
Assalamulaikum guys
Jangan lupa selalu tekan like end votenya 😊
Happy Reading guys 😚
^^^
" Oke. " ujar para ciwi - ciwi.
" Nahh kalau kaya gini bakal cepet selesai sebelum hari H nya. " ujar Raisya dengan tersenyum melihat kekompokkan mereka semua.
" Betul tuhh, tan. " ujar Veronica dan di angguki yang lainnya.
" Makasih ya semuanya dahh mau bantu - bantu. " ujar Anjel mewakili Kevin mengucapkan terimakasih kepada mereka.
" Wehh .. dalam persahabatan tak ada yang namanya kata makasih, bener gak girls ? " ujar Agustin dengan melirik sahabat - sahabatnya.
__ADS_1
" Betul, itu. " ujar Mereka kompak.
" Iyaa - iyaa tapi tetap aja makasih. " ujar Anjel dan di angguki yang lainnya sebagai jawabannya.
" Terus kita kapan balik ke Indonya ? " ujar Veronica.
" Nanti malam kita pulang. " ujar Raisya dan di anggiki setuju yang lainnya.
" Tapi lo gimana ? " ujar Veronica dengan menatap Agustin karna sahabatnya ini kan akan menatap disini dan yang lainnya langsung memandang Agustin.
" Sebagai kado spesial di hari pernikahan Anjel, Gua bakal menetap lagi di Indo, lagian gua juga gak bisa terus - terusan menghindar dari masalalu dan bener kata Anjel hari itu bahwa gua harus bisa menghadapi masalalu gua bukan menghindarinya agar semuanya cepat selesai. " ujar Agustin dengan tersenyum.
Tiga hari yang lalu Anjel melihat Agustin yang termenung di ayunan sesekali menitikkan air matanya, karna Anjel penasaran dengan masalah yang di hadapi sahabatnya itu, dia memutuskan untuk menghampiri Agustin dan duduk di ayunan di sebelah Agustin.
" Kau kenapa ? kalau ada masalah cerita. " ujar Anjel dengan memandang kearah bunga - bunga Lavender yang di tanam mommynya di mansion, walaupun dia juga punya masalah tapi dia bisa meluangkan waktunya untuk jadi tempat keluh kesah sahabatnya jika mereka menginginkannya.
" G- gua .. hikss .. ketemu Januar ... hikss ... d- dia ... ingin kita balikan lagi ... hikss ... tapi posisinya ... hiks ... januar telah beristri ... hikss. " ujar Agustin dengan di selingi tangisan.
__ADS_1
" Laki - laki itu tak pernag berubah, tetap playboy yang gak bisa cukup dengan satu perempuan dan kenapa kau malah memutuskan kesini ? " ujar Anjel dengan memandang sahabatnya.
" Karna aku malu dengan diriku yang telah ternodai olehnya ... hikkss ... malam itu ... aku habis pulang dari supermarket ... hikss ... tak sengaja bertemu januar dan januar menyuruhku ikut dengannya ... tapi ... aku tak mau ... januar langsung membengkap mulutku dan aku tak tau apa yang di lakukan januar setelah itu ... karna aku pingsan dan paginya aku bangun tak memakai pakaian ku lagi ... hikss. " ujar Agustin dengan menangis terisak dan Anjel langsung memeluk sahabatnya agar bisa tenang.
" Apakah kau yakin Januar menodai mu ? kenapa kau tak memeriksa kerumah sakit ? kalau bener januar menodaimu akan ketahuan dengan hasil tesnya dan saat itu juga aku akan menghajarnya karna telah menyakiti mu. " ujar Anjel dengan mengelus punggung sahabatnya yang masih terisak.
" Aku malu untuk tesnya .. aku takut Januar menodai ku ... aku takut ortu ku mengatahuinya ... aku takut, njel ... hikss ... hikss. " ujar Agustin yang makin memeluk erat Anjel dengan tangisan yang makin terisak.
" Cupp ... cupp ... kau tak boleh menyimpulkan segampang itu ... kita akan periksa disini ... kau mau ? " ujar Anjel yang melepaskan pelukannya dan memandang Agustin.
" Aku ... Akuu ... takut. " ujar Agustin dengan menunduk.
" Heeeyy ... gak usah takut, ada aku disini yang akan menemani mu dan aku janji akan membantu menyelesaikan semuanya. " ujar Anjel dengan memeluk Agustin kembali dan Agustin hanya bisa mengangguk.
" Kita berangkat besok, oke ? " ujar Anjel dengan menatap Agustin.
" Besok ? aku tak bisa. " ujar Agustin yang kembali takut.
__ADS_1
See you tomorrow guys 😘