tangisannya.


" Ahh, Daddy ganggu. " Ujar Elsa yang sudah melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya.


" Kalau mau pelukan daddy di ajak dong, sini peluk. " Ujar Kevin yang menghampiri kedua putrinya dan memeluk keduanya.


" Ahh daddy manja. " Ujar Elsa dengan masih meneteskan air matanya dan membalas pelukannya daddynya begitupun Kristal.


" Semoga keluarga kalian selalu seperti ini. " Batin Racquel dengan tersenyum.


" Semoga tuhan selalu melindungi kalian semua. " Batin Raisya yang menangis haru.


Pratama yang melihat istrinya menangis, langsung menariknya kedalam dekapannya dan mengusap surai panjang istrinya.

__ADS_1


__ADS_2