
" Stella mau. " ujar Stella tiba - tiba dan Rafi pun langsung menatap tajam istrinya itu yang main menyetujuinya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada dirinya.
" boleh ya, Honey ? " ujar Stella yang menampilkan puppy eyes andalannya yang mampu membuat semua menahan tawa melihatnya.
" Baiklah, kau memang paling tau kelamahan ku, tapi dengan satu syarat. " ujar Rafi dengan menatap tersenyum.
" apa ? " ujar Stella yang tak enak dengan syaratnya.
" kakak ikut dan sekalian kita bulan muda kesana. " ujar Rafi dengan tersenyum.
" tapi - " ucapan Stella langsung di potong.
" gak ada tapi - tapian, kalau gak kamu gak boleh ikut. " ujar Rafi dengan menatap sang istri.
" Fine. " ujar Stella yang mencibikkan bibirnya.
" Ayah, ibu, Veronica ikut ya ? " ujar Veronica dengan menatap ayah dan ibunya.
" ikutlah nak, ibu mengijinkannya. " ujar sang ibu dengan tersenyum.
" ayah juga, tapi satu pesan ayah jaga dirimu baik - baik. " ujar sang ayah.
" Baiklah, Vero berjanji. " ujar Veronica dengan tersenyum.
" Kapan berangkatnya ? " ujar Anjel yang sudah tak sabar.
" rencananya malam ini. " ujar Citra.
" Kalau begitu kita siap - siap. " ujar Anjel dengan melirik Stella dan juga Veronica.
" Baiklah. " ujar mereka berdua dengan semangat.
" ohh ya nak, apakah kita para orang tua boleh ikut ? " ujar Raisya yang tiba - tiba.
__ADS_1
" mommy ingin ikut ? " ujar Pratama dengan terkejut.
" iyaa dad, boleh ya ? " ujar Raisya dengan memohon.
" iyaa boleh. " ujar Pratama dengan pasrah.
" pa, mama juga mau ikut. " ujar Racquel dengan menarik narik jas suaminya yang sedang menyeruput Teh.
" Uhkkk ... uhkkk ... mama juga mau ? " ujar Danu dengan tersedak.
" iyaa. " ujar Racquel dengan tersenyum.
" Tapi- " belum selesai Danu bicara langsung di potong oleh ancaman Racquel.
" kalau papa gak ngijinin, mama gak kasih jatah sebulan. " ujar Racquel dengan melipat tangannya di dada sedangka yang lain menahan tawa melihat muka pias Danu Abraham.
" Siapa bilang papa gak ijinin, papa ngijin. " ujar Danu mencoba untuk tersenyum.
" bagus kalau gitu. " ujar Racquel dengan langsung tersenyum.
" om dan tante juga ikut. " ujar Rastanti dengan cepat dan Vino yang mendengarnya hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju biar istrinya ini bisa senang dan melupakan masalalunya.
" Baiklah kalau gitu kami berdua mau pamit. " ujar Citra dan Mutiara yang mendengarnya langsung mengangkat kepalanya.
" Buru - buru sekali, Makan malam dulu disini baru pulang, lagian sebentar lagi adzan magrib. " ujar Raisya dengan menatap dua gadis remaja tersebut.
" Maaf sebelumnya bukan kami berdua mau menolak tapi kami berdua harus menyiapkan semuanya terlebih dahulu. " ujar Citra dengan menjelaskan dan tak enak sebenarnya ia menolak tawaran Mommy sahabatnya.
" Udah kalian disini dulu, biar persiapan nanti kami bertiga bantu nanti pasti beres. " ujar Anjel dan di angguki setuju Stella dan Veronica.
" Nahh betul itu. " ujar Raisya dengan cepat.
" Maaf semuanya, apakah saya boleh ikut ? " ujar Fani tiba- tiba yang langsung di tatap semuanya.
__ADS_1
" Hahahahahaha. " ujar Veronica yang tiba - tiba tertawa dengan terbahak bahak melihat sikap teman kecilnya ini yang terlihat lucu.
" Kenapa ketawa ? " ujar Fani dengan sinis.
" habisnya luhh lucu sumpah dahh, ya tentu boleh lahh. " ujar Veronica dengan menghentikkan tertawanya tapi masih sedikit terkekeh.
" Bener yang di katakan, Ver. Kamu boleh ikut. " ujar Citra yang masih canggung berbicara dengan Fani.
" Baiklah terimakasih dan nanti aku akan membantu kalian mempersiapkan semuanya. " ujar Fani dengan tersenyum.
" Baiklah. " ujar Citra dengan tersenyum.
" Baiklah gadis - gadis kalian sekarang bersih - bersih setelah itu sholat dan setelah itu turun untuk makan malam. " ujar Raisya dengan memberikan perintah.
" Baiklah mommy ku tersayang. " ujar Anjel dengan mencium pipi sang mommy dan langsung pergi ke kamarnya.
" anak itu. " ujar Raisya dengan menggelengkan kepalanya.
" hayo kalian kenapa masih bengong disini, cepat sana ke kamar Anjel. " ujar Raisya dengan melirik yang lainnya.
" Baik tante. " ujar serempak mereka.
" Dan kau Honey ayo kita ke kamar. " ujar Rafi dengan tersenyum penuh arti.
" Gak - " belum Stella menyelesaikan bicaranya langsung di tarik Rafi menuju ke kamar Mereka.
" putra mu dad udah gak sabaran. " ujar Raisya dengan terkekeh geli.
" wahh ... kayanya sebentar lagi kita bakalan dapat cucu, pa. " ujar Racquel dengan menatap Danu Abraham.
" Kayanya seperti itu, ma. " ujar Danu dengan terkekeh dan yang lainnnya ikut terkekeh.
Jangan lupa Like end Votenya
__ADS_1
See you tomorrow guys 😘