
Alexander Hospital
Kevin masih setia menemani putrinya di bangku samping ranjang rumah sakit, tak henti-hentinya dirinya berdoa untuk ke sembuhan putrinya.
Sedangkan di sisi alam bawah sadar Kristal, dia ingin sekali membuka matanya dan memeluk erat Daddynya. Tapi itu semua hanya angan-angan yang tak bisa dia lakukan. Dia mencoba menggerakkan matanya beberapa kali agar dia bisa membuka sempurna matanya.
Kevin yang melihat pergerakan kelopak mata putrinya hanya bisa tersenyum haru, dia tau perjuangan putrinya untuk membuka matanya. Seperti sewaktu dia sadar dari komanya, betapa susahnya membuka sempurna matanya dan perlu usaha yang begitu keras untuk membukanya dan semua itu membuahkan hasil.
" Tunggu Kristal, Dad. " Batin Kristal yang sekarang mencoba menggerakkan tubuhnya yang terasa kaku.
^^^
Alexander Mall
Mobil yang di kendarai Elsa, Kini sudah tiba di salah satu pusat perbelanjaan milik keluarganya. Elsa pun langsung memarkirkan mobilnya di basement mall yang sangat luas.
" Yukk turun. " Ujar Elsa sambil membuka seltbelt nya dan turun dari mobilnya. Begitupun dengan Aurora.
Elsa mengandeng tangan adik sepupunya menyelusuri setiap inci mall keluarganya yang begitu sangat ramai.
" Kita mau kemana dulu, Kak ? " ujar Rora yang kini sudah menaiki eskalator bersama kakak sepupunya.
" Hmm, Kita ke sana dulu. " Ujar Elsa sambil menunjuk toko pakaian khusus wanita.
" Baiklah. " ujar Rora yang sudah mengikuti langkah kaki kakak sepupunya menuju toko tersebut.
Setibanya di toko, mereka di sambut salah satu pelayan toko dengan senyum ramahnya.
" Selamat datang, Nona di toko kami. " Pelayan toko tersebut membungkuk hormat.
" Terimakasih. Saya ingin lihat koleksi pakaian terbaru tahun ini. " Ujar Elsa dengan tersenyum.
" Mari saya antarkan, Nona. " Pelayan toko itu menuntun mereka ke deretan pakaian terbaru di toko tersebut yang pastinya tak ketinggalan zaman.
" Ini beberapa pakaian terbaru di toko kami, yang pastinya mengikuti trend terbaru saat ini. " penjelasan pelayan toko itu membuat Elsa mengangguk dan langsung melihat pakaian-pakaian tersebut di ikuti Aurora di belakangnya.
" Ra, pilih saja yang mana yang kamu suka. " Elsa menghentikan langkahnya dan menghadap ke adik sepupunya yang berdiri di belakangnya.
__ADS_1
" Baiklah, Kak. Kalau gitu Rora ke sana ya ? " Rora menunjuk deretan pakaian khusus anak seusianya.
" Pergilah. " Elsa mengangguk tersenyum dan setelah itu Rora langsung melangkahkan kakinya menuju deretan pakaian tersebut.
Elsa tersenyum melihat raut wajah bahagia adik sepupunya. Dia ingin adik sepupunya akan selalu seperti ini, tanpa raut wajah kesedihan yang terpancar.
" Semoga kau selalu bahagia, Ra. " Batin Elsa dengan tersenyum simpul.
Di satu sisi. Aurora tengah melihat lihat pakaian yang cocok untuk dirinya dan pandangannya tertuju di salah baju berwarna coklah. Yang waktu itu almarumah bundanya ingin sekali dia mengenakan baju itu, tapi karna dirinya tidak suka model baju seperti itu, akhirnya almarumah bundanya tak jadi membelikannya.
Entah kenapa sekarang dia ingin sekali mengenakan baju itu dan langsung saja dirinya mengambil baju itu. Tak lama Elsa menghampirinya dengan beberapa baju dan celana yang begitu banyak di tangannya.
" Kau suka dengan bajunya ? " Ujar Elsa dari belakang Aurora yang mampu membuat Rora terkejut.
" Kakak mengagetkan saja. Rora beli yang ini aja. " Ujar Rora sambil menunjuk baju tersebut.
" Baiklah. Itu saja ? " ujar Elsa dan di angguki Aurora.
" Mba, tolong bawakan belanjaan saya ke kasir ya dan ini juga. " Elsa menyerahkan beberapa baju dan celananya yang tadi dia pilih serta baju Aurora yang tadi.
" Baik, Nona. " Pelayan itu dengan senang hati membawa belanjaan Elsa ke kasir.
Visual Belanjaan Pakaian Kristal yang di beliin Elsa.
__ADS_1
Visual belanjaan Aurora
Ini baju yang ingin Hana lihat saat Aurora memakainya.
Ini Hoddie couplean Elsa sama Kristal
Ini Baju couplean Elsa sama Kristal cuma beda warna 😅
Kristal yang kuning, Elsa yang abu".
__ADS_1
Elsa yang putih, Kristal yang hitam.