Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Extra Part 12


__ADS_3

Di kediaman Alexander, Mereka pun tiba di mansion yang langsung menuju ke kamar masing-masing dan akan berkumpul kembali di meja makan.


" Ahh melelahkan. " ujar si kembar Elsa dengan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur Queen sizenya.


" Mandi dulu dehh, habis itu rebahan sambil nunggu makan malam. " Elsa pun langsung masuk kedalam kamar mandi.


Sedangkan di Kamar Bernuansa Pink, Kristal tengah tiduran di atas kasur Queen sizenya, melihat hasil foto dirinya bersama kedua kakaknya yang tengah mencium pipinya di kanan dan kiri.


" Nice, walaupun gak sengaja, tapi hasilnya bagus dan ahh mandi dulu. " ujar Kristal yang meletakkan ponselnya di atas nakas dan langsung menuju ke kamar mandi.


Sedangkan di Kamar Erlan, tengah mengingat dirinya yang tengah mencium pipi kanan Kristal yang di foto kedua orang tuanya dengan duduk di meja belajarnya dan sesekali dia tersenyum memikirkannya.


" Kau sungguh cantik. " ujar Erlan dengan mengingat Wajah Kristal yang tengah tertawa bahagia di pinggir pantai dan seketika lamunannya buyar dengan deringan di ponselnya.


" Siapa sihh ? Ganggu banget. " Ujar Erlan yang sudah mengangkat panggilannya.


" Sellow Brother, Elsa mau minta tolong ambil' lin laptop Elsa di kamar kakak. " ternyata Elsa lahh yang menelpon Erlan setelah selesai mandi.


" Hmm. " Erlan hanya berdehem yang langsung mematikan sambungannya dan Erlan pun berjalan ke kamar mandi sebelum mengantarkan laptop saudarinya.


Sedangkan Elsa di kamarnya menggerutu kesal dengan balasan kakaknya dan yang membuatnya tambah kesal kakaknya mematikan sambungannya sebelum dia menjawabnya.


" Sabar-sabar Elsa, ingat dia kakak mu. " ujar Elsa dengan mengelus dadanya.

__ADS_1


Setelah selesai Bersih-bersih, Kristal langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menunggu makan malam, dia pun memutuskan untuk tidur sebentar agar lelah di tubuhnya berkurang dan tak lama kemudian gadis tersebut sudah memasuki alam mimpinya.


Di kediaman Arley, Mutiara memasuki kamarnya melihat sang suami tengah berbaring di atas kasur dan dia pun langsung berbaring di samping suaminya dengan memeluknya dari belakang karna posisi Derel yang membelakanginya.


" Aku minta maaf, bukan maksudku memaksa dirimu, hanya saja aku ingin kau bahagia dengan kehadiran seorang anak dan maafkan aku yang belum bisa memberikan keturunan untukmu. " Derel yang merasakan punggungnya basah langsung memutar menghadap istrinya yang tengah menangis.


" Sudahlah jangan menangis, aku tak bisa melihat mu menangis dan aku bahagia tanpa seorang anak disisi ku karna kebahagiaan ku adalah dirimu. " Derel tersenyum dan langsung membawa istrinya kedalam pelukannya.


" Hikss ... makasih telah mau menerima ku yang banyak kekurangan ini dan makasih atas semua kebahagiaan yang kau berikan. " Mutiara membalas memeluk suaminya dengan terisak dan dia bersyukur mempunyai suami seperti Derel yang mau menerima semua kekurangannya.


" Sudah kewajibanku membuat mu bahagia. " Derel mengelus rambut belakang kepala sang istri dan dia berjanji akan terus bersama istrinya dalam kondisi apapun.


***


" Sudah siap belum, bi ? " ujar Anjel dengan menuju kolam renang di mana akan di adakan pesta tersebut dan para keluarga, kerabat yang sudah berkumpul.


" Sudah Nyonya. " ujar kepala pelayan dengan menunduk hormat.


" Baiklah, Kalian semua buat kegaduhan agar si kembar terbangun dan kami akan ke kamar masing- masing. " ujar Anjel dan di para maid.


Anjel, kevin dan Kristal pun langsung kembali ke kamar supaya saat si kembar datang ke kamar mereka tidak curiga dan semua lampu pun di matikan agar terlihat seperti biasanya.


Visual Kamar Si kembar Elsa

__ADS_1



Visual Kamar Kristal



Visual Kamar Erlan



Visual Kamar Kevin Dan Anjel



Visual Mansion Derel Arley Wijaya



Visual Kamar Derel dan Mutiara



Visual Mansion Rafi Aidyn Wijaya

__ADS_1



__ADS_2