
one week later ...
Sudah seminggu Kristal di rawat, selama itu para keluarga bergiliran menjenguk dirinya dan hanya kakak laki-laki saja yang tak pernah menjenguk dirinya.
Sekarang, Daddynya tengah mengurus kepulangannya dan kakaknya Elsa tengah mengemas barang-barang yang di bawa selama dia disini.
" Kristal bantuin ya, kak. " Ujar Kristal yang ingin bangkit dari tempat tidurnya dan langsung di tahan Elsa.
" Tidak perlu, ini sudah selesai. Tinggal nunggu Daddy. " Ujar Elsa yang duduk di sebelah Kristal dan tak lama kemudia Kevin pun datang.
" Ayo kita pulang. " Ujar Kevin yang menghampiri kedua putrinya.
" Siap, Dad. " Ujar keduanya serempak.
" Barangnya gak usah di bawa, biar pak ahmad aja yang bawa. " Ujar Kevin sambil melirik kepala pelayan barunya.
" Iyaa, Dad. " Ujar Elsa yang langsung meletakkan kembali tasnya.
" Tolong ya, Pak. " Ujar Kristal dengan tersenyum.
" Iyaa, Nona muda. " Ujar Pak Ahmad dengan menunduk hormat dan mereka bertiga pun langsung berjalan keluar ruangan.
~ Skip Time ~
Setibanya di mansion megah nan mewah itu, mereka langsung turun dan di sambut para pelayan serta penjaga yang berderet memanjang seperti ular.
" Selama kembali di mansion, Nona muda. " Ujar Mereka serempak dengan menunduk hormat.
" Makasih. " Ujar Kristal dengan tersenyum.
" Dimana Erlan ? " Ujar Kevin ke salah satu pelayan.
" Tuan muda sudah pergi ke kanton, Tuan. " Ujar Pelayan tersebut dengan menunduk.
" Sampai kapan anak itu terus begini. " Batin Kevin dengan menggeleng.
" Kristal, kau pergi istirahat. Ingat badan mu belum begitu pulih. " Ujar Kevin dengan menatap putrinya yang menunduk.
" Iyaa, Dad. Kalau gitu Kristal ke kamar dulu. " Ujar Kristal dan di angguki keduanya.
__ADS_1
Setelah itu dirinya pun langsung menaiki lift menuju lantai 3, dimana kamarnya dan kamar kakak perempuannya berada.
" Dad, Elsa juga ke kamar ya ? Ngantuk, mau bobo. " Ujar Elsa setelah melihat kepergian adiknya.
" Iyaa, Dad juga mau istirahat. " Ujar Kevin yang mengelus pucuk kepala Elsa dengan tersenyum.
Setelah Elsa kembali ke kamarnya, Kevin pun langsung menuju lantai 2, dimana kamarnya berada dan ketika masuk ke kamarnya. Semua kenangan bersama sang istri terus terbayang-bayang, di mana setiap dirinya masuk ke kamar, langsung di suguhi pemandangan cantik sang istri yang tengah membaca buku di sofa, serta senyuman dan sapaannya.
" Honey aku rindu. " Ujar Kevin dengan mengambil bingkai foto sang istri dan mengusapnya.
" Walaupun kau telah tiada, cinta ku akan tetap untuk mu dan posisi mu di hati ku tak akan pernah tergantikan. " Ujar Kevin dengan mencium foto sang istri dan kembali meletakkannya di atas nakas.
***
Keesokan harinya, di kediaman Alexander. Mereka tengah sarapan bareng, tanpa kehadiran Erlan yang tak kunjung pulang.
" Dad, Semalam kak Lan gak pulang ? " Ujar Elsa yang sambil menyendok nasgor ke piringnya.
" Gak, paling ke apartemennya. " Ujar Kevin dengan santai.
" Ohh. " Elsa hanya beroria dan langsung memakan nasgornya.
" Kak Lan. " Ujar Kristal yang melihat kehadiran kakaknya.
" Erlan kau dari mana saja ? " Ujar Kevin yang melihat putranya baru pulang.
" Main. " Ujar singkat Erlan yang langsung berjalan memasuki lift menuju kamarnya.
" Hufftt, anak itu. " Ujar Kevin dengan menghela nafas.
" Dad, Kristal ke kamar dulu ya. Mau ngerjain tugas sekolah. " Ujar Kristal yang berbohong, padahal dia ingin menemui kakaknya di kamarnya.
" Baiklah. " Ujar Kevin yang mengangguk dan Kristal pun langsung menaiki tangga menuju kamarnya dengan cepat, agar bisa ketemu dengan kakaknya.
Kristal pun berlari di saat melihat Erlan yang akan masuk menutup pintu kamarnya dan setibanya di depan kamar kakaknya, dia pun menahan pintunya agar tak tertutup.
Erlan yang melihatnya hanya menatap tajam adiknya itu dan membiarkan pintunya terbuka.
" Kakak kenapa gak pulang semalam ? " Ujar Kristal yang masih berdiri di depan pintu. Sedangkan Erlan sudah duduk di sofa samping tempat tidurnya.
__ADS_1
" Bukan urusan mu. " Ujar Erlan dengan ketus.
" Hmm, Kak. " Ujar Kristal yang mencoba masuk ke dalam kamar kakaknya.
" DIAMMM DISITUU !!! " Teriak Erlan yang langsung membuat langkah kaki Kristal terdiam dan Kristal pun langsung memundarkan langkahnya.
" Jangan kau kotori kamar ku dengan dosa mu itu !!! " Bentak Erlan dengan menatap tajam Kristal.
" Maksud kakak apa ? " Ujar Kristal yang mencoba menahan rasa sakit di bentak kakaknya, baru kali ini dirinya di bentak kakaknya.
" Hahahaha ... kau masih tanya kenapa ? Kau seorang PEMBUNUH dan tak pantas seorang PEMBUNUH seperti MU masuk ke kamar ku. " Ujar Erlan dengan menekan kata pembunuh dan Mu, yang mampu membuat air mata Kristal terjatuh.
" Hikss ... Kristal gak ada niat membunuh Mommy, Kak. Hikss ... maafkan Kristal. " Ujar Kristal dengan terisak.
" Maaf kau bilang ? " Ujar Erlan yang berjalan mendekat ke arah adiknya yang tengah menunduk terisak.
" Maaf mu tak akan bisa membuat mommy kembali !! " Ujar Erlan yang mencengkram dagu Kristal dan menghempaskannya dengan kasar.
" PERGII !!! " Bentak Erlan yang langsung membuat Kristal berlari ke kamarnya dengan air mata yang tak henti-hentinya mengalir.
.
.
.
.
.
.
.
Mungkin sebentar lagi ceritanya tamat 😊 karna author ingin memperlihatkan kebencian Erlan selama 5 tahun di season 2 nya yang mampu membuat Kristal sakit hati :)
Dan btw, makasih yang sudah menjadi pembaca setia author hingga sekarang ini 🙏😊 semoga kita semua selalu di beri kesehatan dan dilimpahkan rezekinya, amin.
See you tomorrow guys 😘
__ADS_1