
Happy Reading Guys 😙
^^^
Dokter serta perawat itu pun langsung memeriksa kondisi Kristal dan Kevin. Sedangkan Erlan hanya melihatnya.
Setelah memeriksa kondisi mereka, Dokter pun langsung menghampiri Erlan.
" Kondisi pasien masih sama seperti biasanya, belum ada peningkatan sama sekali, saya sarankan agar pasien selalu di ajak bicara. Siapa tau di alam bawah sadarnya, mereka bisa mendengarnya dan membuat mereka semangat melewati masa komanya. " ujar Dokter tersebut dengan menatap Erlan yang terlihat datar.
" Baik. " hanya itu yang keluar dari mulut seorang Erlan.
" Kalau begitu saya permisi, jika ada perubaham dari pasien segera panggil saya atau pun perawat. " ujar Dokter tersebut dengan ramah dan Erlan hanya mengangguk sebagai jawaban.
Setelah dokter serta perawat keluar, Erlan kembali duduk di samping Kristal dengan kembali mengenggam tangan lemah itu dan sesekali Erlan mengajak ngobrol Kristal.
***
Waktu berganti waktu, hari berganti hari. Sudah seminggu Kristal dan Kevin di rawat di Alexander Hospital. Belum ada tanda-tanda mereka akan sadar dari komanya, para keluarga silih berganti menjenguk mereka dan sampai saat ini hanya Elsa serta Vernon yang menjaganya. Sedangkan Erlan harus ke kantor karna ada rapat penting yang harus di tangani langsung bersama asisten Vino.
" Minum dulu nihh. " Vernon memberikan sebotal air mineral kepada Elsa yang sama sekali belum membasuh tenggorakannya dengan setetes air.
__ADS_1
" Makasih. " ujar Elsa dengan tersenyum simpul dan Vernon hanya mengangguk.
" Ku akui mereka itu hebat. " ujar Vernon dengan melihat Kristal serta Kevin bergantian.
" Hebat ? apanya yang hebat ? " Elsa bingung dengan perkataan sepupunya.
" Ya, hebat. Karna sampai saat ini mereka belum sadar, bahkan mereka belum pernah makan atau pun minum. Tapi mereka masih betah dengan wajah pulasnya. Kau tau ? apa yang paling aku takuti di dunia ini ? selain kematian. " Vernon melirik sekilas Elsa dan Elsa hanya menggeleng tanda tidak tau.
" Aku paling takut melihat orang yang aku sayangi selain ortu ku terbaring lemah seperti ini. Kalau aku bisa menggantikannya, aku akan bertukar posisi dengannya. Agar aku tidak melihat wajah tak berdayanya dan biarkanlah aku berjuang mempertaruhkan nyawa ku demi dia selamat, dia melihat dia terus tersenyum bahagia. " Elsa terkejut dengan perkataan Vernon yang secara terang-terangan mengungkapkan perasaannya kepada Kristal.
" Sa, Kau ingat janji ku dulu waktu aku masih kecil ? " Vernon melirik ke arah Elsa yang terdiam.
" Ya kau benar. Tapi aku sudah gagal mewujudkannya, Maafkan aku. " lirih Vernon dengan menunduk sendu karna dia telah gagal melindungi keluarga adik papanya.
" Heyy, itu bukan salah mu. Ini semua sudah takdir, terimakasih sudah bertekad melindungi keluarga ku. " Elsa pun langsung memeluk Vernon dengan erat.
" Hmm. Aku juga minta maaf telah gagal menepati janji itu dan aku janji suatu hari nanti akan melindungi kalian semuanya, kalau perlu nyawaku taruhannya. " ujar Vernon dengan membalas memeluk Elsa.
" Gak usah berjanji, takutnya kau tak bisa menepatinya dan kalau perlu kau lakukan saja sebisa mu tanpa ada kata janji. " ujar Elsa yang sudah melepaskan pelukannya.
" Hmm. " Vernon hanya mengangguk, dia jadi mengingat waktu masa kecilnya yang di selamatkan oleh Erlan serta juga Elsa.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa ya like, rate, komen kalau bisa juga votenya 😊
See you tomorrow guys 😘
__ADS_1