
Happy Reading guys :)
" Sepertinya ada hati yang patah. " Gumam gadis itu yang tak lain Vani yang berdiri di samping kakaknya Vernon dan Vani tau kakaknya itu menyayangi Kristal lebih dari seorang kakak sepupu yang menyayangi adek sepupunya.
" Bilangin ke mama sama papa, kakak mau keluar dulu. " bisik Vernon ke adiknya Vani dan langsung berlalu keluar.
Setelah kepergian Vernon, Mereka mulai mendekati Erlan yang masih menangis dengan mencium punggung tangan Kristal dan Stella menyentuh pundak Erlan.
" Aunty, Uncle, Vani. Kalian disini ? " Erlan terkejut mendapati mereka bertiga yang sudah berdiri di belakangnya.
" Kami baru aja datang, gimana kabar Daddy mu dan Kristal ? " ujar Stella dengan sendu menatap keponakannya yang begitu hancur dan di tambah lagi melihat kakaknya yang terbaring lemah dengan alat medis di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
" Masih seperti yang sebelumnya, koma. " lirih Erlan dengan menunduk.
" Sabarlah, pasti mereka akan segara sadar. Berdoa lah demi kesembuhan mereka dan jangan biarkan ini semua menjadi kelemahan mu. " ujar Stella dengan menasehati keponakannya agar tak terlihat lemah karna ini bisa di manfaatkan semua orang yang ingin mencelakainya.
" Iyaa, Aunty. Kalau begitu Erlan keluar dulu. " Ujar Erlan dan di angguki Stella.
Setelah Erlan keluar dari ruangan tersebut, Stella langsung duduk di bangku yang di tempati Erlan tadi dan mengenggam tangan Kristal.
" Kau mau tidur terus ? kau tak mau bangun bertemu kami semuanya ? Aunty kangen. " ujar Stella dengan menitikkan air matanya melihat wajah pucat pasi keponakannya yang terbaring lemah dengan perban yang melilit di kepalanya.
" Sial !! Kenapa dia harus hadir di keluarga Alexander ?!! " ujar Vernon dengan menggema dan menjambak rambutnya frustasi.
__ADS_1
" Kenapa dia harus mencintai mu ? aku mencintai mu, tapi aku tak bisa jika harus bersaingan dengan kakak sepupu ku sendiri dan aku tak ingin menghancurkan persaudaraan ini. " gumam Vernon dengan sendu.
" Lo disini ? " suara tersebut langsung membuat Vernon mengalihkan pandangannya ke sumber suara dan terlihatlah Erlan yang berdiri tak jauh darinya.
" Hmm. " hanya deheman yang keluar dari mulut seorang Vernon dan Erlan pun langsung duduk di samping adik sepupunya tersebut.
" Kenapa lo gak masuk ? " ujar Erlan dengan pandangan lurus kedepan yang melihat lorong rumah sakit yang begitu sepi dan hanya di terangi penyinaran yang sedikit minim.
" Ini gua mau masuk. " Vernon pun langsung meninggalkan Erlan yang masih duduk sendiri di lorong rumah sakit.
" Gua gak tau kenapa sesakit ini mendengarnya. " gumam Erlan dengan menghela nafas kasar memingat teriakan Vernon yang begitu membuat sakit.
__ADS_1
Di sebuah gudang kosong tak jauh dari perusahaan Danu grup, seorang wanita paruh baya dengan beberapa orang suruhannya tengah membicarakan siasat selanjutnya dan tanpa mereka sadari ada seorang pria paruh baya yang mendengarkan semuanya. Pria paruh baya tersebut yang tak lain Danu Abraham yang sejak awal curiga melihat gudang yang sudah lama kosong banyak di masuki pria-pria berbadan besar dan yang membuatnya makin curiga melihat wanita paruh baya yang ternyata adik besannya yang juga ikutan masuk ke dalam yang akhirnya memutuskan dirinya juga ikutan masuk dengan bersembunyi di belakang pintu yang sedikit tertutup.
Jangan lupa like end votenya :) terimakasih 🙏