
" iya, aku serius kok, nit. " ujar anjel dengan menjawab dengan suara yang di buat tenang.
" ok, kalau gitu aku mau kedalam dulu. " ujar anita sambil berdiri.
" mau ngapain ? " ujar mutiara yang sudah kembali tenang supaya anita tidak curiga.
" mau ngambil minum lagi, sekalian aku ambilin buat luhh sama citra. " ujar anita sambil menatap ke arah mutiara.
" ok. " ujar mutiara sambil mengangkat tangannya membentuk huruf O.
setelah anita pergi ke dapur, ketiga sahabat itu saling memandang ke pergian anita dan mereka saling memandang satu sama lain.
" njel ? " ujar mutiara sambil menatap ke arah anjel.
" gua juga nggak tau, mut. " ujar anjel yang sudah tau kenapa mutiara manggil namanya.
" terus kita harus gimana ? " ujar citra sambil menatap ke arah anjel dan mutiara.
" kita temuin brian nanti malam di kafe princess. " ujar anjel dengan menatap ke arah dua sahabatnya dan di anggukin oleh mereka berdua.
Tanpa mereka ketahui dari jarak jauh ada sepasang mata yang mendengar itu semua, siapa lagi kalau bukan anita yang sudah kembali dari dapur untuk mengambil minum.
" gua harus ke kafe itu entar malam, gua harus tau apa yang akan mereka bicarakan ke brian. " batin anita sambil berjalan menghampiri mereka bertiga.
hari berganti sore, mereka bertiga memutuskan untuk kembali ke rumah mereka masing - masing. anjel pun mengantarkan ketiga sahabatnya dan kembali kedalam setelah mobil ketiga sahabatnya mulai menjauh dari pekarangan mansionnya.
flashback off
citra mengakhiri cerita karna gadis tersebut tidak kuat menceritakan kejadian malam tersebut yang penuh dengan derita, air mata, dan malam tersebut menjadi saksi bahwa hubungan persahabatan mereka retak.
" maaf ya, stel. gua nggak bisa lanjutin ceritanya. " ujar citra yang sudah mulai mengeluarkan air matanya.
" iya nggak papa, lanjutinnya entar aja kalau luhh dah kembali tenang. " ujar stella yang sedikit kecewa karna citra mengakhiri cerita dan sebenarnya dia juga nggak tega lihat citra menangis.
__ADS_1
" nanti gua lanjutin setelah sampai di mansion nya anjel, tapi itu juga kalau anjel setuju menceritakan kejadian malam itu. soalnya anjel itu nggak kuat kalau dengar kejadian malam itu lagi. " ujar mutiara yang masih fokus menyetir.
" iya, gua ngerti kok. " ujar stella dengan menatap ke arah mutiara.
mobil tersebut pun kembali hening karna tidak ada yang berbicara lagi, setelah 10 menit kemudian mobil mereka sudah memasuki pekarangan mansion milik keluarga wijaya yang sangat elegan dan mewah. mereka bertiga pun keluar dari mobil dan berjalan memasuki mansion tersebut.
tok tok tok
" assalamualaikum .... anjel. " ujar mereka serempak.
karna tidak dapat balasan dari dalam pun, mutiara mencoba menekan bel yang di samping pintu tersebut.
Ting ... nong ... ting ... nong
kepala pelayan yang mendengar suara bel berbunyi yang menandakan ada tamu segera membukakan pintu.
ceklek
" selamat sore, bi susi. " ujar mutiara dan citra serempak dan tersenyum.
" selamat sore, non citra, non mutiara. " ujar bi susi sambil tersenyum.
" bi, ada anjelnya nggak ? " ujar mutiara dengan sopan.
" ada non, silahkan masuk. " ujar bi susi mempersilahkan mereka untuk masuk.
mereka bertiga pun masuk dengan di ikuti bi susi di belakang mereka, bi susi menyuruh mereka bertiga untuk duduk setelah sampai di ruang tamu.
" silahkan duduk non, non pada mau minum apa ? " ujar bi susi dengan sopan.
" apa aja bi, sama satu lagi panggilin anjel ya, bi. " ujar citra dengan tak kalah sopannya. walau bagaimana pun bi susi ini orang yang lebih tua dari mereka.
" siap, non citra. di tunggu ya, non. " ujar bi susi dengan meninggalkan mereka ke dapur untuk membuat mereka minum setelah mendapat anggukan dari mereka bertiga.
__ADS_1
setelah bi susi sampai di dapur, bi susi menyuruh salah satu maid untuk membuat minum untuk sahabat nona mudanya dan setelah itu bi susi menuju ke kamar nona mudanya.
tok tok tok
" non, di bawah ada sahabat, non. " ujar bi susi dengan mengetuk pintu kamar nona mudanya.
anjel yang sudah bangun tidurnya dan mendengar suara pintu kamarnya di ketuk oleh bi susi pun, langsung membuka pintu tersebut.
" ada apa bi ? " ujar anjel dengan suara khas baru tidurnya.
" di bawah ada sahabat, non. " ujar bi susi dengan sopan.
" ohh ..., bilang aja ke mereka suruh ke kamar anjel, bi. soalnya anjel mau mandi dulu. " ujar anjel.
" siap, non. kalau gitu bibi pamit ke bawah dulu, non. " ujar bi susi yang di balas anggukan dari nona mudanya.
.
.
.
.
.
.
Hai, readers 👋
jangan lupa vote, like, share, dan komen.
see you tomorrow guys 😘
__ADS_1