
Sesampainya di kantin ternyata kantinnya sudah ramai di penuhi para siswa dan siswi dan akhirnya mereka memutuskan untuk duduk di meja di tengah - tengah yang masih kosong.
" biar aku yang pesenin ya. " ujar Cika dengan menatap mereka semua.
" gak usah biar gua aja. " ujar Veronica dengan bangkit dari duduknya dan di tahan cika.
" biar aku aja ver, lagian kalian juga dahh sering pesenin kan buat aku dan sekarang biar aku yang pesenin buat kalian. " ujar Cika dengan menatap mereka sambil tersenyum, gadis itu beruntung bisa kenal dengan mereka bertujuh yang bisa menerima apa adanya gadis itu.
" ya udah, aku pesen bakso sama es jeruk aja, Cik. " ujar Veronica.
" aku samain aja kaya vero, cik. " ujar Stella dengan tersenyum.
" kalau aku mie ayam sama jes apel ya, cik. " ujar Agustin.
" aku samain aja kaya Agustin. " ujar Anita.
" kalau gua samain aja kaya sihh vero, tapi gua bantuin ya bawanya kan banyak banget pasti ribet. " ujar Anjel dengan menarik tangan Cika menuju ke tukang bakso.
" aku pesenin mie ayam dulu ya, njel. " ujar Cika dan di angguki Anjel.
Setelah mereka selesai memesan makanannya, mereka pun langsung menghampiri sahabat - sahabatnya tapi tidak dengan Cika yang menumpuhkan mie ayam ke baju seorang pria tampan yang tak lain Kenzo.
" PUNYA MATA GAK SIHH LOHH !!! LIHAT BAJU GUA KOTOR BE** !!! " bentak kenzo yang berhasil membuat mereka menjadi tontonan semua murid sedangkan anjel dan yang lainnya kaget melihatnya.
" ma-maaf. " Ujar Cika dengan menunduk ketakutan.
" kalau bicara sama orang lihat mukanya. " ujar Kenzo dengan tatapan tajamnya dan cika pun memberanikan diri untuk menatap kenzo.
" maaf, saya gak sengaja. " ujar Cika dengan ketakutan melihat mata bagaikan elang itu.
" maaf - maaf ... luhh gak lihat baju gua kotor ... tanggung jawab luhh. " ujar Kenzo dengan menunjukkan bajunya yang kotor.
__ADS_1
" saya akan tanggung jawab. " ujar Cika dan tak lama kemudian Anjel dkk pun menghampiri Cika.
" ada apa ini ? " ujar Veronica dengan menatap Kenzo sedangkan yang di tatapan hanya acuh.
" luhh gak lihat baju teman gua kotor. " ujar Vino dengan menatap sinis Veronica.
" santuy broo ... gua nanya baik - baik gak usah ngegas. " ujar Veronica dengan menatap tajam Vino.
" siapa yang ngegas mba, situ aja yang sensitif. " ujar Vino tak kalah tajamnya.
" situ ngajak gelut ? " ujar Veronica dengan menaikkan lengan baju sekolahnya.
" gua bukan cowok banci yang berani sama cewek. " ujar Vino dengan menatap sinis Veronica.
" ohh gitu ... tapi gua bukan cewek lemah jadi masnya ini gak usah takut. " ujar Veronica dengan tatapan elangnya.
" siapa takut. " ujar Vino yang siap - siap untuk berantem.
" tuhh teman luhh yang mulai duluan. " ujar Vino dengan santai.
" enak aja luhh kalau ngomong, luhh duluan ya yang mulai. " ujar Veronica dengan tak mau kalah.
" luhh cewek bar - bar. " ujar Vino dengan menatap Veronica.
" luh cowok letoy. " ujar Veronica dengan menatap tajam Vino.
" ***** siapa yanh cowok letoy luhh tuhh cewek bar - bar. " ujar Vino tak mau kalah.
" luhh. " ujar Veronica dengan menatap tajam Vino.
" UDAH - UDAH !!!" teriakan Anita mampu membuat mereka semua kaget.
__ADS_1
" Anita. " ujar Seorang laki - laki yang menghampiri mereka dan semuanya langsung menatap ke sumber suara.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Halo, selamat malam readers
Hayo di tebak siapakah laki - laki tersebut ? Apakah ada sangkut pautnya dengan masalalu mereka ? tunggu terus kelanjutannya dari mereka semuanya dan author akan ceritakan semua kisah mereka di sini kecuali Stella karna Sudah ada lapak khusus Stella dan Rafi.
jangan lupa like, vote dan komennya para readers ku 😚
__ADS_1
see you tomorrow guys 😘